ARSHAKA

ARSHAKA
Tamat



Setelah Aqila mengajak si kembar bermain alih alih-alih , ia ingin menemui Arshaka.


Dilihat Arshaka berada di taman belakang pesantren entah Arshaka sedang apa, Aqila menghampiri Arshaka.


"Assalamualaikum, Bang? "


"Walaikumsalam, Aqila".


" Abang lagi apa? "


"Oh... tadi angkat telpon dari ketua yayasan".


" Boleh aqila duduk disebelah bang Shaka? "


Arshaka menganggukkan kepala menggeser tubuhnya memberi jarak antara mereka.


"Bang, Qila boleh tanya? ".


" Apa? ".


" Sekian tahun Zara meninggal apa Bang Shaka gak mau nikah lagi? Apa gak kasihan sama si kembar? "


"Kenapa kamu tanya seperti itu? "


"Bang, sebelumnya Zara meninggal Zara menemui Aqila, dia menceritakan apa yang dialami saat itu, namun aku sadar kalo Zara benar-benar tulus meminta Aqila menggantikan posisinya".


Arshaka teriak ia tak menjawab.


" Ala abang masih membenci aqila? Abang gak bisa buka hati buat Aqila? Aqila masih mencintai Bang Shaka sampai kapanpun? ".


" Dan kalo pun abang masih ragu, Aqila akan buktikan kalo aqila akan merubah sikap aqila yang dulu".


"Stop, Aqila saya sudah menganggap kamu seperti adik saya, sama seperti Zyana, Arayyan dan Abizan! ".


" Tapi Bang Shaka tolong beri aqila satu kesempatan untuk memperbaiki kesalahan Aqila, Aqila mohon Bang".


"Aqila kamu masih muda, cantik, pintar masih banyak laki-laki diluar sana yg terbaik dari abang,sedangkan Abang hanya seorang duda anak 2".


Arshaka berlalu meninggalkan Aqila yg masih mematung menatap kepergian nya.


...----------------...


Hari telah ditunggu sudah tiba, Nazwa sedang memakai riasan dikepalanya, gamis hita. dan kerudung pasmina, Nita dan Firda sudah bersiap ketiga nya berjalan keluar asrama karena seperti nya acara akan segera dimulai, terdengar lantunan sholawat begitu merdu yang dibawakan tim hadroh di aula juga sudah ada beberapa guru dan para santri yang sedang duduk di kursi.


"Naz,yuk duduk didpan" ajak Firda.


"Gue mau nunggu orang tua gue dulu kok mereka belum datang y" Nazwa mengerucut .


Orang tua Firda dan Nita sudah datang pagi tadi mereka juga sudah bersalaman. "yaudah kita tunggu disana sekalian kangen-kangenan sama Bapak" ucap Nita dan Nazwa menganggukkan kepala.


Nazwa menggu kedua orang tuanya.


Arshaka mematung ketika melihat Nazwa mengingat kan pada sosok Zara yang dulu memakai gamis "astaghfirullah" gumam nya menyadarkan dirinya.


"Bang kenapa diam disitu ayo kita ke aula" ajak Zyana.


"Kamu duluan aja, Zy abang mau nungguin Zura ngambil tissu" jawab Arshaka, Zyana pun menggandeng Arka menuju Aula pesantren.


"Assalamualaikum" sapa Arshaka.


Nazwa gugup kehadiran Arshaka netra keduanya bertemu hingga mereka memalingkan wajah, karena sadar mereka bukan muhrim karena zina mata.


"Ada apa Gus? "


Sebenarnya Arshaka juga bingung kenapa menghampiri Nazwa, Zura yg berlari kearah mereka.


"Assalamu'alaikum Baba, Nda! Rara udah dapet tissu nya, Ba! "


"Walaikumsalam"


Zura menatap Nazwa.


"Nda tantik"


"Masyallah, rara juga cantik".


"Kamu sedang apa disini, Naz".


" A.. anu Gus saya sedang menunggu kedatangan orang tua saya"jawab Nazwa.


