
Zyana menangis ia menatap Arayyan yg terdiam "kalau Abang ga suka sama Zara?ga apa-apa, Bang! Tapi jangan pernah sekalipun Abang bilang Zara orang jahat, karena nyatanya Zara lebih baik dari apa yang Bang Arayyan pikir!. tegas Zyana begitu emosi dengan Arayyan.
...----------------...
Pintu ruang tindakan terbuka muncullah Dokter. terlihat Dokter keluar seraya menghela napas. membuat Abizan dan Zyana mendekati Dokter tersebut.
"Dok, Bagaimana keadaan Zara? ".tanya Zyana.
"Pasien mengalami luka cukup serius ditangannya, untung saja sayatan pisau tersebut tidak mengenai nadinya, Tapi untuk luka tangan pasien sudah ditangani".
" Alhamdulillah".ucap Abizan dan Zyana.
"Tapi mohon maaf, pasien terlalu banyak kehabisan darah, sehingga saat ini membutuhkan 4 kantong darah, Sedangkan stok darah di rumah sakit kami saat ini kosong dengan golongan darah pasien".
" Apa golongan darahnya, Dok? ".tanya Abizan.
" AB+ golongan darah yang sangat sulit ditemukan".
"Saya AB+ Dok, Dokter bisa ambil darah saya".ucap Zyana.
" Zyana kamu mahasiswi kedokteran juga, jangan sampai nantinya kamu kekurangan darah dan kondisi kamu drop".ucap Fahri.
"Zyzy harus tolong temen Zyzy, Om".
" Mohon maaf, Mba. Jika memang Mba adalah orang penting maka kami tidak bisa mengambil resiko yang besar, karena pasien membutuhkan 4 kantong darah ".
"Dok, saya kuat, saya bisa kasih 4 kantong darah saya ke Zara".
" Zyzy, kamu gak perlu donor darah kamu, biar Abang yang mencarikan pendonor untuk Zara".ucap Arshaka.
"Dok, dulu golongan darah saya O seperti Umma, tapi Abba saya AB ada kemungkinan golongan darah saya berubah jadi AB, Dok? ".tanya Abizan.
" Bizan".ucap Cika.
"Bizan harus tolong kak Zara, Tante".
" Biasanya golongan darah bisa berubah-ubah, adek mau cek terlebih dahulu? ".tanya Dokter pada Abizan.
" Boleh, Dok".saut Abizan.
"Engga Dok, jangan adik saya dia masih kecil, Saya aja yang donor darah saya AB, Dok".ucap Zyana.
Arshaka menghela napas, golongan darahnya sama seperti Abizan dan Zea yaitu darah O. Ia tidak bisa mendonorkan darahnya untuk Zara.
" Tapi, Mba? ".
" Gapapa Dokter, saya siap menanggung resikonya, ambil aja darah saya".
"Baik--".
" Ambil darah saya, Dok. Saya juga AB saya saudara kembar Zyana, biarkan saya saja mendonorkan darah saya untuk pasien ".ucap Arayyan.
Mereka semua terkejut dengan perkataan Arayyan.
"Masnya yakin? ".tanya Dokter.
Arayyan mengangguk" golongan darah saya AB, seperti kembaran saya dan Ayah saya dan saya bersedia mendonorkan darah saya".
"Baik kalau begitu, Mas boleh ikut saya untuk menandatangani surat persetujuan sebelum pengambilan darah".
" Baik".saut Arayyan.
Dokter pun berlalu meninggalkan mereka semua di ikuti Arayyan dibelakang nya, mereka menuju ruang Pendonor.
Setelah Arayyan mendonorkan darahnya untuk Zara mereka semua pulang, Arayyan, Zyana, dan Abizan pulang bersama Arshaka kerumah mereka, sedangkan Fahri dan Cika juga Aqila pulang kerumah mereka.
Fahri, Cika dan Aqila menuju parkiran Fahri dan Aqila sudah masuk mobil terlebih dahulu, sedangkan Cika mengurung kan niatnya karena ia melihat seseorang yang sangat ia kenali.
"Sayang, aku mau ke dalem. lagi sebentar tunggu disini, sebentar".ucap Cika pada Fahri.
Cika mengejar pria yang ia kenali " hey! ".
Pria itu menghentikan langkah ia terkejut melihat kehadiran cika.
" Cika? ".
" Iya saya Cika, temennya Zea. Kamu ngapain disini? siapa yang sakit?.
"Istri saya. kamu juga siapa yang sakit? ".
"Tadi anaknya Zea kena rampok, terus ditolong temennya, nah temennya yang menjadi korban".
" Ohh, siapa? perempuan atau laki-laki?
"Perempuan, namanya Zara".
...----------------...
Fahri menghampiri Cika yang tengah berdiri dibalikin kamarnya, ia memeluk Cika dari belakang membuat Cika terkejut dan segera menghapus jejak air matanya.
" Kenapa, sayang? ".tanya Fahri.
" Gapapa ".
" Jangan bohong? kamu nangis ayo cerita kenapa nangis? ".
Cika menggeleng ia menutup wajahnya dengan tangan dan kembali menangis.
" Zea".lirihnya.
"Kamu kangen Zea? ".
Cika mengangguk kecil" Cika belum bisa jaga anak-anak Zea, Bang. Pasti Zea sedih melihat anak-anaknya saling bertengkar kayak tadi? pasti Zea dan Kak Abiyan ga mau anak-anaknya seperti itu, mereka mau anak-anaknya selalu rukun".
"Mereka itu rukun, Sayang. Tapi memang sedang ada sedikit perbedaan pendapat anatara Arayyan dan adik-adiknya".
"Zara.. siapa Zara ? kenapa Abizan dan Zyana sangat menyayangi Zara? Cika bisa liat berapa takutnya mereka kehilangan Zara? samapai mereka berdua rela mendonorkan darahnya, dan bahkan Abizan dan Zyana samapai beradu mulut sama Arayyan sebelumya mereka ga pernah seperi itu, Bang? ".ucap cika.
" Mungkin ada sesuatu didalam diri Zara".
Cika teringat perkataan Abizan tempo hari.
"Bizan, nyaman temenan sama Kak Zara, Bizan merasakan kak Zara seperti Umma saat masih muda".
"Bang, kayaknya ada hal yang harus Cika tanyain ke Zyana".
" Tanya apa? ".
Cika tak menjawab ia membalikkan badannya berhadapan dengan suaminya " semoga Cika bisa membantu mereka menyelesaikan perselisihan ini, do'ain Cika semoga berhasil, Bang".
...Fahri mengangguk sebagai jawaban nya...
...----------------...
Apa yang akan dilakukan Cika???
Tunggu kelanjutan nya🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