
"Ehmmm! kayaknya udah pecah telor, nih".ledek Zyana dengan mengulum senyum nya.
" Zy, ya Allah kamu.. jangan keras-keras kalau didengar Arayyan malu tau".gumam Zara.
Zyana tertawa "Bang Arayyan juga pasti udah tau, dari cara kamu jalan aja udah keliatan banget, Gapapa lah, pengantin baru, udah halal, Review sedikit dong, Zar. Abang jago gak? ".
Reflek Zara memukul bahu Zyana" Zy, kamu ya bener-bener, astaghfirullah. Privasi tau".
"Iya deh, maaf. kamu gapapa dirumah sendirian, Zar? Nanti Bang Arayyan pulang jam 1 , berarti nanti kamu di rumah sama Bang Arayyan? ".
" Iya, gapapa, Zy. kayaknya aku mau coba-coba menyibukkan diri bersih-bersih rumah atau apa".
"Kamu ga mau kuliah lagi, Zar? ".
"Mau tapi sekarang aku udah menikah aku takut kewajiban sebagai istri gak berjalan baik kalau aku kuliah".
Zyana menghela napas" dulu Umma juga seorang istri dan mahasiswa kedokteran, tapi Ummat bisa menjadi istri yang baik, aku yakin kamu pasti bisa, Zar. Asalkan kamu mengikuti cara Ummat aku".
"Cara Umma kamu? Gimana? ".
Zyana tersenyum" menjadi istri sholehot".
"Apa tuh sholehot? ".
" Huh, ternyata kamu masih polos, sholehot itu sholehah dan hot. Tante Cika bilang kalo umma itu top banget dalam menyenangkan hati suaminya, tante Cika pun mengikuti jejak Umma, aku juga pengen seperti Umma".
"Sekarang kamu kakak iparku, Kamu menikah sama Abangku. Kamu harus mengikuti jejak Umma ku, dan Abangku harus merasakan apa yang Abba ku rasakan, mengerti? ".
Zara mengangguk sebagai jawabannya.
...----------------...
Zara menuliskan sesuatu di bukunya sesekali meminum teh hangat yang ia buat untuk menemaninya disiang hari yang lumayan syahdu karena gerimis.
" Udah menjadi istri Bang Shaka seutuhnya, bukan berarti diterima di kelurga ini dengan senang hati!".
Zara menoleh, ternyata Arayyan berdiri diambang pintu halaman belakang tak menatap ke arah Zara tetapi sengaja Arayyan memang sedang berbicara dengan nya.
"Bang Shaka, Zyana, dan Abizan mungkin senang dengan kehadiran kamu disini, Tetapi saya sampai kapanpun tidak akan menerima kamu di keluarga ini, sekalipun kamu memberikan keturunan untuk keluarga ini".
Arayyan berlalu dari sana, Kata-kata nya begitu menusuk, Tetapi Zara tetap tenang dan tersenyum, ia menggeleng kecil lalu kembali melanjutkan menulis, sampai tal terasa, tertidur di gazebo belakang rumah dengan posisi duduk, Cukup lama hingga Arshaka dan Zyana sudah pulang.
Arshaka mencari keberadaan Zara.
"Yan, liat Zara tidak? ".
Arayyan hanya mengangkatan kedua bahunya membuat Arshaka kembali berkeliling rumah,sampai akhir nya Arshaka menemukan Zara yang tertidur di gazebo.
"Ra.. kenapa tidur disini".
"Ehm".mata Zara mengerjap membuat Arshaka tersenyum.
" Kenapa tidur disini? ".
" Aku.. aku ketiduran, maaf. Mas".
"Gapapa mau pindah kekamar? Biar aku gendong".
" Gak usah, aku bisa jalan sendiri kok".
Tanpa menunggu persetujuan Zara, Arshaka sudah lebih dulu memboyong Zara dan membawanya ke kamar mereka.
"Jam berapa sekarang, Mas? ".
" Jam 4 sayang ".
" Ya Allah aku belum shalat Ashar. Mas udah sholat Ashar? ".
Arshaka mengangguk" udah, kamu kecapean banget ya? Yaudah shalat dikamar aja".
Arayyan dan Zyana menatap Arshaka dan Zara yang menaiki tangga, Zyana tak bisa menyembunyikan senyumnya, sedangkan Arayyan memutar kedua bola matanya.
"So sweet bingit sih, mereka, jadi pengen".gumam Zyana.
" Bang Arayyan cepat nikah dong! biar Zyzy juga bisa nikah. Zyzy mau rasain kayak Bang Shaka dan Zara ".ucap Zyana pada Arayyan tetapi dia tak menanggapi ucapan Zyana
...----------------...
Setelah selesai shalat Zara menghampiri Arshaka yang tengah duduk di kursi kerja, Zara mengecup punggung tangan Arshaka, dan Arshaka langsung menarik Zara agar duduk dipangkuan nya.
" Lusa kita bulan madu, ya".ucap Arshaka.
Zara terkejut mendengarnya "bulan madu? Kemana Mas? Kok dadakan banget? ".
...****************...
Tunggu kelanjutannya ya bakalan ada keuwuan mereka, saat bulan madu mereka..
Staytune terus yaπ€π€π€ππ»ππ»ππ»ππ»
Mohon Dukungannya biar Up terusβ€ππ»ππ»π€£π€£π€£