
Saat ini mereka akan menjelajahi wisata kuliner yang terkenal di jogja, Zara menghabiskan waktunya sejak pukul 12 siang hingga 4 sore setelah keduanya menuju rumah Tante Zara selama 3 hari terakhir, Hampir 46 menit perjalanan akhirnya mereka sampai dikediaman Tante Zara,Kakak dari Vano , yaitu Tante Dara wanita yang pernah Arshaka temui dengan Umma nya sebelum Zea meninggal.
"Zara".ucap Wanita paru baya berusia 43tahun itu terkejut melihat kehadirannya.
Zara menyalami tangan Tante nya" Bu, De. Apa kabar? Maaf Zara gak kabarin kalau Zara mau dateng ke sini ".
" Ah, Iya, ini to suami kamu? ".
" Iya, Bude, kenalkan namanya Arshaka".lanjut Zara.
Wanita tersebut mengangguk "Bude Dara".jawabnya.
"Arshaka, Bude".
Arshaka tersenyum pada wanita itu, membuat wanita itu ikut tersenyum" cah bagus, ayo masuk".
"Kok ndak omong kalau udah nikah, nduk? ".
" Maaf, Bude emang gak terlalu besar acara pernikahannya, Bude. Tapi Papa tau kok Papa udah merestui kami dan hubungan kami sudah membaik? ".
"Vano? Hubunganmu dan Vano sudah membaik".
" Alhamdulillah sedikit membaik".
"Bude".
Mereka menoleh pada seorang anak perempuan yang beranjak remaja mendekati mereka menatap Arshaka dan Zara dengan bingung.
" Bella, sini sayang, ini kakak Zara dan Mas Arshaka, mereka adalah kakak kamu".
"Kakak Zara? ".tanya Bella ia seperti pernah mendengar nama itu.
" Hai Bella aku Zara kakak kamu, ini juga kakak kamu Arshaka panggil Bang Shaka aja, ya? ".
" Kakak Zara, Bang Arshaka? ".
" Bella kakak bawain sesuatu untuk Bella kita liat sama-sama yuk".
"Bella ini kakak kandung kamu, Zara dan ini suaminya".ucap Dara.
Bella mengangguk mengikuti Zara yang menuju kursi keduanya duduk bersebelahan dan Zara membuka paper bag yg sengaja ia belikan untuk Bella.
...----------------...
Arshaka masih menunggu Zara yang masih bercengkraman dengan adiknya di dalam kamar, sedangkan Dara menghampiri Arshaka yang tengah duduk di kursi taman teras depan.
"Nak, Arshaka? ".
" Iya Bude".
"Bude, seneng Zara mendapatkan Laki-laki yang tepat dan sebaik kamu,semoga kalian langgeng sampai maut memisahkan kalian".
"Terimakasih, Bude atas do'a nya".
" Bude, boleh bertanya? ".
" Boleh, bude mau tanya apa? ".
"Nak shaka masih ingat bude tidak? kita pernah bertemu lho? ".
" Bertemu? maksudnya? ".
" Bude pernah ditolong Ibu kamu, Dokter Zea Nacita Salika".
Arshaka mengernyit bingung"menolong bagaimana? ".
" Anak bude,Rahma pernah ditolong Ibu kamu, saat usia nya baru 5tahun, saat itu Bude terkejut Zea Ibu yang membantu biaya operasi anak Bude akhirnya, Bude merasa berhutang budi dan merasa bersalah amat dalam, karena sudah membuat Abiyan meninggal ".
" Shaka, sepertinya ingat waktu Umma bilang habis operasi balita karena gagal jantung? ".
" Benar, Nak. maafkan Bude ini semua juga kesalahan saya yang sudah membuat orang tua ku tidak ada".
"Atas nama Hans, saya memohon maaf sebesar-besarnya sudah menyakiti kedua orang tua kamu".ucap Dara sambil terisak menundukkan kepala dengan tangan seperti bersimpuh
Arshaka pun tidak enak kemudian beranjak berdiri seraya menegakan Dara untuk bangkit.
" Bude,jangan seperti ini, saya sudah memaafkan semuanya ".
Dara mendongak menatap Arshaka" Nak Arshaka kamu begitu baik seperti Ibu dan ayah kamu, yang tak pernah pendendam".
"Bude, saya tidak akan pernah dendam atau membenci sekalipun orang tersebut sudah membuat kejahatan".ucap Arshaka.
" Terimakasih, Nak. Bude berterimakasih kamu mau menikahi Zara meskipun zara anak dari seorang yang menyakiti kedua orang tua kamu ".
" 1 semuanya sudah ditakdirkan Allah, Bude. kita hanya bisa menjalaninya ".
Dara mengangguk tersenyum.
" Bude,yang dulu biarkan berlalu sekarang kita buka lembaran baru, mulai kehidupan yang baru".
...----------------...
Itulah kehidupan setiap manusia punya salah dan khilaf
Dukung terus ya Arshaka dan Zara, chapter selanjutnya akan ada yg bikin jengkol. 🤭🤭🤭🙏🏻