ARSHAKA

ARSHAKA
Cinta pertama



"Jangan menyangkal jika kamu memang menyukai Zara. tante bisa melihat sikap kamu pada Zara berbeda dengan sikap kamu pada wanita lain, Sekalipun Aqila anak tante".


" Arshaka, Zara adalah seorang gadis yang sudah Allah takdirkan untuk keluarga kalian, Dulu memeng tante berharap agar kamu bisa bersama Aqila, karena kelihatannya Aqila menyukai kamu.Tapi setelah tante lihat kamu menyayangi Aqila sama seperti kamu menyayangi adik-adik mu, Hanya sebatas itu, tante tidak menyuruh mu menyukai Aqila, biarkan Aqila tumbuh dewasa terlebih dahulu tapi tante minta berikan sedikit jarak antara kamu dan Aqila, agar kamu tidak terkesan memberikan harapan pada Aqila".


"Gadis yang kamu sukai adalah Zara maka kejarlah Zara sampai kamu mendapatkan nya, Bawa dia kedalam kehidupan kamu, Dia gadis yang kurang mendapatkan kasih sayang orang tuanya, gadis kesepian karena tidak memiliki siapa-siapa sedangkan kamu sempat merasakan kasih sayang orang tua dan memiliki saudara-saudara yang saling menyayangi kehangatan keluarga hanya itu yang Zara butuhkan Arshaka".


Cika menepuk bahu Arshaka lalau beranjak berdiri"Tante pamit, ya. Tante hanya ingin mengingatkan kamu jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya, video CCTV itu akan Tante kirim ke kamu, siapa tau kamu membutuhkannya ".


Setelah kepergian Cika, barulah Arshaka bisa menangis, Ia menangis terisak mengapa dirinya sangat bodoh?


" Umma, Abba. Maafin Abang udah mengecewakan kalian ".lirih Arshaka


...----------------...


Saat ini kondisi Zara sudah membaik dan diperbolehkan untuk pulang, Zyana akan membantu Zara.


" Zy, aku mau ketemu Arayyan untuk berterimakasih ".


" Nanti aku coba bilang Bang Arayyan, Zar? "


"Terimakasih, Zy".


" Yaudah ayo kita pulang kamu tinggal dimana? ".


"Dikontrakkan, Zy, karena rumah nenek udah di kontrakin ke orang, ga mungkin kan aku ngusir penghuninya".


" Hp mu juga aku telfon ga aktif kenapa, Zar? ".


" Aku jual buat bayar kontrakan dan makan sehari-hari aku juga lagi usaha cari pekerjaan buat bayar kontrakan bulan depan "


"Bukanya rumah nenek kamu di kontrakin terus kenapa harus jual HP? ".


" Uang dari kontrakan rumah nenek itu dipegang sama rante Kintta kontrakan rumah itu dibayar satu tahun sekali bukan bulanan, biasanya tante ngasih uang bulan ke aku tapi kemarin aku ga ngabarin tante kalau aku dikeluarin pasti tante kecewa, jadi aku berusaha untuk tutupin ini semua dari tante dengan ga ngasih kabar ".


" Ya ampun, Zar. aku minta maaf kamu jadi kesusahan gini karena dikeluarkan dari Pesantren, tapi aku bakal bilang ke Bang Shaka lagi kalau kamu ga bersalah ".


Zara tersenyum kecil " ga usah ga apa-apa, Zy. Gus Arsha juga ga akan mau ketemu aku".


"Engga, Zar aku yakin sebenarnya Bang Shaka peduli sama kamu, 4 hari terakhir dia nanya kabar kamu ke aku, mungkin emang belum siap ketemu kamu, tapi aku yakin Bang Shaka ga membenci kamu".


Zara terkekeh" udah, Zy. mending kita pulang yuk".


Keduanya beranjak keluar ruangan inap memasuki lift untuk membawa mereka ke lantai dasar menuju instalasi farmasi terlebih dulu.


"Kamu nunggu disini aja, biar aku yang ambil obatnya".ucap Zyana menuju meja farmasi sedangkan Zara duduk di kursi.


" Zara".


Zara menoleh ia terkejut melihat seorang pria yang sangat ia kenali kedua matanya tiba-tiba berkaca-kaca, pria itu menghampiri Zara dan menggenggam tangan Zara


Zara mengeluh kecil, air matanya sudah tumpah ia berusaha tegar.


"Zara".


" Zara, ini obatnya harus kamu abisin supaya ka--".


Perkataan Zyana terhenti ia menatap bingung g Zara yang menangis tanpa suara dan ada seorang pria menggenggam tangannya.


"Mohon maaf, Bapak siapa, Ya? ".tanya Zyana.


Zara beranjak mendekati Zyana" Zy, ayo kita pergi".


"Zara jangan menghindari Papa, Nak. Papa kangen kamu".


Langkah Zara dan Zyana terhenti, Zyana terkejut mendengar perkataan pria tersebut.


" Zara.. ".Vano mendekati Zara menangkup wajah Zara membuat Zara menepis nya.


" Zara? ".bingung Zyana.


"Papa mohon ingin bicara sama kamu".


" Zara gak mau bicara sama Papa ".


" Berhenti mengusik hidup Zara! ".


Vano menghela napas, ia memeluk tubuh Zara membuat Zara memberontak.


" Zy, tolong ".


" Om, maaf, Om. Tapi Zara ga mau jangan dipaksa Om".


"Lepasin Zara atau saya teriak".geram Zara.


" Zara.. maafin Papa".


"Lepas! ".


" Om, tolong lepasin Zara, Zara baru pulih, jangan sampai Zara kembali drop".


Vano melepaskan pelukan nya lalu menatap Zyana dalam-dalam, mata itu mengingatkan Vano pada wanita yang ia kagumi dan ia cintai sejak kuliah.


"Kamu benar-benar mirip ibumu".


Zyana mengernyit bingung" maaf Om, kenal dengan ibu saya ".


" Sangat, bahkan lebih dari kenal, Zea adalah cinta pertama saya".


Baik zyana dan Zara sama-sama terkejut dengan penuturan Vano. Cinta pertama?.


...----------------...


Vano menyukai Zea saat kuliah namun Zea tak menganggap Vano, karena Zea sudah mempunyai suami yaitu Abiyan.


Dukung terus ya, 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