
Nazwa dan Firda berdiri membuka pintu kamarnya terlihat Ustadz Faruk" Walaikumsalam, Tadz ada apa? "
"Kamu dipanggil Gus Arsha suruh menghadap ke ruangan nya".ucap Ustadz faruk.
Nazwa segera masuk ke ruangan Arshaka.
" Assalamu'alaikum ".
" Walaikumsalam, Masuk Naz".
"Ada Gus Arsha panggil saya? ".
" Saya mau menyampaikan jika orang tua kamu belum bisa menjemput kamu saat kelulusan nanti, jadi kamu disuruh di pesantren dalam beberapa waktu ".
" Kenapa Gus? ".
Arshaka menghela napas" Ada urusan katanya "
"Na'am Gus".
" Yasudah kamu boleh balik ke asrama ".
" Assalamu'alaikum ".
" Walaikumsalam ".
...----------------...
Hari pondok pesantren sangat ramai kedatangan calon peserta didik baru dengan walinya, dan pesantren mempersiapkan akhirusannah kelas 12.
"Ba, Kaka mau ketemu cama bunda".
" Sabar ya, Nda lagi sibuk sekarang jadi sama Baba dulu "
"Nanti kita samperin "
"Yeay! kakaa ketemu Nda".
Sedangkan Zura tenang berada gendongan Arshaka mereka berjalan beriringan dengan Arka sambil menggenggam erat Arka, Aqila yang berada dibelakang Arshaka mendumel dari tadi, Arshaka tidak menghiraukan keberadaan Aqila.
" Sebel banget di kacangin terus! ".
Ketika melewati para santriwati semua tertuju pada Aqila, tatapan kagum dari para santri terlihat dari Arshaka.
" Masyallah, bukannya itu Ning Aqila y? calon istri Gus Arsha? ".
" Mereka serasi ya soleh dan solehah, ganteng dan cantik setaralah intinya ".
"Alhamdulillah Gus Arsha mau nikah lagi".
" Arka dan Zura mau punya ibu lagi guys".
"Tapi akhir-akhir ini Gus Arsha deket sama Nazwa bener gak sih? ".
" Gak tau, Nazwa cuma ngasuh aja, secara keluarga Nazwa sahabatnya keluarga Gus Arsha ".
" Sama Nazwa sih juga cocok cantik kan Nazwa juga daripada Ning Aqila"
"Halah cantik juga aku".
Dan masih banyak lagi desas-desus para santri. Arshaka tap menggubris ucapan-ucapan mereka , sesampainya di aula lapangan Gus Arsha bergabung dengan guru dan para pengurus pesantren, Arka dan Zura, sedangkan Aqila duduk bersama ustazah yang lain.
" Assalamu'alaikum "
"Walaikumsalam, Masyallah Ning Qila bagaimana kabarnya? Tanya Ustadzah Hilyah.
" Alhamdulillah kabar baik, Ustadzah kalo kabar kalian bagaimana? ".
"Alhamdulillah kita juga baik".
Aqila dan Ustadzah Hilyah duduk berdampingan mereka melanjutkan mengobrol sedangkan seseorang santriwati dan santriawan sedang saling mengejar.
" Zaki! Balikin Jurumiya saya! "pekik Nazwa keras terdengar sampai ke luar.
" Kejar saya ambil sampai dapet! ".
Membuat Nazwa naik darah" Balikin saya mau hapalan! "
Seluruh guru dan para pengurus mendengar keributan dan melirik kesumber suara, Nazwa dan Zaki sedang saling kejar-kejaran, Arshaka mimicing saat melihat Nazwa yang baru saja terlihat, Arshaka yg sedang ngobrol dengan Ustadz Faruk tidak fokus, sedangkan yg lainya hanya menggeleng melihat mereka saling kejar-kejaran.
"Gus?".panggil ustadz faruk.
Arshaka langsung membuyarkan lamunan nya" Afwan , bagaimana? ".
Ustadz faruk menggelengkan kepala setelah menjelaskan panjang lebar namun Arshaka tak fokus" astaghfirullah, Gus udah saya jelaskan panjang-panjang malah gak didengerin ".ucap ustadz faruk.
"Lagian kamu lagi lamunin apa? Maaf Gus Arsha sedang terhipnotis santriwati yang bernama An-Naswa Jenanaira? " tebak ustadz.
"Kepo kamu sudahlah jelaskan lagi! ".
" Ok jadi begini Gus".
Setelah mengulangi dan menjelaskan ustadz faruk, Arshaka ingin kembali pulang ke nDalem membawa si kembar.
Melirik Aqila yang masih disana bersama ustadzah Hilyah.
...----------------...
Nazwa berjongkok dipinggir lapangan merasa kewalahan kerena mengejar Zaki, keringat dan kakinya terasa sangat pegal Zaki itu orang nya usil seperti sekarang ini dia mengambil kitab Jurumiyah NazwaNazwa.
"Hiks... Zaki balikin! " Nazwa menangis sesenggukan.
Zaki menghentikan langkah nya menghampiri Nazwa jadi merasa bersalah karena kejahilannaya Nazwa jadi menangis tidak seperti biasa nya Nazwa menangis.
