
Caka is calling...
Zara tersenyum pada Arshaka "terimakasih".
Arshaka mengangguk sebagai jawabannya.
" Sudah lengkap juga nomor HP saya, tenang saya tidak akan mengirim pesan modus pada kamu, saya tau batasan saya, nomor saya berguna untuk kamu memberikan keputusan atas pinangan saya".
Arshaka kembali meminum teh yang sudah dingin hingga habis, setelah itu beranjak berdiri "sudah malam, tidak baik jika saya berada disini, dirumah seorang gadis malam-malam begini, Kamu perempuan hanya tinggal sendiri bukanlah membutuhkan pelindung? ".
Apa maksudnya?
" Saya menikahi kamu Artinya saya bersedia menjadi pelindungmu, seumur hidup".
"Maaf atas segala kesalahan saya terhadap kamu, saya bukan pria romantis yang bertele-tele mengucapkan cinta yang suka mengulur waktu, tapi saya akan menebus semua kesalahan saya pada kamu ketika sudah resmi menjadi pasangan yang halal dimata Allah dan hukum, saya akan berusaha menjadi laki-laki terbaik untukmu".
" Gus Ar--".
"Dan satu lagi saat itu saya mengatakan kamu tidak pantas memanggilku Caka, maaf saya telah berbohong saya sangat menyukai ketika kamu memanggilku dengan sebutan Caka. kamu orang kedua yang saya perbolehkan memanggilku dengan sebutan itu setelah Umma saya".
" Saya pamit, selamat malam , Zara. Saya akan selalu menunggu keputusan kamu, Assalamualaikum ".
" Walaikumsalam ".
Arshaka berlalu saat ia melewati Zara, Zara tetap menundukkan kepala. Aroma tubuh Arshaka yang sangat haru. memasuki rongga hidung Zara. Setelah Arshaka membuka pintu mobilnya Zara memberanikan diri mendongak mengamati Arshaka pangeran tampan melamar seorang gadis yang hanya memakai celana kulot kedodoran, cardigan lusuh, dan kerudung langsung yang bisa digunakan anak SD?.
Mobil Arshaka meninggalkan pekarangan kontrakan Zara, barulah Zara bisa bernapas lega gadis itu membawa masuk gelas dan cemilan lalu mengunci pintu.
Zara memberikan gelas dan berwudhu sebelum tidur, ia masih terngiang penuturan Arshaka.
...----------------...
Empat hari sejak dirinya melamar Zara, ia tak mendapat kabar dari Zara, membuat Arshaka mulai khawatir karena besok adalah hari ulang tahun Pesantren, Arshaka khawatir Zara akan menolak nya.
ketika semua sedang mempersiapkan untuk acara besok Arshaka hanya diam didalam kamar, memandang layar ponsel nya kenapa Zara tak memberikan kabar maka ia akan menelepon Zara
atau bahkan mendatangi tempat tinggal Zara.
Tik... tok.. tokk
"Assalamualaikum".
Arshaka membuka pintu " Walaikumsalam, Ada apa, Kang? ".
" Maaf mengganggu, Gus .tetapi Gus Arshaka kedatangan tamu ".
"Tamu? tamu di jam sembilan malam seperti ini? ".
" Laki-laki, Gus kalau tidak salah namanya Pak Vano ".
...----------------...
" Maaf jika kedatangan saya mengganggu istirahat kamu".
"Tidak apa-apa, Pak, ada hal apa datang malam-malam seperti ini? ".
" Sebenernya saya ingin datang sore hari, tapi tidak sempat karena harus mengurus istri saya yang sedang sakit".
"Hari ini saya bertemu Zara, saya sengaja mengatakan jika beberapa hari yang lalu kamu menemui saya untuk meminta restu, dan dihari yang sama juga kamu benar-benar datang menemui Zara untuk melamarnya".
"Saya mencoba untuk memperbaiki hubungan saya dengan putri saya, perlahan-lahan Zara mau berbicara dengan saya, saya tau Nak Arshaka sedang khawatir karena sampai saat ini Zara belum memberikan jawabannya".
" Ini salah saya, Zara takut menikah karena trauma dengan rumah tangga kedua orang tuanya, tapi dia mengatakan kamu sudah meyakinkan dia malam itu, saya ingin berterimakasih dengan kamu, Nak".
"Saya juga katakan untuk tidak lama memberikan jawaban terlalu lama atas lamaran kamu dia hanya diam mungkin masih mempertimbangkan ".
" Bersabarlah Arshaka saya telah mempercayai kamu sepenuhnya untuk kebahagiaan Zara. Tapi kamu tidak perlu khawatir, Zara pasti akan menjawab lamaran kamu".
...----------------...
Pukul 6 pagi semua warga pesantren sudah berkumpul untuk melaksanakan acara yang akan dimulai pukul jam 8 pagi disana Arayyan, zyana juga hadir keduanya duduk dengan Abizan yang berada ditengah-tengah mereka.
"Assalamu'alaikum".
" Walaikumsalam ".
Arshaka, Arayyan, Zyana dan Abizan tersenyum melihat kedatangan Fahri dan Cika juga Aqila.
" Terimakasih, Om dan tante sudah mau dateng ".
" Sama-sama Arshaka kami tentu datang sudah 2 tahun tidak hadir loh karena berada di Singapura.
Apalagi tahu ini tahun pertama kamu menjadi pemimpin Pesantren ".
Arshaka tersenyum mendengar nya" silakan duduk Om, tante, Aqila, acara dimulai sekitar 80 menit lagi, masih menunggu tamu undangan ".
Mereka mengangguk lalu ikut duduk bergabung dengan keluarga nDalem sudah pasti ada Zidan dan Syahda dan anaknya.
Arshaka kembali menghela napas menatap layar ponselnya ia sangat berharap Zara menghubungi nya, mengingat pak Vano menemui dan mengatakan Arshaka untuk tidak khawatir.
" Bagaimana jika Zara menolaknya? ".batin Arshaka.
...----------------...
Berdoa terus ya Caka🤲🤲🤲
Semoga Zara mau🤣🤣🤣🤣🤔🤔