ARSHAKA

ARSHAKA
Rencana



"Kenapa ustadz?. "


"Saya tidak ingin melihat Ning Zara tersakiti. "


"Tersakiti? Maksudnya? Siapa yang menyakiti dan disakiti? ".


" Maaf, saya tidak sengaja mendengar percakapan Gus Arayyan dan Dik Aqila mereka ingin menyingkirkan Ning Zara".


"Arayyan, Aqila? Kenapa Ustadz bisa mendengar itu? ".


"Saat acara resepsi pernikahan Gus Arsha dan Ning Zara, Dik Aqila tampak frustasi dan menangis lalu Gus Arayyan menenangkan nya, dan mereka memiliki rencana untuk menyingkirkan Ning Zara".


" Maaf kalau saya tidak sopan karena sudah ikut campur dalam masalah keluarga Gus Arsha pemilik Pesantren, tetapi tidak ada seseorang yang rela melihat orang yang disukainya tersakiti".


Arshaka kembali"Ustadz anda sedang berbicara dengan suami dari perempuan yang Ustadz sukai".


Ustadz Faruk mengangguk "saya tau, Gus saya sudah katakan tidak akan merebut Ning tetapi saya hanya ingin melindungi Ning Zara agar tidak terluka".


" Saya mengerti, cinta tidak harus memiliki ketika saya mencintai seseorang maka saya harus menerima diantara dua hal, Yaitu, bahagia karena cinta terbalas, atau merelakan orang yang saya cinta bahagia bersama orang lain ,dan opsi terakhir adalah posisi saya".


Arshaka terdiam mencerna perkataan Ustadz Faruk, pria itu berbicara dengan sangat tenang, nada bicarnya terdengar jika memang Ustadz Faruk benar-benar sunguh-sungguh dengan perkataan nya".


"Terimakasih sudah jujur Ustadz, saya harap Ustadz Faruk segera menemukan dambaan hati yang bisa menggantikan posisi Zara dihati Ustadz Faruk".


...Ustadz Faruk menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya. ...


...****************...


Arshaka menuju kamar terlihat Zara sudah tertidur, ia mengusap lembut pipi Zara cukup lama hingga Zara terbangun.


"Sssttt, tidur lagi ".bisik Arshaka menenangkan Zara.


" Mas,dari mana? ".


" Abis dari ngobrol sama Dewan-dewan Pesantren, sayang ".


" Ngobrol apa? ".


Arshaka tersenyum mengecup pucuk rambut Zara.


" Besok pagi kita pamitan dengan semua warga Pesantren ya, kita akan kembali menetap dirumah ".


" Hah? ".


Arshaka terdiam karena keputusan ini adalah keputusan terbaik membawa Zara untuk kembali tinggal dirumah Alasannya terbesar ialah menjauhkan Zara dari Ustadz Faruk karena satu-satunya cara agar Ustadz Faruk cepat melupakan perasaannya pada Zara.


Pagi hari Arshaka dan Zara sudah bersiap-siap untuk berpamitan pada warga Pesantren.


Saat ini Arayyan dan Zyana tengah sarapan tampak bingung ketika mendengar mobil Arshaka yang masuk ke garasi keduanya beranjak dari kursinya untuk keluar apakah benar itu mobil Arshaka, dan tentunya benar Arshaka dan Zara turun dari mobil Zyana menghampiri mereka.


"Abang? Zara? ".


Keduanya baru menyadari keberadaan Arayyan dan Zyana.


" Walaikumsalam, Abang? Ini kenapa? ".


Arshaka tersenyum kecil" Abang dan Zara memutuskan untuk tinggal dirumah ini lagi".


"HAH! Zyzy gak salah denger? kenapa bisa? Kok tiba-tiba? ".


" Ada sesuatu hal mengharuskan kami untuk tidak menetap di pesantren, Abang dan Zara kembali tinggal disini, tetapi Abang tetap ke Pesantren beberapa hari sekali, hanya berkunjung tidak menginap".


Arshaka beralih menatap Arayyan yang hanya diam"Yan.Abang harap kejadian tempo lalu tidak kembali terjadi lagi, kamu haru ingat! Zara sedang hamil".


Arayyan tak menjawab hanya berlalu dari hadapan mereka semua untuk masuk ke dalam.


Zyana mengajak mereka masuk kedalam, Zyana dan Zara masuk duluan sedangkan Arshaka mengambil kopernya di bagasi.


Zara memilih masuk kedalam kamar terlebih dulu, Zara teringat saat dirinya berpamitan dengan semua warga Pesantren termasuk Abizan adik ipar nya yang terlihat sedih saat Zara meninggalkan Pesantren.


Flas Off


"Kak Zara beneran gak mau tinggal di pesantren lagi? ".


Zara mengangguk " iya, Abi".


"Apa alasannya Kak Zara dan Bang Shaka tiba-tiba pindah".


" Abi, ada sedikit masalah dan ini masalah orang dewasa, kamu belum cukup umur nanti kalau udah dewasa kamu akan ngerti".


Abizan tersenyum"kata Kak Zyzy dedek bayinya kembar ya? ".tanya Abizan seraya mengusap perut Zara.


" Iya dedeknya kembar ".


"Aku udah bilang Bang Shaka nanti setelah lulus Mts, mau lanjut di madrasah Aliyah aja, lanjut sekolah formal, supaya bisa tinggal dirumah, Apalagi aku bakal punya keponakan kembar, nantikan bisa bantu bantu kak Zara".


" Semangat ya, Ani beberapa bulan lagi Abi lulus kan? yang sungguh-sungguh belajar nya".


"Siap kak".


" Kalau gitu aku dan Mas Caka pamit. kamu bisa minta mas Cakap untuk pulang kerumah sehari aja pasti boleh kok".


"Kak Zara baik-baik ya, jaga kesehatan Kak Zara dan dedek bayi".


Zara mengangguk sebagai jawabannya.


Flas on.


Sungguh Zara sangat menyayangi Abizan layaknya adik kandung nya sendiri Karena Abizan yang sangat mengerti perasaan Zara sejak dulu sebelum Zara menikah dengan Arshaka.


...----------------...


Untuk para pembaca setia ku πŸ™πŸ’•Terima kasih sebanyak-banyaknya. tunggu dipenghujung cerita ada giveaway ya. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ€­πŸ€­πŸ€­


Dukung terus Arshaka dan ZaraπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜Š