"Nazwa, subhanallah jangan nangis dong, maafin saya".
Naswa langsung mengambil kitab dari tangan Zaki.
" Bisa gak jangan gangguin saya! Saya lagi mepet Zak, Hapalan saya masih banyak ".
" Maafin saya Nazwa, yallah maafkan saya".
Arshaka yang sedang berjalan kearah nDalem dan menghampiri mereka yang sedang duduk dipinggiran lapangan.
"Assalamu'alaikum".sapa Gus Arsha.
" Walaikumsalam "Zaki kageta akan kedatangan Gus Arsha ia takut dihukum..
Arka dan Zura menatap kaget melihat Nazwa menangis seketika mereka memeluk Nazwa menenangkan Nazwa.
" A.. anu Gus, saya mengambil kita Nazwa Gus, cuma iseng kok".balas Zaki dengan rasa ketakutan.
"Astaghfirullah minta maaf sama Nazwa kamu tau kalian itu bukan muhrim? "
"Afwan Gus, saya salah saya minta maaf".
Nazwa masih nangis sesenggukan.
"Naz, maafkan saya, saya tau saya salah saya janji gak akan jahilin kamu lagi".
"Ya saya maafkan kalo ngulangin lagi saya gak akan segan-segan menggal kepala kamu" ketus Nazwa.
"Iya maaf, Naz.
" Silakan kembali ke asrama, Zaki hapalan kamu".ucap Arshaka.
"Baik Gus assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam".
" Nda!! jangan nangis paginya, Ada Rara ama Kaka dicini".
"Baba, Nda kenapa Ba? ".
" Gapapa Rara".
"Benelan Nda? ".
" Beneran sayang ".
Zaki pamit untuk kembali ke asrama kini tinggal mereka berempat wajah Nazwa sembam matanya masih merah, membuat Arshaka merasa lucu dan menggemaskan, Nazwa berdiri menyeka air matanya melirik Arshaka menyunggingkan senyumnya.
" Dasar Gus aneh, saya nangis malah senyum-senyum gituu "batin Nazwa.
" Apa liat-liat? "tanya Nazwa dengan ketus Arshaka beristighfar malah terhanyut.
" Gus seneng liat saya menderita? Bahagia ketawain saya nangis, bahagia diatas penderitaan orang itu namanya ".
" Bukan seperti itu Nazwa".
"Terus".
" Kamu lucu".
Nazwa membelalakan matanya.
"Saya mau pamit duluan Gus assalamu'alaikum".
" Baba Rara mau main cama nda.
Nazwa menghentikan langkah nya.
"Baba".rengek Arka.
" Nda mau belajar Arka dan Zura sama Baba dulu"
Nazwa menatap Arka dan Zura tak tega akhir-akhir ini jarang bertemu mereka setelah Aqila mengancam nya tepo lalu..
"Kaka, Rara boleh ya saya bawa ke asrama Gus? ".
" Boleh, apa tidak merepotkan kamu? ".
"Tidak Gus".
" Yasudah kalo gitu saya titip mereka tapi jangan nakal sama Nda, Baba mau rapat dulu".
"Otey, Baba".
" Assalamu'alaikum ".pamit Nazwa dan sikembar.
" Walaikumsalam ".
Sesampainya di asrama ada Nita dan Firda.
" Assalamu'alaikum ".
" Walaikumsalam "salam
" Masyallah anak-anaknya Gus Arsha? ganteng dan cantik banget".kagum Firda.
"Bibit unggul Gus Arsha emang gak pernah gagal, gak dapet bapaknya bisa kali ya dapetin anaknya" celetuk Nita.
Nazwa dan Firda tertawa mendengar ucapan Nita.
"Pedofil lo nit".
" Abisnya susah dapetin Oppa-oppa kayak Gus Arsha apa perlu gue pake jurus semar mesem atau jaran goyang biar makin kesemsem sama gue".cuit Nita menghalu.
"Jangan banyakan terlalu bermimpi nanti kesell sama realita Nita" ledek Firda.
"Lo beruntung banget naz, bisa dekat sama Gus Arsha lo daebak besti".
"Ah.. lo berlebihan gue gak deket sama bapaknya tapi sama anak-anaknya".
"Kenapa gak coba deketin bapaknya? Gus Arsha tampan, notabene mapan beriman".
" Emang sihh.. tapi ya pakailah prinsip sadar diri agar tidak terjungkal oleh ekspektasi ".ucap Nazwa.
Firda mengangguk " Bener Naz, kalem aja, masih aja Gus Gus lain kayak Gus Arayyan dan Gus Abizan ".
" Tapi kok gak pernah liat Gus Abizan ya".tanya Nita.
"Kan lagi dikairo ".
Sedangkan Aqila menyadari jika Arka dan Zura sedang bersama Nazwa, Aqila kini berjalan bersama Zyana menuju nDalem.
"Kapan dateng Zy? ".
" Baru aja nyampe tapi mau ketemu Kaka, Rara katanya lagi sama Nda nya? ".
" Nda? ".
"Iya yang dimaksud Nda itu Nazwa? " ucap Zyana.
"Tapi sikembar kalo sama saya cuek banget, Zy? ".
"Gak tau aku kalau masalah itu, Qil".