
Arshaka menghela napas "kamu gak perlu ceritakan kejadian yang membuat kamu trauma, Ra".
"Engga, aku harus cerita sama kamu, Mas. aku gak mau kamu salah paham".
Zara menceritakan kejadian sewaktu SMA dan kejadian itu tepat dimana Zara tinggal bersama Nenek nya
...----------------...
Flashback
Zara baru saja menyelesaikan ulangan kenaikan kelas, sebentar lagi dirinya akan naik kelas 12 saat dirinya ingin keluar kelas seseorang memanggilnya.
" Baby, kita date yuk".
"Gue gak bisa, Sya. kasihan Nenek seharian di rumah, Next time deh".
" Ayolah, Baby cuma sebentar kok, jam 7 kita pulang, Ya".
"Mau kemana emang? ".
" Nonton? sebenarnya gue udah beli tiketnya ".
Mendengar itu Zara memutar kedua bola matanya" Yaudah deh, tapi jam 7 pulang ya! ".
" Oke baby ".
Sepulang sekolah keduanya menonton bioskop, Arsya memilih film berdurasi 2 jam dengan jam tayang pukul 4 sore sehingga saat ini mereka masih memiliki waktu 1 jam yang kosong.
"Kita jalan-jalan dulu, atau lo mau makan dulu? ".
" Boleh ".
Keduanya memutuskan untuk makan sebelum akhirnya menonton bioskop saat tengah menonton Zara fokus menatap layar, sedangkan Arsya justru menatap Zara kagum.
" Sya, yang harusnya lo liat tuh layar bioskop bukan gue".
"Tapi gue lebih tertarik liat lo, gimana? ".
" Cih, gombal ".
Arsya terkekeh, ia memainkan ujung rambut Zara yang sebatas bahu" rambut lo halus wangi, cantik, gue suka ".
Pandangan Arsya beralih ke kaki jenjang Zara, rok seragam gadis itu hanya sebatas lutut, jadi Arsya masih bisa melihat betis jenjang Zara.
" Kaki lo cantik, zar".
"Apaan sih, gak usah muji gitu, lebay bisa diem gak, Sya? gue fokus nonton".
" Oke oke gue diem".
Selesai menonton film, mereka langsung pulang menggunakan motor, tetapi saat di jalan hujan turun dengan deras.
"Zara, kita neduh dulu ya? ".
" Gak usah, sya. udah lepek gini, nanggung! ".
" Tapi petir, Zara. kita teduh dulu ".
Arsya menepikan motornya dipinggir jalan lalu keduanya turun, pria itu menarik Zara agar lari bersamanya menuju tempat berteduh.
" Kita kan bisa bawa motornya pelan-pelan, Sya. Neduh kayak gini juga percuma, udah basah semua".
"Nanti lon sakit, Zara".
" Telat, udah kehujanan ".
Arsya tersenyum merengkuh Zara, membuat Zara terkejut, "Lepas lepas ngapain sih? ".
" Lo kedinginan Zara, gue peluk biar anget ".
" Gak usah ".
" Jangan nolak, Zara".Arsya semakin mengeratkan pelukannya matanya tak berpindah masih menatap Zara.
Jder!
Petir kembali terdengar, Zara memejamkan mata, sedikit terkejut tetapi seketika dirinya bertambah terkejut saat merasakan wajah Arsya sudah berada di lehernya.
"Sya, lo ngapain? ".
" Hmmm? ".Arsya memberikan c***m kecil dibahu Zara.
" Sya lepas! lo mau ngapain? jangan macem-macem! ".
" Zara, gue sayang sama lo, gue mau lo jadi milik gue seutuhnya ".bisik Arsya.
Pria itu semakin mengeratkan pelukannya menahan Zara sehingga Zara tak bisa gerak.
" Body lo bagus, Zara. Lo sayang sama gue kan? ".
" Sialan, jangan macem-macem, Sya. walaupun gue sayang lo, gue ga mau melakukan itu!! ".
" Kenapa? ".
"Sya, lepasin gue, lo kayak gini bikin gue takut".ucap Zara saat arsya mengusap wajahnya, mata gadis itu tersorot ketakutan, berbanding dengan Arsya, matanya tersirat gairah.
" Ayolah zar, gue udah berusaha nahan diri disini sepi, gue tau lo pasti juga menginginkan? ".
" Berhenti bicara menjijikkan itu, Sya".
Tangan Arsya memegang paha Zara "****, gue bisa bayangin betapa cantiknya tubuh lo dibalik seragam sialan ini, zar".
"Brengsek, lepasin gue Sya! ".tegas Zara dengan mata berkaca-kaca.
" Gak bisa Zar, gue gak akan melepaskan lo".
"Arsya lepasin".ucap Zara ketika Arsya melainkan mengecup leher Zara. dan Zara meringis kesakitan saat arsya mencengkram erat kedua tangannya.
" Arsya lepasin! ".
"Bajingan".pekik Zara.
Zara mengigit tangan Arsya dan menendang alat vital nya hingga Arsya terjatuh.
Saat melihat ke depan adanya motor didepan sana, tubuh Zara terserempet motor hingga terjatuh ke aspal dan sikut nya terluka.
Zara tiba-tiba melihat Arsya yang berusaha naik ke atas motornya Zara segera bangkit dan kembali hingga ia menemukan sebuah mobil pickup dan menghadangnya.
Tin!
"Neng, gila ya? bosen hidup? ".teriak sopir.
"Pak tolong saya pak! saya mohon, saya dikejar-kejar orang jahat, saya mau pulang".ucap Zara disertai isak tangis.
" Naik, Neng".
"Terimakasih pak".
Sesampainya dirumah nenek Maryam sudah menunggu kepulangan Zara gadis itu menangis dengan tubuh basahnya.
" Zara, kamu kemana aja? ".
" Nenek Zara, takut ".
Ia kembali menangis duduk dilantai, nenek Maryam segera mengambil handuk .
" Zar , tangan kamu terluka? ".
" Zara.. takut, Nek".
Keesokan harinya Zara tak masuk sekolah ia sakit satu minggu, Tak ada yang tau kejadian malam itu selain dirinya dan Arsya.
Zara meminta pada Nenek nya agar berbicara dengan guru agar memisahkan kelasnya dengan kelas Arsya, akhirnya saat kelas 12 dirinya berbeda kelas dengan Arsya.
Zara juga mengubah penampilan nya mengenakan kerudung, ia tak ingin cela-cela tubuhnya terumbar dan terlihat oleh kaum hawa terlebih Arsya.
Zara merasa jijik pada dirinya setelah mengingat kejadian malam itu. membayangkan kembali d disentuh tangan Arsya membuat nya membenci tubuhnya sendiri.
Flas on.
Zara menangis terisak setelah bercerita pada Arshaka kejadian malam itu.
Arshaka mulai mengerti mengapa sejak awal Zara memanggilnya Gus Arsha seperti warga Pesantren lainnya, karena nama itu mirip dengan nama Arsya.
"Maaf, Mas. kamu jijik kan sama aku? Aku emang ga pantes sama kamu".
Arshaka menggeleng, menangkup wajah Zara dan menatap nya.
" Engga, aku gak jijik sama kamu, aku justru bangga karena kamu bisa melindungi diri kamu, Ra".
"Sekarang aku tau kenapa kamu belum memberikan hak aku, karena kamu masih trauma dengan kejadian itu".
" Tapi aku ga apa-apa, aku ngerti, aku sampai kamu siap".
Zara menatap Arshaka keduanya bertatapan terlihat sorot mata Arshaka yang sangat tulus sekali, membuat Zara meneteskan air matanya kali ini air mata bahagia, Zara memeluk Arshaka dengan erat, kembali menangis terisak sedangkan Arshaka mengusap punggung Zara untuk menenangkan gadis itu.
"Stts.. udah ya, lupain kejadian itu, aku gak mempermasalahkan nya Ra, sekarang kamu bersih-bersih setelah itu istirahat, aku mau sholat witir dulu".
"Terimakasih, Mas Caka".
15 menit kemudian Arshaka kembali ke kamar, terkejut melihat Zara belum tidur dan duduk di tepi ranjang dengan memakai gaun tidur yang cukup terbuka.
"Ra? Ke--kenapa belum tidur? ".
Zara tersenyum beranjak mendekati Arshaka, mengecup punggung tangan Arshaka" nunggu kamu, Mas".
Sungguh Arshaka tidak berbohong jika Zara saat ini sangat cantik malam ini dan wangi?.
Rambutnya panjang tergerai indah ingin rasanya Arshaka membelai rambutnya mencium aroma rambut Zara.
"Yaudah ayo tidur".ucap Arshaka, ia tak bisa lama-lama menatap Zara seperti ini".
" Yakin mau tidur? ".
" Iya memang nya mau apa? udah hampir setengah dua belas ".
" Hujannya gak berhenti berhenti, Mas".
"Hmm.kamu gak usah takut aku selalu di samping kamu, Ra".
"Dingin".
" Hujan tengah malam. pasti dingin, Ra kamu kenapa memakai pakaian seperti ini? ".tanya Arshaka.
" Ini salah satu pilihan Zyzy bagus gak? ".
" Bagus tapi sebaiknya jangan pakai itu lagi, Ra. apalagi sedang hujan. memang nya kamu ga kedinginan? ".
" Kedinginan, makanya aku butuh kehangatan Mas Caka ".
Arshaka terkejut mendengar nya semakin lama perkataan Zara tak bisa keranah positif, terlebih gadis itu melingkar kan satu tangannya dileher Arshaka.
"Ra? ".
" Hmm.. Mas Caka mau berikan aku kehangatan? ".tanya Zara pelan.
Arshaka tak menjawab sejak tadi ia menahan napasnya menatap Zara yang semakin merekah kan senyuman nya dan mengusap dada bidang arshaka.
" Waktu itu Mas bilang, kalau aku udah siap, bilang ke Mas Caka kan? ".
Arshaka mengangguk kaku, ia kesulitan menelan salavina nya dengan susah payah.
" I surrender myself tonight to you, Mas".Zara berbisik ditelinga Arshaka.
Zara kembali menatap wajah terkejut Arshaka memberikan satu kedipan matanya pada Arshaka.
Setelah itu hanya Arshaka, Zara, Author dan Tuhan yang tau
...****************...
Pasti kalian udah tau mereka lagi ngapain???Mari kita berdoa bersama-sama agar mereka segera diberikan Arshaka junior, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
Author udah lunasin ya mereka udah jadi suami-istri seutuhnya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
dukung terus ya💋💋💋