
Sejak sore kedatangan Abizan, Zara berbincang dengan Abizan, hingga makan malam bersama keduanya duduk bersebelahan, Tiba-tiba Zara menjatuhkan sendok nya, ia segera menutup mulut ketika merasakan perutnya yang mual, membuat semua mata tertuju padanya.
"Are you okeyy? Ra".tanya Arshaka seraya memegang bahu Zara.
" Kamu hamil? ya, hamil? ".tebak Zyana.
Zara terdiam segera beranjak dari kursinya berlari menuju kamar mandi, untuk memuntahkan makanan yang baru ia makan.
Arshaka beranjak menghampiri Zara, sedangkan Zyana sudah tersenyum lebar Abizan masih bingung, dan Arayyan ingin sekali beranjak dari meja.
Huek!!
" Kita kerumah sakit, ya? ".ucap Arshaka yang berada dibelakang Zara seraya memijit tekuk leher Zara.
Zara menggeleng, ia masih sibuk memuntahkan isi perutnya terasa dikocok, lalu membasuh mulutnya dan mengering kan dengan tissu.
" Ra, kita kerumah sakit, ya? Aku khawatir ".
" Gapapa, Mas. aku cuma masuk angin".
"Tapi, Ra kamu sakit pucat banget, kita kerumah sakit, yuk".
" Mas, aku gak mau, Lemes banget pinggang aku juga pegel banget, aku cuma butuh istirahat aja".
Arshaka menghela napas pasrah memapah Zara menuju kamar mereka. Zyana dan Abizan mengekor mereka dibelakang.
"Zar, kamu baik-baik aja kan? ".
" Iya, Zy".
"Kak Zara kenapa sakit gini? apa karena tenggelam kemarin? ".tanya Abizan.
Zara hanya tersenyum.
" Kalau tenggelam kenapa sampai mual-mual? mungkin kamu hamil, Zar? hamil, kamu telat mens, gak? ".tanya Zyana.
Zara melirik Arshaka biarkan Arshaka yang menjawab" Zy, saat ini Zara harus istirahat dulu, kamu dan Bizan keluar, ya? ".
" Ih, Zyzy yakin Zara hamil, coba kamu cek, Zar. Bang".
"Zyana Felisha".
" Iya-iya, Bang. Zyzy keluar deh, ayo Bizan".
Zyzy menarik Abizan untuk keluar kamar mereka, sedangkan Arshaka segera duduk dipinggir ranjang mengusap peluh didahi Zara.
"Perut ku sakit banget, Mas. aku gak ngerti ini sakit apa? gak mungkin haid karena aku baru selesai haid? ".
" Siapa tau bener yang di bilang Zyana? kamu mau cek? ".
" Gak usah takut, kita cek ke dokter ".
...----------------...
Malam ini juga segera Arshaka membawa Zara kerumah sakit membuat Zyana dan Abizan menunggu dirumah tak bisa tidur karena ingin mendengar kabar bahagia itu.
Mereka sengaja menunggu diruang keluarga, ada Arayyan juga sudah hampir 2 jam lebih Arshaka dan Zara pergi, tetapi mereka masih menunggu hingga pukul 10 malam, Abizan yang mulai ngantuk terdengar suara mobil Arshaka memasuki perkarangan rumah membuat mereka bersemangat menyambut nya.
"Assalamualaikum".
" Walaikumsalam ".
" Zar, gimana? kamu ham kan? Bener dong dugaan aku? Ah, kamu baru 2 minggu nikah langsung dikasih anak, hasil Bandung, Jogja, Malang, atau Bali? ".cerocos Zyana penuh semangat.
" Kak Zara gimana hasilnya? ".tanya Abizan.
Arayyan tak ikut bertanya ia juga menunggu jawaban Arshaka atau Zara.
" Kok diem? Zyana bakal punya ponakan, Bang? ".tanya Zyana pada Arshaka.
Zara menundukkan kepala tangannya berada digenggaman Arshaka terkepal kuat, dirinya ingin sekali menangis saat ini.
"Zy, biarin Zara istirahat dulu. kalian bisa istirahat juga dikamar".
"Ih.. Bang kita mau tau apa kata Dokter? kita daritadi nungguin kalian pulang".
" Zara harus istirahat dan melakukan terapi".
"Hah, terapi? maksudnya? ".
Arshaka merengkuh Zara mengusap bahunya, ia memperhatikan Zara yang hanya menunduk Zara enggan menatap adik-adik iparnya.
" Abang kak Zara kenapa? ".tanya Abizan.
Arshaka menghela napas" Besok Abang jelasin, sekarang Zara butuh istirahat dulu, kalian tolong keluar dulu, ya".
"Bang, kita mau tau maksudnya apa? Terapi apa?".
...----------------...
Jangan nebak nebak" pasti nanti begini begini, kalian belum ada yang bener? ".
Kira-kira Zara kenapa kok harus terapi?
Simak terus ya staytune bakalan ada yg bikin gedek dan gedek kalau bukan Arayyan namanya!! 🤭🤭🤣🤣🤣
Dukung terus Zara dan Arshaka ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🥰❤🤲