
"Abang.. tolong bawa dia kerumah sakit".pinta Zyana
Arshaka membopong gadis itu dibawa ke dalam mobil, saat tubuh nya terangkat, kalung milik Zyana yang berada digenggaman tangan nya terjatuh, Zyana segera mengambil kalung tersebut dan mengikuti Arshaka masuk kedalam mobil untuk menuju rumah sakit.
...----------------...
Sesampainya dirumah sakit Arshaka langsung membawa ke ruang tindakan, Arshaka dan Zyana tidak bisa masuk kedalam keduanya menatap kosong pintu yang baru saja tertutup, Zyana masih terisak menundukkan kepala, Arshaka menoleh menghampiri adiknya dan duduk disebelah Zyana, merengkuh Zyana kedalam peluk kan nya menenangkan Zyana yang masuk menangis.
"Bang".lirih Zyana dengan suara gemeteran, bahkan tangan Zyana gemetar dan dingin.
"Tadi Zyzy dirampok, tapi tiba-tiba Zara dateng dan nolong Zyzy, perampok itu hampir bunuh Zyzy juga hampir bawa kabur kalung itu, mereka berkelahi sampai perampok itu menyerang Zara dan Zara jatuh akhirnya rampok itu menyayat tangan Zara, Zyzy takut Zara kenapa-napa, Bang. Zyzy me--".ucapan Zyzy tak dilanjut karena Zyzy sudah tak kuat berbicara suaranya tercekat.
"Shhh..., sudah lebih baik kita berdoa semoga Zara baik-baik aja, ya".ucap Arshaka seraya mengusap bahu Zyana mengecup pucuk kepala Zyana.
"Ishhh, sakit, Bang".ringis Zyana ketika Arshaka mengusap lengan nya.
" Kenapa? Kamu ada luka, Dek? ".
" Perampok tadi dorong Zyzy ke mobil hingga Zyzy tersungkur jatuh jadi kepentok badan mobil, Bang".
"Astofirullohalajim, ayo kamu harus periksa juga".
Zyana menggeleng " gak usah, Bang Zyzy gapapa mungkin cuma memar aja".
Arshaka menghela napas pasrah sedangkan Zyana menyandarkan kepalanya dibahu Arshaka ia masih menangis menatap ruang tindakan yang terdapat Zara.
Arshaka segera memberikan kabar pada Arayyan dan Abizan juga Fahri, Cika. dia sedang berada dirumah sakit bersama Zyana.
Arayyan, Abizan, Farid, Cika dan Aqila menyusul ke rumah sakit mereka semua menemui Arshaka dan Zyana yang tengah duduk di kursi tunggu depan ruang tindakan.
"Ya Allah, Bang, Zy? Baju kalian kenapa banyak darah? ".tanya Arayyan.
" Zyzy hampir dirampok, Bang".
"Zy?kamu hampir dirampok? Kamu baik-baik aja kan? " Tanya Cika.
"Alhamdulillah, baik-baik aja tante, karena ada seseorang menolong Zyzy".ucap Zyzy mencoba menahan isak tangisnya.
" Siapa? ".tanya mereka.
Zyana tak menjawab ia kembali menangis dan menundukkan kepala, membuat Arshaka kembali menenangkan nya.
" Kak, siapa orang yang udah nolong kaka Zyzy?. tanya Abizan firasatnya tak enak Abizan mendekati Zyana, memegang bahu Zyana "Jawab, Kak Bizan tanya? ".
" Zara".jawab Zyzy.
Seketika Abizan terkejut tubuhnya terasa lemas, ia menoleh ruang tindakan lalu menggeleng keras.
"Gak mungkin! Kak Zyzy pasti bohong? Bang Shaka, Kak Zyzy bohong? ".
" Bizan, orang itu memang Zara dia sedang mendapatkan tindakan, karena perampok menyerang Zara dan menyayat tangannya ".ucap Arshaka.
"Pasti bukan kak Zara, engga pasti bohong bukan kak Zara".ucap Abizan seraya menutup kedua telinganya.
" Bizan maafin kakak".lirih Zyana.
"Kak Zara".
" Maafin kakak, Bizan".Zyzy merengkuh tubuh Bizan ke pelukan nya.
Arshaka hanya menghela napas panjang menatap kedua adiknya menangisi Zara.
"Sebenarnya Zara siapa? sampai Abizan dan Zyana menangisi seperti itu?. Batin Cika.
...----------------...
Satu jam Zara ditanganinya namun belum juga keluar Dokter atapun suster, Zyana dan Abizan masih menangis tanpa suara, Sedangkan Arayyan, Fahri, cika, dan Aqila hanya diam tak bergeming.
" Ck, Bizan, zyana bisa tidak kalian gak usah nangis seperti itu? ".ucap Arayyan bersuara.
" Dia bukan siapa-siapa kita, kalian ga seharusnya menangisi dia".lanjut Arayyan.
Mendengar perkataan Arayyan membuat mereka menatap Arayyan, Abizan melepaskan pelukan Zyana lalu beranjak mendekati Arayyan.
"Kak Zara emang bukan siapa-siapa, tapi kak Zara udah Bizan anggap seperti kakak Bizan sendiri, Bang! ".
" Dia gak pantes--".
"Abang yang gak pantes! bicara seperti itu, kak Zara mempertaruhkan nyawanya untuk menolong kak Zyana".potong Abizan.
" Bisa aja ini rencana dia, karena dia ingin cari perhatian keluarga kita! ".
Zyana beranjak mendekati Arayyan" Abang jangan asal bicara, ya! Zara gak seburuk yang Bang Arayyan pikir! ".
" Oh ya? kalian tau darimana Zara gak seperti yang Abang pikirkan? Dia anak dari keluarga berantakan yang akhirnya mencari kesenangan diluar! kemarin baru aja mencuri uang Pesantren dan berzina dengan seorang santiawan! ".
Plak!
Zyana menampar keras pipi Arayyan" SADAR, BANG! SADAR KALAU GA ADA ZARA, MUNGKIN KALIAN SEMUA UDAH KEHILANGAN ZYANA! ATAU ZYANA UDAH KEHILANGAN KALUNG INI! "pekik zyana seraya menunjukan kalung yang berada digenggaman nya.
" Zyzy, dirampok hampir kehilangan nyawa dan kalung ini, tapi Zara dateng nolong zyzy Zara mengambil kalung ini dari perampok, Abang tau kalung ini? kalung ini sangat berharga bagi zyana, ini kalung pemberian Umma! kalung milik Umma, MILIK UMMA, BANG!! ".ucap Zyana menekan kata Umma.
" Dan sekarang Bang Arayyan masih bisa-bisanya mikir kalau ini rencana Zara? Zara rela mempertaruhkan nyawanya demi nolong zyzy dan menyelamatkan kalung Umma! ".
Zyzy menangis ia menatap Arayyan yang terdiam" kalau Abang ga suka sama Zara? ga apa-apa, Bang! Tapi jangan pernah sekalipun Abang bilang Zara jahat, karena nyatanya Zara lebih baik dari apa yang Bang Arayyan pikir! ".tegas Zyana begitu emosi dengan Arayyan.
Pintu ruang tindakan terbuka muncullah Dokter.
...----------------...
Kenapa dengan Zara?
Apakah Arayyan akan sadar dengan penuturannya?
Tunggu kelanjutan nya, 🙏🏻🙏🏻🙏🏻😊