
Zyana dan Abizan keluar kamar Arshaka dan Zara kali ini mereka memutuskan untuk tidur kekamar masing-masing.
Flashback
Zara dan Arshaka masuk kedalam ruang pemeriksaan, Dokter memeriksa tubuh Zara yang sangat lemah.
"Sejak kapan terasa lemas, dan mual seperti ini, Bu? ".
" kalau lemesnya udah 2 hari ini, Dok. Tapi baru drop semalem ".
Dokter tersenyum" saya rujuk ke Dokter kandungan, ya? ".
Arshaka dan Zara berpikir bahwa hamil, karena Dokter umum menyarankan Zara dirujuk ke Dokter spesialis kandungan, tetapi ternyata dugaan mereka salah.
Dokter kandungan baru saja selesai melakukan tes lab dan USG pada Zara ia duduk dihadapan Zara dan Arshaka seraya membaca hasil tes lab.
" Ibu, sejak kapan mual-mual dan merasa nyeri pada perut?".
"Mual-mual baru tadi pagi, Dok tapi sakit nya udah semalem".
Dokter mengangguk" kalau badannya lemas, sejak kapan, Bu? ".
" Sekitar 2 hari yang lalu, saya pikir karena terlalu kecapean ".
Dokter tersenyum tipis" dengan berat hati, Saya harus menyampaikan ini, Bu, Pak. Ibu merasa lemas sejak 2 hari, nyeri pada bagian perut semalam, juga mual-mual, Hasil Lab menyatakan bahwa terdapat tumor jinak dileher rahim Bu Zara Zeavanandiya ".
Deg.... deg
Bagai disambar petir disiang bolong Arshaka maupun Zara benar-benar terkejut akan penuturan Dokter kandungan.
" Tu--tumor? "
"Iya, Ibu. Tapi Ibu dan Bapak tenang aja. ini tumor jinak bukan tumor ganas atau kanker, jadi masih bisa disembuhkan, Asalkan Bu Zara rutin melakukan terapi atas izin Tuhan, Insyallah tumor akan menghilang dan Ibu akan sembuh".
" Astaghfirullah, ya Allah ".gumam Arshaka seraya menggenggam erat tangan Zara yang mulai gemetar.
Zara menelan salvina dengan susah payah terasa sesak hancur harapan nya untuk mempunyai anak.
" Ibu, sebaiknya jangan terlalu kelelep, perbanyak istirahat menjaga pola makan dan rajin berolahraga, rutin checkup ke Dokter ".
"Apakah ini berbahaya untuk istri saya, Dok? bisa mengancam nyawa? ".tanya Arshaka yang terlintas dibenak pikiran nya.
" Tidak, Pak. untungnya Ibu dan Bapak langsung mengetahui jika terdapat tumor jinak dileher rahim Bu Zara, Tumor masih sangat kecil, tapi jika tidak diobati besar kemungkinan menjadi tumor ganas, Saya yakin jika Bu Zara sering terapi dan melakukan operasi maka tumor akan hilang ".
" Ada efek samping jika melakukan terapi, Dok? ".
"Tergantung bagaimana imunitas Bu Zara, jika keadaan kuat maka akan biasa aja tidak ada efek samping tetapi jika imun nya lemah maka bisa menyebabkan beberapa efek seperti mual-mual, pusing, lemas, bahkan pingsan".
Setelah mendengar penuturan Dokter panjang lebar Arshaka pamit pulang, mereka beranjak dan menebus obat Zara, 3 hari lagi Zara akan muali melakukan terapi.
Keduanya memasuki mobil Arshaka fokus menyetir sedangkan Zara hanya memandangi pemandangan di jendela mobil, tangannya berada dipangkuan sendiri ia tak banyak berbicara setelah keluar dari ruangan Dokter.
Zara merasa sangat sedih, mengingat dirinya sakit dan tak bisa memiliki momong seperti ekspektasi nya. Arshaka menepikan mobilnya, meraih tangan Zara untuk digenggaman nya.
Zara menoleh wajah sedih itu sangat menggores hati Arshaka, pria itu menghapus air mata dipipi Zara.
" Kenapa nangis? ".
" Aku sakit, Mas".
"Ra, Allah memberikan sakit, pasti Allah akan memberikan obatnya, kita lewati bersama-sama, ya".
Arshaka menenangkan Zara terlebih dulu sebelum pulang.
...****************...
"Nyusahin".Umpat Arayyan sebelum berlalu dari hadapan Arshaka dan Zara.
Tentunya mereka terkejut dengan perkataan Arayyan bahkan Arshaka sampai mengikuti kepergian Arayyan sedangkan Zyana memeluk Zara dengan erat.
" Zara, jangan sedih kata Dokter kamu bakalan sembuh, Aku dan Abizan bakal mendoakan kamu supaya kamu cepet sembuh ".
" Iya kak, kita ada selalu untuk kak Zara".ucap Bizan.
Zara tersenyum hari mendengarnya disaat Arayyan sangat tidak menyukainya, sedangkan kedua adik iparnya malah sangat mendukungnya.
Arshaka menahan Arayyan tengah berjalan, ia berdiri dihadapan Arayyan dengan tangan menyikap didada.
"Maumu apa, Yan? ".
" Kenapa Abang nikah sama dia? Dari awal Arayyan gak setuju Abang nikah sama Zara, benerkan? Dia penyakitan! ".
" Abang yang menikah dengan Zara, bukan kamu!kenapa kamu yang repot? ".
" Tapi dia gak bisa ngasih Bang shaka anak!! ".
"Apa kamu Tuhan? kamu kah yang mengatur takdir? Kamu Yan?! Siapa kamu? Beraninya kamu berkata seperti itu".tegas Arshaka.
Arayyan berdecak" Abang liat, baru aja 2 minggu jadi istri Abang sudah sakit tumor. Setahun jadi istri Bang Shaka bakal menderita apa? Kanker? ".
Arshaka memicingkan matanya" siapa yang mengajarkan kamu jadi kurang ajar seperti ini, hah!! ".
" Dia istri Abang, sedang sakit, membutuhkan dukungan jangan semakin memperkeruh keadaan membuat dia stres, Arayyan!! ".
" Sekali lagi Abang liat kamu berani bersikap kurang ajar dihadapan Kakak ipar kamu, Abang ga segan-segan memberikan kamu pelajaran! ".
Arshaka berlalu dari hadapan Arayyan lebih baik menemani Zara.
...----------------...
Haduhhh jadi tegang kan konfliknya..
Arayyan kenapa sih kok gitu.. 🤭🤭🤭
Mohon dukungannya ya biar kelar konfliknya 💪💪💪🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤭❤