
Pukul 4.45pagi suara lembut masuk di indera pendengaran Zara, wanita itu merasakan sentuhan lembut diwajahnya.
"Ra".
" Bangun, sayang ".
" Hmmm ".
Arshaka tersenyum menatap wajahnya yang menurutnya sangat menggemaskan " sudah mandi saya, Sebentar lagi Adzan subuh ".
Zara mengerucutkan bibirnya" sakit ishh perih , kaki aku gak bisa gerak".
"Kamu berendam air hangat, ya? Aku siapin air hangat, kamu bisa langsung mandi dan berendam. Tapi jangan lama-lama kita shalat subuh berjamaah".
" Mas.. boleh gak kalau aku sholat nya dikamar aja? kayaknya aku belum bisa jalan dengan normal deh".
"Hm.. yaudah. Setelah mandi dan shalat kamu istirahat lagi ya. Nanti biar aku bawain sarapan kesini".
Zara tersenyum mendengar nya tangannya terangkat mengusap pipi Arshaka" kamu udah mandi duluan ".
" Emangnya kamu ingin apa? Mandi bareng? ".tanya Arshaka membuat Zara malu.
"Aku tinggal kebawa ya? ".
" He'em".
"Kamu mau aku gendong ke kamar mandi atau--".
" Gak usah, Mas aku bisa sendiri kok".
"Oke, aku kebawah, sayang".
Arshaka mengecup bibir Zara singkat lalu beranjak keluar menuju musholla rumah.
Zara terkekeh kecil, ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar membayangkan suasana kamar tadi malam.
Zara menyadari jika lukisan kaligrafi nama Arshaka sudah tidak ada didinding seperti sebelumnya. melainkan foto pernikahan dirinya dan Arshaka. lalu kemana lukisan itu?
Zara menyibak selimut nya, semalam ia memakai kaos kedodoran Arshaka yang digunakan pria itu tadi malam selepas shalat witir.
Saat ingin beranjak kakinya terasa kaku, tetapi sebisa mungkin Zara menahan rasa sakit itu.
Zara berhasil berdiri namun melihat sprei ranjang sudah tak beraturan dan terdapat noda darah disana.
Zara kembali membayangkan jika dirinya sudah menjadi milik Arshaka seutuhnya dan Arshaka milik Zara seutuhnya.
...****************...
Adzan sudah berkumandang Arshaka, Arayyan, dan Zyana hendak shalat subuh. Tetapi Zyana menahan Arshaka yang memulai shalat.
"Bang, Zara kemana? ".
" Zara shalat dikamar, sedang tidak enak badan".
"Zara sakit? Ya ampun ya udah deh abis shalat Zyzy buatin bubur untuk dibawa ke kamar Zara".
" Gak usah, Zy. Zara cuma sedikit kurang enak badan gak bisa ikut jamaah, Tapi juga nanti baikkan".
"Ayo mulai shalatnya".
Zyana menghela napas, kembali ke shaf belakang lalu Arshaka memulai nya.
Selesai shalat Arshaka masuk kembali ke kamar nya melihat Zara yang baru selesai shalat dan berdoa, Zara melepas mukena nya dan melipat nya menyadari Arshaka dibelakangnya ia menoleh kebelakang.
"Udah selesai Mas? ".
" Hm. kamu masih sakit? ".
" Udah mendingan, Mas. makasih ya udah siapin air hangat buat berendam ".
Arshaka tersenyum mengusap pucuk Kepala Zara.
" Mau bulan madu kemana? ".
" Eh? Ada bulan madu? Gak usah gapapa, Mas".
"Harus dong".
" Gak usah gapapa mas".
"Hitung hitung berlibur sebelum aku kembali disibukkan bekerja".
" Kamu udah pernah ke Mekkah belum, Mas? ".
" Sudah, kamu ingin ke Mekkah? ".
Zara menggeleng" kamu udah pernah jadi gak usah ".
" Aku ke Mekkah melakukan Umrah 3 tahun yang lalu dan haji 2 tahun yang lalu, sayang ".
" Sama siapa? ".
"Biar aku tebak, kamu yang bayar? ".
Arshaka terkekeh mengusap pipi Zara" kalau kamu ingin ke Mekkah? Biar aku urus, tapi akan memakan waktu beberapa bulan mengurusnya, Kita bulan madu dulu ketempat lain aja gimana?".
"Engga deh, buang-buang uang kamu aja".
