ARSHAKA

ARSHAKA
Cia



Teman Arayyan tersenyum jail"ehmm, udah buka hati untuk kakak ipar nih? ".


" Engga ini permintaan tolong Bang Shaka, semalem saya dan Zyana cari mainan itu sampe jam 11 malem, tapi nihil".


Pria itu mengangguk"tapi itu punya adek gue, Ray. lo izin dulu sama dia".


"Iya-iya"".


Arif segera memanggil adik nya bernama Sintia, Arayyan menemui dia untuk meminta izin padanya, cukup lama hingga akhirnya gadis itu mengizinkan mainan kecilnya dibeli Arayyan.


Falas On.


Arshaka tersenyum mendengar nya senyuman nya bertambah kala mendengar penjelasan Arayyan, dan saat ini Zara bahagia yang tengah memeluk kuda karet tersebut.


" Kamu lihat dia sebahagia itu, padahal itu cuma mainan bekas".


Arayyan ikut melihatnya lalu pandangannya kearah Arshaka lalu menghela napas"Arayyan melakukan ini karena Bang Shaka jangan salah paham ".


" Apapun alasanmu, Abang berterimakasih ".


" Kalo gitu Arayyan pamit pulang, mau istrahat ".


"Gak mau pamit istri Abang? ".


" Gak usah".


"Sayang, Arayyan mau pulang nih".ucap Arshaka keras pada zara.


Zara menoleh mengangguk dan tersenyum lebar pada Arayya" hati-hati, Arayyan makasih untuk mainnya ".


Arayyan menghela napas" assalamu'alaikum ".


" Walaikumsalam ".jawab Arshaka dan Zara.


Arshaka memperhatikan Arayyan yang berlalu ia terkekeh dan menggeleng" tanpa kamu sadari, perlahan hatimu akan terbuka, Yan.


Setelah itu menghampiri Zara, yang tengah memeluk kuda poni"seneng? ".


Zara mengangguk semangat" seneng banget! Akhirnya dapet juga kuda pony nya, lucu Banget! ".


Arshaka tersenyum lalu mengecup pucuk kepala Zara" perhatian kamu ke aku jangan teralihkan hanya karena kuda pony itu, ya".


"Ih..Mas Caka, aku cuma mau mainan ini kok".


" Tapi aku mau main sama kamu sekarang ".


" Hah? ".


Arshaka mengecup pipi Zara" gak ingat Dokter bilang apa? Sudah boleh sayang, Ayo batalin puasa aku".


"Tapi? ".


" Ra".


"Oke tapi kamu harus naik kuda pony dulu, kita main sama-sama kuda pony dulu baru aku kasih hadiah ".


Arshaka berubah bingung" yang bener aja, Ra? ".


"Yaudah mau gak? kalau gak mau gapapa, tunggu sampe 4 bulan".


Arshaka menghela napas ia mengacak rambut nya lalu menaiki kuda pony tersebut.


" Mas, loncat loncat dong".


"Let's fly to heaven wit me, princess"


...----------------...


Saat ini Zara dan Arshaka tengah berjalan, pekikan seseorang membuat keduanya berhenti.


"Assalamu'alaikum, Gus, Zar? ".


" Walaikumsalam ".


Cia teman satu kamar Zara.


" Ada apa, Ci? ".


Cia menggeleng" aku cuma mau ngobrol sama kamu, Zar? boleh udah lama kita gak ngobrol".


"Tapi aku mau.. ".


Zara melirik Arshaka.


" Gapapa, kamu temani Cia aku duluan keruang pemimpinan, sendiri gapapa ".ucap Arshaka.


" Beneran gapapa? ".


Arshaka mengangguk " iya tapi kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa telpon ".


" Iya Mas".


"Assalamualaikum".


" Walaikumsalam ".


Arshaka berlalu dan Zara kembali menatap Cia" kamu mau ngobrol apa, Ci? ".


" Wah, kamu hamil ya? berapa bulan? ".tanya Cia mengedarkan pandangan nya kearah perut Zara.


" Masuk 4 bulan, Ci".


"Ih beneran udah besar! Hamil anaknya Gus Arshaka? ".


" Emangnya anak siapa lagi? iya Cia".


"Cieee Zara udah dewasa udah bisa bikin anak".


" Kamu ya, Cia! ".


" Zar, anterin aku ke koperasi yuk, aku mau beli beberapa alat tulis ".


Zara mengangguk" yuk, ".


" Hm, sekalian jalan-jalan sambil ngobrol deh".


"Gapapa, Cia. aku temenin".


Keduanya berjalan menuju koperasi seraya berbincang-bincang ringan, tanpa Zara sadari setiap kalimat yang mereka ucapakan telah direkam oleh Cia.


...----------------...


Ada apakah dengan Cia???


Tunggu kelanjutannya 🙄🙄🙄🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