ARSHAKA

ARSHAKA
Beruntung



"Come on, Princess".


Zara mengambil kue itu dan bangkit Arshaka pun merangkul pinggangnya dan keduanya berjalan mendekati Abizan " Hey".ucap Arshaka menepuk kepala Abizan. ia terkejut membuka mata karena Arshaka dan Zara sudah berada dihadapan nya, segera ia berlari masuk kedalam rumah kayu.


Arshaka dan Zara terkekeh melihatnya, pria itu mengecup singkat bibir Zara dan mereka ikut kedalam rumah kayu.


...****************...


"Besok Zyzy dan Bang Arayyan wisuda".ucap Zyana.


"Setelah itu Bang Arayyan nikah".


" Nikah? sama siapa? Yan. kamu punya calon".


"Ah, Bang Shaka pura-pura gak tau, itutuh perawat cantik".ledek Zyana.


Arayyan menyentil kening Zyana" ngawur kamu kalau omong ".


" Ih, kapan donk nikahnya? Zyzy mau nikah harus nunggu Bang Arayyan nikah dulu".ucap Zyana.


"Kamu memang nya udah ada calon? ".tanya Zara.


" Gus mana, Zy? ".tanya Arshaka


Zyana mengulum senyum" harus Gus? ".tanya Zyzy.


Arshaka menganggukkan kepala, membuat Zyana kembali protes" Zara bukan Ning tapi bisa nikah sama Bang Shaka? ".


"Karena keturunan itu menurun pada pria, jadi kalau seorang Gus menikah dengan bukan Ning tidak menjadi masalah, contohnya Abba dan Umma kita tetap mengikuti garis keturunan Abba bukan Umma".jelas Arshaka.


" Ya Alloh kenapa Zyzy harus jadi Ning? ".keluh Zyana.


" Siapa yang kamu taksir? ".tanya Arshaka tanpa basa-basi.


" Ehmmm kakak tingkat Zyzy, tapi dia juga Dokter bedah, umumnya 2 tahun diatas Zyana ".jelasnya.


"Kamu yakin? kalau dia bukan Gus, maka keturunan mu nanti bukan Gus dan Ning".


" Abang, Zyzy udah suka sama dia dari masuk kuliah awal, Zyzy pendem hampir 4 tahun, Bang".


"Kalau begitu suruh dia temui Abang".ucap Arshaka.


" Abang".lirih Zyana.


Bagaimana Zyana meminta seseorang pria yang ia sukai untuk menemui Arshaka sedangkan pria itu tidak mengetahui jika Zyana menyukai nya.


"Kita foto yuk".ajak Abizan.


mereka semua berfoto bersama di meja makan.


...----------------...


"Selamat Kak Arayyan".


" Terimakasih ".


seorang gadis baru saja datang membawa sebuket bunga memberikan selamat untuk Arayyan dan menyerahkan sebuket bunga tersebut, Arayyan tak bisa menolak ia menerima bunga tersebut.


"Kak Arayyan boleh sekali aja kita foto bareng, kita gak pernah foto".


" Tapi--".ucap Arayyan terpotong oleh Zyana.


"Boleh-boleh tapi jaga jarak ya".ucap Zyana memotong perkataan Arayyan.


" Ayo biar Zyzy fotoin".


Gadis itu menyerahkan ponselnya pada Zyana sedangkan Arshaka dan Zara mundur dia langkah membiarkan Arayyan foto bersama gadis itu.


"Satu dua ti-- oke, udah".


"Terimakasih, Kak Zyana".


" Sama-sama ".


" Yaudah kak Arayyan saya pamit ".ucap gadis itu ramah memberikan senyuman ramahnya pada Arshaka, Zara, Zyana, Abizan dan terakhir pada Arayyan.


Melihat gadis itu sudah berlalu pergi Zyana menyenggol bahu Arayyan dengan keras" cieee... udah gas terus jangan sampai ditikung orang".ledek Zyana.


" Hmmm... dia Latifah Klara bisa disapa suster Lara,suster magang di rumah sakit waktu Zara melahirkan ".


" Ohhh... itu toh rupanya".ucap Zyana.


"Kenapa gak diajak pulang bareng aja".


" Gak kita belum muhrim ".


" Ehmmm, tapi calon suaminya, ya".ledek Zyana lagi.


"Ck.. gak jelas kamu".


Arayyan berlaku meninggalkan mereka , lalu menemui teman-temannya yang lain Sedangkan Zyana merasa senang mengetahui jika seorang perempuan yang disukai Arayyan.


