ARSHAKA

ARSHAKA
Ibu sambung



Hari ini Zara menunggu Arshaka pulang dari Pesantren karena saat ini adalah jadwal mereka untuk memeriksakan kandungan nya, selang pukul 5 sore mobil Arshaka memasuki pekarangan rumah.


Arshaka segera menuju kamarnya dilihat Zara sudah bersiap-siap dan rapi.


"Assalamu'alaikum, Bubu".


" Walaikumsalam ".


" Tumben rapi banget? emangnya mau kemana? ".


" Mas Caka lupa? kalau sore ini jadwal kita cek kandungan ".


" Eh iya, yaudah yuk".ucap Arshaka.


Sesampainya dirumah sakit mereka menuju ruang dokter kandungan. Zara diperiksa.


"Bayinya sangat sehat, tetapi mohon maaf Bu, Pak jenis kelamin nya tidak bisa terlihat karena tertutup, mungkin bisa coba lain waktu USG berikutnya".


"Oh.. tidak apa-apa Dok, yang penting istri dan anak-anak saya sehat".ucap Arshaka.


Dokter mengangguk" Bu Zara ada keluhan lain? ".


" Hmm kadang suka merasa gerah panas gitu, Dok".


"Normal itu Bu, memang seperti itu, ketika sudah memasuki trimester 3,Ibu memerlukan suhu ruangan yang rendah dikarenakan suhu tubuh ibu mulai meninggi, terlebih saat ini ibu sedang hamil kembar".


" Dan usianya sudah memasuki 7 bulan 2 minggu, perkiraan lahir 2 bulan lagi, semoga janinnya selalu sehat sampai lahir".


"Aamin".


Setelah itu dokter menulis hasil USG dibuku kehamilan Zara, lalu Zara dan Arshaka menebus vitamin.


" Ra ".


" Hmm".


"Mau kekamar inap dulu? ".


" Mau apa Mas? ".


" Jengukin ibu kamu, dia ingin dijenguk kamu, Ra".


Zara menghentikan langkah nya membuat Arshaka ikut berhenti "kenapa Ra? ".


"Bahkan sampai saat ini aku gak tau gimana wajah istri baru papa".


" Kamu gak pernah ketemu? ".


Zara menggeleng" belum".


"Apa kamu udah pernah ketemu, Mas? ".tanya Zara.


" Belum tapi waktu itu Papa kamu sempat cerita tentang istri dan anaknya ".


Karena Zara hanya diam, Arshaka mengerti, " sayang, kamu harus mengikhlaskan yang udah terjadi aku yakin kamu pasti bisa, kamu ingin membuat Mama kamu bangga, Kan? Ayo aku temani kamu bertemu dengan ibu sambung kamu".


Segera menuju ruang rawat inap, pintu terbuka, Vano terkejut melihat keberadaan Zara dan Arshaka yang berada diambang pintu, dia sangat senang segera memeluk Zara dengan erat.


" Maafin Zara pa".


Vano mengangguk ia menangkup wajah Zara "iya, Nak, maafin Papa juga ya. Papa udah jahat dengan kamu dan Mama kamu, Maaf udah buat kalian menderita".


Vano kembali memeluk Zara kini menatap Arshaka dibelakang Zara" terimakasih, Nak".


Kini melepaskan pelukan nya beralih pada Arshaka "terimakasih, Nak Arshaka".vano menepuk baju Arshaka.


" Sama-sama, Pa".


"Kamu ingin masuk? ".tanya Vano pada Zara.


" Iya, pa".


Vano mempersilahkan masuk keduanya.


"Siapa yang datang, Mas? ".


"Tante".


Wanita itu menoleh kesambet suara, ia tak percaya jika kini Zara anak tirinya ada dihadapan nya" Zara? ".


" Iya tante, ini Zara, salam kenal ".ucap nya seraya tersenyum dan menggenggam tangan nya.


Wanita itu membalas genggam Zara" Lila, nama saya Lila".


"Semoga cepet pulih, Tante Lila".


Mila mengangguk" terimakasih kasih do'anya, sayang. Boleh kalau tante memeluk kamu? ".


Zara melirik Arshaka pria itu mengangguk dan tersenyum membuat Zara mendekati Lila, ia menaikan sedikit brankas Lila sehingga posisi Lila berubah duduk dan Zara memeluknya.


" Zara cantik, cantik sekali. setiap hari Mas Vano selalu menceritakan kamu, sekarang Zara sedang hamil, ya? Boleh Tante mengelus perutmu? ".


" Boleh Tan".


Lila segera mengelus perut Zara merasakan tendang hebat dari perut Zara"dia nendang-nendang".


"Maafkan Tante, sayang sejujurnya tante tidak tahu jika Mas Vano sudah menikah, saat itu Mas Vano menolong tante, lalu kami menikah Siri, sampai akhirnya tante mengandung Bella, barulah Tante tahu kalau Mas Danu sudah mempunyai istri dan anak".


" Tante juga pernah ketemu Mba Hanya, Tante sempat meminta maaf pada almarhumah, Tante juga meminta Mas Vano untuk menceraikan Tante, tetapi justru Mba Hanya tidak memperbolehkan Mas Vano menolak tante dia bilang Mas Vano harus bertanggungjawab atas perbuatan nya, walaupun itu sangat menyakitkan untuk Almarhumah".


"Ternyata yg sakit bukan hanya Mba Hilda melainkan kamu juga, kamu tidak tahu apa-apa menjadi korban dari kesalahan kami".


"Tante, Zara udah mencoba mengikhlaskan semua".ucap Zara


"Terimakasih Sayang, kamu cantik dan baik hati, Bella bangga punya kakak seperti kamu".


Lila memeluk Zara dan perlahan Zara ikut membalas pelukkan nya.


Danu tidak menyangka jika anaknya dan istrinya bisa bersatu seperti sekarang ini, benar-benar seperti mimpi, ia sangat berterimakasih pada Arshaka.


...----------------...


...Dukung terus Kasih Vote sebanyak-banyaknya biar rajin Up tiap hari. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻💋💋😍...