" Sekarang, uangku itu uang kamu jadi kamu gunakan untuk apapun terserah kamu, aku gak masalah, asalkan bermanfaat. Kelak harta yang kita miliki akan dipertanggungjawabkan darimana kita mendapatkan harta itu sampai untuk apa harta itu digunakan ".
" Terus yang suka main judi online gimana, Mas? ".tanya Zara ingin tau.
"Ada judi online? ".
" Ada sekarang banyak judi judi online, berkedok investasi taruh saham atau apalah itu. Bahkan ada yang juga main game aja bisa menghasilkan uang, atau klik link gitu".
"Kamu pernah? ".
" Gak pernah, di pondok aja jarang main HP, keluar pondok HP aku dijual, terus sekarang baru ada HP dari kamu".
Arshaka tersenyum mendengarnya "gak usah diikuti yang seperti itu, ya. Judi biasa aja hukum nya haram, gimana yang online. Haram tetap haram, gak bisa ditoleransi".
" Kalau ini haram gak? ".tanya Arshaka mengecup pipi Arshaka.
Arshaka terkejut, tatapi detik berikutnya dengan Arshaka yang sudah memeluk tubuh Zara" kalau itu pahala harus sering-sering agar pahala kamu semakin banyak".
Arshaka dan Zara menuju ruang makan, dengan Arshaka yang sudah rapi akan ke Pesantren keduanya duduk di kursi makan.
"Zara, kata Bang Shaka kamu sakit? ".tanya Zyana.
Zara melirik Arshaka dan menatap Zyana" aku udah baikan kok, Zy".
"Kalu sakit dikamar aja, Zar. nanti aku bikinin bubur".
Zara menggeleng mendengar nya" Gak usah, Zy. aku udah kuat kom ini semua kamu yang masak?".
"Iya tapi pasti gak seenak kamu".
" Yaampun, maaf ya, Zy. kamu jadi masak sendirian, tadi aku mau turun buat sarapan tapi Mas Caka ga dibolehin ".
" Gapapaa, Zar lagipula aku masuk jam 8 kok, masih punya waktu".
"Terimakasih".
Zyana mengangguk" iya, yaudah ayo makan".
Mereka memulai sarapan sudah habis Zara merapihkan piring-piring kotor.
"Biar aku aja yg cuci".
" Zy, kamu udah masak, Aku aja yg cuci piring nya".
Zara menumpuk piring kotor lalu membawanya menuju wastafel dengan berjalan yang sedikit tertatih. "Ekhem! ".deheman Arshaka ketika Arayyan dan Zyana menatap Zara yang berjalan membuat keduanya itu menoleh Arshaka.
" Masuk jam berapa, Yang? ".
" Setengah sembilan ".ucap Arayyan.
"Yaudah biar Zyzy Abang anter, jadi gak perlu bawa mobil sendiri".
" Gak usah, Bang Zyzy bareng Bang Arayyan aja".
"Kalian pulang jam berapa? ".
" Kemungkinan sore, Bang, Jam 3 atau 4 mungkin".ucap Zyana.
"Jam 1 ".ucap Arayyan.
Arshaka mengangguk" Zara dirumah tidak ikut ke pondok, Abang pulang sore, biar nanti sekalian jemput Zyana ".
Arshaka beranjak dari kursinya menghampiri Zara yang tengah mencuci pring di wastafel lalu merangkul nya .
" Ra aku berangkat ya? kamu baik-baik dirumah, nanti Arayyan pulang jam 1.aku dan Zyzy pulang sore".
Zara tersenyum dan mengangguk ia membilas tangannya dan mengeringkan lalu mengecup punggung tangan Arshaka.
"Hati-hati ya, Mas. Aku tunggu dirumah".
Arshaka mengangguk mengecup keningnya dan berlalu pergi, sedih Arayyan menuju kamarnya untuk bersiap-siap dan Zyana menghampiri Zara.
"Ekhemm! Kayaknya udah pecah telor nih!!. Ledek Zyana dengan mengulum senyumnya.
" Zy, Ya Allah kamu... jangan keras-keras kalau didenger Arayyan malu tau".gumam Zara.
...----------------...
Udah ya Zara udah pecah telor🤣🤣🤣🤮🤮🤮.. author udah kasih chapter yang ditunggu-tunggu.
Oh iya habis ini bakal ada yang bikin kita gedek🤭🤭🤭