"Kenapa gak nunggu di aula aja? "


"Gak Gus, saya nungguin disini aja"


"Mau pinjam HP saya, Naz? saya punya nomor orang tua kamu" tawar Arshaka.


Arshaka menganggukkan kepala "boleh silakan"


"Tapi gak ditagih kan? " tanya Nazwa.


"Nggak kamu pikir saya tukang konter" saut Arshaka.


Ia menerima ponsel yang diberikan Arshaka "kodenya apa Gus? "


"Tanggal lahir istri saya".


Arshaka selalu menggunakan kode tanggal lahir Zara karena hanya Zara satu-satunya cinta pertama dan terakhir nya"apa Gus? "


"05072001" ucap nya.


Tentu saja Nazwa langsung menghubungi orang tuanya "Assalamu'alaikum, Gus, ada apa Gus? " tanya Fara Ummi Nazwa.


"Walaikumsalam, Ummi"


"Nazwa, kok kamu? "


"Iya ini Wawa, Ummi, Umi dimana? "


"Ummi sama Abah lagi dijalan kejebak macet, sebentar lagi nyampe, WA"


"Yaudah Nazwa tunggu diterbangkan ya, hati-hati Umi, Bah".


" Iya sayang ".


" Assalamu'alaikum ".


" Walaikumsalam ".


Nazwa mengembalikan HP pada Arshaka.


" Panggilan kepada Gus Arsha harap segera ke aula "ucap MC didepan sana.


" Afwan Naz, saya harus segera ke aula, Assalamu'alaikum ".


" Walaikumsalam. "


Acara demi acara sudah selesai seluruh santri bisa kembali kerumah masing-masing sejak beberapa menit lalu Nazwa sudah berpamitan,pada Firda dan Nita. Nazwa berserta keluarga nya pergi ke ndalem keluarga Nazwa berada didalem sedangkan Nazwa bermain dengan Arka dan Zura.


"Anak-anak Nda, gak boleh nakal ya, Nda pamit ya, nanti janji bakalan sering jengukin Kaka dan Zura" lirih Nazwa sedari tadi Zura sudah menangis "Nda gak boleh pergi, Nda cama Lala dicini".


"Jangan nangis nanti Nda bakalan kesini"


"Janji sayang".


Tangan Nazwa menghapus air mata Arka dan Zura .


"Selamat atas hafalan kami semoga kamu terus menjaga hapalan kamu, Naz" ucap Arshaka.


"Terimakasih Gus, makasih atas semua ilmu-ilmu yang diberikan kepada saya dan maaf kalo saya selalu bikin onar disini"


"Tidak Pa semoga kuliahnya lancar"


"Amiin Gus, oh iya tentang ucapan Gus waktu itu mengatakan sesuatu? ".


" Oh soal itu, haruskah saya mengatakan sekarang? "


"Sekarang aja mumpung Nazwa belum pulang"


"Tapi kamu, sudah siap jika saya mengatakan nya"


"Siap Gus apapun itu"


"Saya memang menyukai kamu tapi saya tidak bisa mengkhianati istri saya karena Zara hanya satu-satunya wanita dalam hidup dan wanita dihati saya" ucap Arshaka jujur.


Nazwa seperti terpelanting dijurang yg curam hatinya sakit, ia akui akhir-akhir ini ia mulai mempunyai perasaan pada, Arshaka tapi setelah penuturan Arshaka ia sangat kecewa"gapapa Gus, Nazwa tau"balas nya.


Setelah itu Nazwa pamit, ia menahan air matanya jangan sampai Arshaka tau akan kekecewaan nya saat ini"aku akan pergi jauh dari kehidupan Gus Arsha"batin Nazwa.


Arshaka menatap punggung Nazwa yang mulai tak terlihat, apa perkataan nya membuat Nazwa sakit.


Semua Cinta Arshaka hanya milik Zara Zeavananidya..... Karena Cinta mereka akan dipertemukan disurga Nya....


...Tamat...


...----------------...


...Selesai ya Arshaka maaf ya hanya bisa menyelesaikan cerita sampai disini 🙏🏻🙏🏻. ...