Sehabis makan malam bersama mereka berkumpul diruang keluarga Abizan sudah lulus dari pesantren dan memutuskan melanjutkan pendidikan aliyah formal, Arayyan sudah menjadi pengacara sedangkan Zyana melanjutkan pendidikan profesi atau kaos selama 2 tahun, Zara baru selesai mencuci piring, hendak kembali berkumpul diruang keluarga tetapi terpaku pada sebuah figuran yang terdapat dimeja.


Ya figuran Abiyan dan Zea, Zara mengambil figura tersebut difoto itu Zea tengah mengandung Arshaka senyum Zara terbit melihatnya.


"Assalamu'alaikum, Umma terimakasih telah melahirkan anak anak hebat seperti mereka, Abba terimakasih telah mendidik mereka menjadi anak anak yang hebat".


Zara melihat foto didinding yang cukup besar, terdapat foto Arshaka, dirinya, Arayyan, Zyana, Abizan juga Arka dan Zura yang berada di gendongan Arayyan dan Zyana, foto diambil ketika ulang tahun Arshaka mereka yang berada dirumah kayu.


"Kok masih disini? ".tanya Arshaka.


" Gak sengaja liat foto Umma dan Abba ".


Arshaka ikut menatap figuran yang berada ditangan Zara" i miss them".


"Mereka juga merindukan kalian".ucap Zara.


" Umma dan Abba pasti bahagia karena sekarang keluarga kita baik-baik aja".ucap Arshaka.


"Umma dan Abba pasti bangga sama kamu, karena kamu berhasil menjadi pengganti umma dan Abba untuk adik-adik kamu, kamu berhasil mendidik adik-adik kamu, membimbing adik-adikmu,kamu menjadi pemimpin pesantren keluarga kamu, mengurus semuanya sendiri".


Zara menaruh figuran itu kembali lalu memutar tubuhnya. Mengalungkan tangannya pada leher Arshaka ia menguap belakang kepala Arshaka dengan lembut"Liat itu".Zra menoleh kearah adik-adik iparnya membuat Arshaka ikut menoleh.


Terlihat Arayyan, Zyana, Abizan tengah bermain bercanda gurau pada Arka dan Zura mereka sedang tertawa bersama.


"Dulu Arayyan pernah bilang dia gak akan menerima kehadiran aku sekalipun aku memberikan keturunan untuk keluarga ini. Tapi kamu liat sekarang Arayyan, dia menjadi orang yang paling bahagia dengan kehadiran Arka dan Zura".


Arshaka tersenyum benar apa yang Zara katakan.


" Secepat itu Alloh membolak-balikkan hati manusia, Ra".


"Aku adalah seorang anak yang kurang kasih sayang orang tua, kurang mendapatkan kehangatan keluarga, tapi Alloh mentakdirkan aku untuk hadir ditengah-tengah keluarga Malik, mendapatkan kasih sayang dari kamu, suami ku, mendapatkan kehangatan keluarga dari mereka adik-adik iparku aku merasa menjadi paling beruntung didunia ini, Mas, Aku menjadi bagian dari keluarga kalian keluarga Malik ".


" Mas, kalau aku pergi duluan, jaga diri kamu ya".


Senyum Arshaka memudar tergantikan dengan kedua alisnya mengkerut "aku gak bisa, aku gak bisa tanpa kamu, Ra. Kenapa kamu bilang begitu?".


Zara tersenyum dan menggeleng " gak, entah tiba-tiba aku cuma mau bilang kayak gitu".


"Terimakasih Gus, terimakasih Mas Caka, Om Caka, Aku mencintaimu, I love you ich iiebie dich, saranghae, anauhubbuka fillah,zauji".


Arshaka kembali tersenyum menyatukan keningnya dengan kening Zara" ana uhibukki fillah, Zaujati ".


Drt... drt.


Arayyan mengambil ponselnya yang bergetar mengernyit pesan masuk terdapat dari Arshaka.


Bang Shaka


jangan naik keatas sampai jam 10.


Arayyan terkekeh menggeleng kecil ia tau maksud dari pesan Arshaka.


...----------------...


Maaf kan Arshaka dan Zara hanya mereka lah yang tahuπŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ€­πŸ˜†


Dukung terus Arshaka ya sampai akhir cerita dijamin deh bakal ada bawang Bombay nya😁😁😁😁😁😊.


Giveaway pasti ada di penghujung cerita jadi jangan bosen pantengin Arshaka ya, Arshaka dan Zara hanya karangan semata-mata bukan realita ya, 😊😊😊😊😊Staytune terus Arshaka. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»88