ARSHAKA

ARSHAKA
Adil



Pukul 8 pagi Zyzy sudah berada di pesantren, gadis itu sudah sangat siap menemani Arshaka dan Zara hari ini, terlihat Zyana adalah orang yang paling bahagia setelah Abizan karena kakaknya menikah dengan temannya sendiri.


"Pagi calon kakak ipar".


" Zy? Kok pagi-pagi udah disini? kamu gak kuliah?".


" Khusus hari ini aku bolos kuliah sekali, demi nemenin Abang Ku dan kakak ipar ku fitting baju sama beli seserahan! ".


Zara menghela napas" masa karena itu, aja kamu harus bolos kuliah? jangan Zy. mending kamu kuliah aja sekarang ".


"Apa kamu bilang? karena itu aja? itu aja yg kamu maksud itu penting banget untuk aku, Zar. Dari dulu aku selalu bilang sama Bang Shaka kalau nanti Bang Shaka nikah aku mau ikut bantu persiapan pernikahan Bang Shaka, Dan syukurnya calon istri Bang Shaka adalah kamu sahabat ku sendiri".


" Yaudah deh terserah kamu".ucap Zara pasrah ia hendak berlaku tetapi Zyzy segera menahan tangannya.


"Kamu mau kemana? Sebentar lagi kita pergi tunggu Bang Shaka dulu katanya dia lagi meeting sama Dewan Pesantren".


" Aku mau ke kamar mandi sebentar, Zy".


"Yaudah jangan lama-lama, Zara Bang Shaka sebentar lagi selesai"Zara mengangguk ia berlalu menuju kamar mandi meninggalkan Zyzy yang berjalan menuju ruang pimpinan Pesantren menunggu Arshaka dan Zara.


...Zyzy menghubungi Cika ia mengatakan jika akan mengajak ikut membeli seserahan....


...**Assalamu'alaikum tante"....


*Walaikumsalam salam ada apa Zyana? ".


*Hari ini Zyzy mau temenin Bang Shaka sama Zara fitting baju, abis itu mau beli seserahan, Tante Cika dan Aqila ikut ya.


*Jam berapa?


*Mungkin sekitar jam 1siang tan.


*Oke nanti tante dan Aqila nyusul ya kabari aja kalau kalian udah selesai fitting.


*Siap ,Tante.


Sambungan terputus oleh Zyzy.


...----------------...


Arshaka memijit kepalanya yang terasa pening mendengar perdebatan Zyana dan Zara perihal model baju pengantin Zara.


"Yang ini lebih bagus, Zara! Elegan gitu loh, pasti kamu cantik banget pakai model kayak gini'.


" Aku lebih suka yang ini, Zy. lebih simple ga ribet, aku ga suka yang banyak manik-maniknya begitu".


"Bagus Zara, berkelas gitu".


" Norak zy".


"Apanya yang norak, Zara? serius deh lebih bagus ini".


" Ini yang mau nikah aku atau kamu sih, Zy? ".


" Ya kamu lah, masa aku nikah sama Abang ku".


"Nah, kalau gitu terserah aku".


"Loh mana aku tau kok tanya aku? tanya Abang kamu tuh! ".


Keduanya menatap Arshaka yang terlihat sudah pasrah" terserah kalian ".


" Oke, Mba, saya mau yang model ini aja, ya".ucap Zara pada penjual butik. "Baik, Kak. boleh ikut saya ke dalam untuk melakukan fitting? ".


Zara mengangguk beralih menatap Zyana yang tengah memasang wajah kesal " kamu mau ikut ga, Zy? ".


" Gak! gak mau ngapain aku ikut kedalam kalau kamu gak pilih gaun pilihan aku! ".


Zara menghela napas" Zyzy".


"Udah lah terserah kamu aja, Zar! ".


Arshaka menghela napas" Mba, dua-duanya aja saya ambil biar adil".


Baik Zara dan Zyzy sama-sama terkejut mendengar nya"ya ampun jangan, Buang-buang uang aja".ucap Zara.


"Daripada kalian ribut terus! ".


" Gak, udah gak usah, aku ambil yang pilihan zyzy aja".ucap Zara mengalah.


"Jangan kamu juga punya pilihan sendiri saya ambil dua-duanya kamu bisa pakai yang model kamu pilih untuk akad, sedangkan yang Zyzy pilih untuk resepsi. Selesaikan? ".


" Tapi--".


"Setuju aku setuju sama Bang Shaka, Oke deh kalo gitu, ayo kita kedalam buat fitting".ucap Zyzy.


Zara menghela napas pasrah mengikuti Zyana dan pegawai butik.


Selama hampir satu jam, mereka telah selesai Zara dan Zyzy kembali keluar dan duduk disofa bersama Arshaka.


" Udah hampir jam 11 kalian mau makan siang dimana? ".


" Abang bukannya ada urusan? ".


Arshaka mengangguk" sekitar jam 1.hadi masih ada waktu makan siang dan mampir sholat dulu, setelah itu abang antar kalian ke mall".


"Zyzy udah janji tante Cika dan Aqila untuk temenin Zara beli seserahan sekitar jam 1 dimall".


" Hm.. bagus nanti abang antar kalian dan jemput ".


Zara terdiam matanya menatap dua orang perempuan yang tengah dibutik memilih gaun pengantin.


sedangkan Arshaka menoleh Zara" You know if you are a strong girl, right".


Zara tersenyum mengangguk kepala "of course".


" Pak Arshaka? Silakan ke kasir, Pak".


"Iya mba".


Arshaka beranjak menuju kasir untuk membayar pesanan baju pengantinnya dan Zara.