
Zyana menghela napas, ia memeluk adiknya dan mengusap lembut.
...----------------...
Setelah Zyana menenangkan Abizan,Zyana menuju ke ruang pimpinan pesantren untuk menemui Arshaka.
"Abang".
" Zy? kok tiba-tiba kesini ga ngabarin dulu? Ada apa? ".
" Tadinya Zyana kesini karena kangen Abang dan Bizan mau ketemu kalian dan mau ketemu Zara, tapi ternyata zara udah ga disini ".
"Iya dia udah ga disini"
"Kenapa Bang? Bang Shaka tega keluarin Zara? ".
" Dia udah melanggar aturan dan mencoret nama baik pesantren Darussalam, Zy".
"Oh, ya? emangnya abang yakin dia melakukan itu? ".
" Kamu ini kenapa? Tiba-tiba dateng marahin Abang, soal Zara dikeluarin? ".
" Jelas ZYzy, marah sama Abang, Zara temen Zyzy dan temen Bizan, Zara ga mungkin melakukan itu".
"Tapi rekaman CCTV jelas kalau seorang santriawan menggendong dia ke gudang. Mereka berdua di gudang ga mungkin mereka ga melakukan apa-apa".
"Abang pernah berpikir kalau Zara ternyata dijebak? Engga kan? Abang langsung keluarin dia gitu aja dari pesantren. Abang kan tau, dia ga punya siapa-siapa dia tinggal dimana? Gimana keadaan dia sekarang? Abang tau Zara ga punya siapa-siapa! ".
Zyana menatap Arshaka dengan tatapan sedih" kalau Abang masih gak percaya sama Zara, Zyzy yang akan cari Zara! ".
Gadis itu berlalu dari hadapan Arshaka membuat Arshaka hendak mengejar namu ponsel nya berbunyi Arshaka mengangkat nya.
" Walaikumsalam, ada apa Om Fahri? ".
" Arsha nanti malam kamu ada waktu? Om dan tante pengen mengajak kamu, Arayyan, Zyana, Abizan. untuk makam malam bersama dirumah Om dan tante ".
" InsyaAllah bisa Om, jam berapa? ".
...----------------...
Hingga sore Zyana tak henti-hentinya mencari Zara, ia sudah berkeliling dikawasan perumahan neneknya dan ke makam neneknya, tetaplah ia tak menemukan Zara, ponselnya berdering untuk kesekian kalinya ia pikir dari Arshaka karena sudah 68 kali Arshaka menghubungi nya namun kali ini Arayyan menelponnya segera Zyana mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum, Zy kami dimana? ".
" Walaikumsalam, Zyzy lagi diluar ada apa, Bang?".
"Kami kapan pulang? tadi om Fahri telpon katanya ngajak kita makan malam bersama dirumah nya merayakan kelulusan Aqila".
" Iya tapi Zyzy lagi ada urusan, Bang".
"Zy, kamu tau kan? keluarga om Fahri itu baik dulu mereka yang merawat kita, masa kamu gak bisa hadir untuk makan malam? ".
" Jam 8 malam kamu pulang sekarang aja untuk siap-siap ".
"Gak usah Bang nanti Zyzy langsung ke sana aja, Zyzy tutup dulu ya telpon nya ada urusan Zyzy belum selesai, Dah Bang" Assalamu'alaikum ".
" Walaikumsalam ".
Zyzy memutuskan sambungan, dan menyimpan ponselnya kembali menjalankan mobilnya untuk mencari Zara lagi" Aku yakin aku bakal nemuin kamu, Zar".gumam Zyzy.
...----------------...
Abizan yang sudah selesai menghampiri kedua kakaknya, yang sudah menunggu.
"Sudah selesai? ".tanya Arshaka.
Abizan hanya mengangguk" Bang Ray, kak Zyzy mana ".Bizan bertanya pada Arayyan.
" Zyzy lagi ada urusan katanya, nanti dia langsung nyusul kerumah Om Fahri dan Tante Cika".
Abizan mengerti ia tahu urusan apa yang dimaksud Zyzy, gadis itu tengah mencari Zara.
"Yaudah kita langsung berangkat, yuk, Udah hampir jam setengah delapan".
Mereka menaiki mobil yang dikemudikan Arayyan menuju rumah Fahri. sudah lama mereka tak mengunjungi rumah itu, terakhir sebelum Fahri, Cika dan Aqila ke Singapura.
Sesampainya mereka masuk kedalam disambut oleh tuan rumah terdapat Aqila yg terlihat cantik.
"Hai, Bang Shaka? Bang Arayyan, Bizan? ".
" Hai, Qila selamat atas kelulusan, you looks beutiful tonight ".puji Arayyan.
"Terimakasih, Bang Arayyan.
" Selamat ya, Aqila ".ucap Shaka.
" Iya terimakasih, Bang Shaka ".
Abizan memberikan senyum tipis pada Aqila" Selamat kak".
"Makasih, Bizan".seraya mencubit pipi Abizan.
" Bukan muhram".
"Ah, Sekarang Bizan udah besar ya, udah baligh pasti makannya ga mau disentuh sentuh".
" Hm.. kata Umma, laki-laki kalau udah 12 tahun otomatis udah baligh, jadi Bizan ga bisa bersentuhan lagi sama perempuan ".
" Pinternya anak Umma".saut Cika.