ARSHAKA

ARSHAKA
Aqila



" Karena kalau sampai Zara stress, hanya kamu penyebab utama nya".


Arayyan terdiam mematung, Sedangkan Arshaka berlalu dari hadapan Arayyan.


...----------------...


" SIAL!! ".


" Aqila! ".Arayyan berjalan cepat menghampiri Aqila yang tengah duduk dipinggir trotoar, keadaan gadis itu sungguh kacau, dirinya memeluk kedua kakinya sendiri, menangis di pinggir jalan di suasana malam yang sepi dingin ini.


" Kamu ngapain disini, Dek? ".


Arayyan berusaha menangkup wajah Aqila, hatinya begitu sakit melihat wajah sembab Aqila.


"Bang... Aqila hancur".


Arayyan menatap dalam-dalam Aqila" Engga, kamu gak boleh sedih".


"Zara hamil, mereka bakal punya anak, mereka bakal hidup bahagia".


" Mereka bahagia diatas penderitaan Aqila".


"Mereka gak boleh bahagia diatas penderitaan Aqila".rancau Aqila.


Arayyan tak tahu mengapa Aqila bisa berada dipinggir jalan seperti ini, sekarang sudah pukul 11 malam , tapi Arayyan mengecek sebuah aplikasi yang menampilkan lokasi kontak yang berada di ponselnya dan dirinya mengetahui posisi Aqila berada disini alhasil Arayyan segera menyusul nya.


"Aqila sayang Bang Shaka, Aqila gak mau mereka bahagia, cuma aqila yang boleh bahagia sama Bang Shaka".


" Zara... Aqila bersumpah gak akan membiarkan Zara hidup bahagia! ".


" Sttt... Hey! Dengarkan Bang Arayyan, Qila".ucap Arayyan.


"Aqila masih punya Bang Arayyan, jangan sedih, Bang Arayyan selalu ada untu Aqila".


" Bang Arayyan sayang, Qila? ".


Arayyan mengangguk" tentu kamu adik Bang Arayyan ".


" Kalau gitu Bang Arayyan mau ngelakuin apa aja untuk Aqila? ".


" Apa? ".


" Kita sama-sama singkirkan Zara".


...----------------...


" Bang maafin Arayyan.Arayyan harus melakukan ini".lirihnya.


...----------------...


Arshaka tak berbohong jika dirinya bahagia atas kehamilan Zara, walaupun terkadang dirinya, masih sering khawatir pada kesehatan Zara, maka dari itu semakin hari Arshaka semakin produktif dirinya menjaga Zara dengan ketat, Mulai dari pola makan, pola tidur, olahraga dan istirahat.


Warga Pesantren belum mengetahui jika Zara sedang hamil, Arshaka baru berencana mengumumkan kehamilan Zara di 4bulan kehamilan istrinya.


Setiap kali Arshaka keluar pondok, ia tak lama-lama pasti pukul 8 malam sudah pulang, Tapi malam ini sudah pukul 9 , dan Arshaka belum juga pulang ke pondok. Zara mulai khawatir ia sudah mencoba menghubungi Arshaka tetapi nomornya tidak aktif, akhirnya memutuskan untuk keluar ndalem, Zara akan bertanya pada Dewan Pesantren.


"Ning sedang apa disini? ".tanya ustadz Faruk.


" Kebetulan ada ustadz faruk, saya mau tanya Gus Arshaka kenapa belum pulang? ".


" Saya kurang tau, Ning. saya tau Gus Arsha sedang keluar bersama Dewan, tapi seharusnya sudah pulang sejak 2 jam yang lalu".


"Saya udah coba telfon tapi nomor nya gak aktif, Ustaz faruk punya nomor Dewan Pesantren yang lagi pergi sama Gus Arshaka? ".


Ustaz faruk mengangguk mengeluarkan ponselnya" ada Ning, coba biar saya telfon ".


Ustaz Faruk mencoba menelpon 2 Dewan Pesantren yang tengah pergi bersama Arshaka tetapi nomor mereka tidak aktif juga.


" Tidak aktif, ning".


Zara menghela napas memijit pelipis nya yg terasa pening.


"Ning baik-baik aja? ".


" Iya, kepala saya pusing sedikit saya pamit mau ke ndalem dulu, terimakasih sebelumnya ".


" Biarkan saya antar, Ning takutnya tiba-tiba pingsan ".


" Gak usah, Ustaz terimakasih, assalamu'alaikum".


"Walaikumsalam".


Seseorang yang sejak tadi memperhatikan Zara dan Ustaz faruk pun mengambil gambar mereka, ia mengirimkan pada seseorang.


...----------------...


Hayo siapa ya kira-kira???


Staytune terus yeahhh... 😜😜😊😊😊😊😄🙏🏻🙏🏻🙏🏻