ARSHAKA

ARSHAKA
Flashback



Flashback


Setelah mengalami banyak sekali rintangan akhirnya Zara bisa hidup tenang dan bahagia, Bahagia memiliki keluarga kecil, senam memiliki suami yang penuh pengertian seperti Arshaka juga memiliki 2 anak yang menggemaskan yang saat ini berusia 2 tahun.


Arka dan Zura sudah berusia 2 tahun, Zara, Arshaka bahkan adik-adik Arshaka sangat menyanyangi Arka dan Zura. Terlebih Arayyan ia sangat memanjakan kedua keponakannya, seperti sekarang ini Arayyan sedang mengajak mereka bergurau sedangkan Arshaka dan Zara hanya memperhatikan saja. Tak menyantka jika Arayyan kini sangat menyayangi kedua ponakan nya, "Gimana keadaan Aqila, Yan? ".tanya Zara membuat Arayyan terkejut menghentikan tawa candaan pada kedua ponakan nya.


" Kenapa nanya begitu? ".


" Kemarin kamu habis jenguk Aqila kan? ".tanya Zara, Arayyan melirik Arshaka, pasti ia tahu tentang Aqila dari Arshaka, jika Arayyan baru menjenguk Aqila.


" Kondisi psikisnya udah membaik kesehatan mentalnya juga semakin membaik bahkan udah mulai menerima keadaan dan ga pernah mengamuk lagi".ucap Arayyan, pria itu membayangkan kembali kondisi Aqila yang ia lihat kemarin.


"Berarti aku udah bisa menjenguk? ".tanya Zara membuat Arayyan dan Arshaka menoleh pada wanita itu.


" Kamu mau jenguk Aqila? ".


" Iya".


"Aku gak akan izinin kamu bertemu dia, Ra".sahut Arshaka.


" Mas, sekali aja, masa gak boleh? aku udah 2 tahun gak ketemu Aqila ".


" Tapi kalau dia menyakiti kamu lagi bagaimana?".


" Pasti saat aku jenguk dia ada polisi yang menjaga atau mungkin kalau emang kamu khawatir, aku bisa minta tolong polisi untuk memborgol tangan dia".


"Ra, dia masih memiliki gangguan mental".


" Kata Arayyan udah membaik kok, bener kan, Yan? ".


Arayyan mengangguk kecil, tetapi Arshaka tetap menggeleng" kalau aku bilang engga, artinya engga, Zara. Kamu--".


"Engga, Mas. Aku gak hamil, kok".


" Bener? udah kamu cek, kita gak pernah pakai pengaman, Ra? ".


Zara mengangguk dan tersenyum" aku didiagnosa gak bisa hamil lagi, kalau kamu lupa, Mas".


"Dokter bukan Tuhan, itu hanya diagnosa, Ra, kamu masih punya rahim".


Zara tak menanggapi perkataan Arshaka justru ia memeluk erat tubuh Arshaka, mencium bahu Arshaka dan memejamkan mata air matanya mengalir begitu saja menangis tanpa suara" Maafin aku, Mas".


...----------------...


Walaupun Arshaka melarangnya menemui Aqila, Zara tetap kekeh menemuinya, tanpa sepengetahuan Arshaka ia menitipkan kedua anaknya pada Zyana berkata jika Zara ingin ke minimarket sebentar, sedangkan Arshaka bel pulang masih berada di pondok, tetapi ternyata taksi yang ia tumpangi berpapasan dengan mobil Arshaka, awalnya Arshaka tak mengetahui jika Zara berada di dalam taksi tersebut, tetapi saat melihat bagian belakang taksi ia melihat istrinya didalam taksi dengan cepat Arshaka memutar balik mengikuti taksi itu yang membawa Zara.


Sesampainya dikantor polisi Zara melapor kepada petugas kunjungan jika ia ingin bertemu Aqila, Zara diminta menunggu selagi petugas memanggilnya.


"Aqila ada kunjungan".ucap polisi tersebut membuka jeruji lalu mengeluarkan Aqila dan memborgol sesuai permintaan Zara.


" Siapa? Kenapa saya diborgol begini? ".


" Permpuan ".


Aqila mengernyit apa mungkin Cika? tetapi tak mungkin saat mengunjungi Aqila, Cika tak meminta Aqila diborgol.


Saat ini Aqila masuk kedalam ruangan kunjungan terkejut melihat bahwa perempuan yang menjenguknya adalah Zara" mau apa kamu kesini?".


" Hey, Aqila, bagaimana kabar kamu".


"Kamu senang melihat saya seperti ini, iya kan? ".