
"Lusa kita bulan madu ya".ucap Arshaka.
Zara terkejut mendengarnya" bulan madu? Kemana, Mas? Kok dadakan banget? ".
Arshaka tersenyum" kerjaan ku lagi renggang jadi sekalian cuti 2 minggu b, cukupkan 2 minggu bulan madu? ".
" Tapi kemana? ".
" Kamu maunya kemana? ".
" Kemana ya? Aku pengen nya di pulau Jawa aja, Mas.Terus kita naik mobil, tapi kalau naik mobil kamu nya kasihan capek nyetirnya".
"Pulau Jawa naik mobil? Bandung? Jogja? Malang? ".
" Bali? kalau naik mobil kita nyebrang pake kapal?".
"Iya kita ajak Pak Dodi untuk ganti gantian nyetir sama aku gimana? ".
" Terus jadinya kemana? ".
" Itu, Bandung, Jogja, Malang, Bali ".
Zara membelalak mata" Semuanya? ".
"Hm, sayang selama 2 minggu kita ke 4 kota tersebut, 3 hari pertama di bandung, 3 hari berikutnya di jogja, 3 hari berikutnya di malang, sisa nya kita ke Bali setuju? ".
" Tapi Pak Dodi ikut, pondok gimana? ".
" Aku bisa minta tolong pengurus lain mengantar jemput orang pondok kalau ada keperluan ".
Zara menggeleng " jangan deh, Mas. Biarin Pak Dodi di pondok aja, kalau ikut kita juga kasihan, masa 2 minggu cuma nyetirin kita aja? Kita naik kendaraan umum aja, gimana? ".
" Gini deh, ke Bandung biar dianter pal Dodi selebihnya aku nyewa mobil gimana? ".
"Yaudah gitu aja, tapi Mas boleh gak kalau aku beli barang-barang keperluan bulan madu".
" Kamu mau beli apa? ".
" Kamera, aku mau beli kamera buat abadi'in momen kita nanti, boleh kan Mas? ".
Arshaka terkekeh " boleh kamu abadikan momen perjalanan kita, tapi kalau masuk kamar, kameranya harus disimpan ya".
Zara ikut tertawa mendengarnya "pikiran kamu loh, Mas! ".
Arshaka tersenyum mengusap pipi Zara " besok kita beli kamera dan beberapa kebutuhan untuk bulan madu".
Zara mengangguk menyandarkan kepalanya di bahu Arshaka semakin mengusap wajahnya.
"Ra? ".
" Hm.. ".
"Boleh kalau, Mas ingin lagi? ".
" Ingin lagi apa? ".
"Yang semalem, kamu masih sakit? ".
"Udah gak sakit, Mas. kamu mau lagi? ".
" He'em".
"Boleh".
Arshaka tersenyum mendengarnya ia mendekati wajah Zara dan menautkan b***r nya dengan lembut.
Arshaka belum melepaskan pangutannya, tak menghiraukan ketukkan pintu tersebut.
Tok tok tok...
keduanya berhenti dan Arshaka melepas nya menghela napas pasrah nya melirik pintu.
"kenapa, Zy? ".tanya Arshaka dari dalam.
" Ada Aqila dibawah mau bertemu Bang Shaka".saut Zyzy.
Arshaka dan Zara keluar tangan keduanya tergenggam erat Arshaka tak melepaskan tangannya membawa Zara ke atas pangkuannya. keduanya menatap Aqila gadis itu melirik sekilas genggaman tangan Arshaka dan Zara lalu menatap Arshaka dengan senyuman merekahnya.
"Bang Shaka apa kabar? ".tanya Aqila.
" Alhamdulillah baik".
"Maaf ya kalau Aqila tiba-tiba kesini udah lama Aqila gak main kerumah Bang Shaka, tadi sekalian Aqila habis visit kampus, pulangnya kesini deh,nanti dijemput Papa".
Aqila mengedarkan pandangannya menatap dinding yang terpanjang lukisan nya" Bang bukannya itu lukisan Aqila yg buatkan? ".
Arshaka dan Zara ikut menatap lukisan itu" Iya ".
" Kok bisa disitu, kan waktu itu Aqila minta lukisan nya dipajang di kamar Bang Shaka? ".
" Kebetulan Abang belum malu dinding kamar lagi, jadi paku yang ada didinding kamar untuk menaruh foto pernikahan Abang, lukisan dari Aqila dipindah kesini".
Aqila mengangguk paham "Ekhemm! Haus ya".seru Aqila.
" Biar aku buatin minum, Mas sebentar ya aku kedapur ".ucal Zara.
"Gak usah sayang biar aku aja".
" Engga mas gapapa kok biar aku aja sebentar ya Aqila ".
Zara beranjak menuju dapur untuk membuatkan minuman meninggalkan Arshaka bersama Aqila berdua.
" Sebelumnya, lukisan Aqila dipajang dikamar Bang Arshaka bahkan setelah menikah masih terpajang, tapi entah kenapa semalam Bang Shaka mindahin lukisan itu? ".zara bermonolog
Zara menoleh, Arayyan memasuki dapur dan ikut membuat minuman disebelah nya.
" Itu artinya sebelumnya Bang Shaka memiliki perasaan dengan Aqila, tapi karena kehadiran kamu semuanya berantakan ".
" Arayyan ".zara berbalik tubuh menghadap Arayyan.
" Aku gak ngerti kenapa kamu sampai Sebenci itu sama aku?jauh sebelum aku deket sama Mas Caka sampai sekarang aku udah menjadi kakak ipar kamu, tapi kamu gak suka sama aku? ".
" Kamu nanya? pengen tau kenapa? ".
" Kenapa? ".
"Karena kamu gak pantas menjadi kakak ipar saya".desis Arayyan sebelum berlalu dari hadapan Zara.
Zara menghela napas kasar, kembali melanjutkan membuat minuman untuk Arshaka dan Aqila.
...****************...
Huhft... benci banget sih kamu Yan?
Sabar ya Zara menghadapi Arayyan yang songong ituπ€π€π€
Dukung terus ya Arshaka habis chapter ini Arshaka dan Zara akan bulan madu, simak keuwuan mereka yaππ»ππ»ππ»ππ»ππ»π€£π€£π€£π€£