ARSHAKA

ARSHAKA
Suasana hatinya



Malam ini adalah malam pengajian sebelum dua hari lagi akad nikah Zara dan Arshaka semua kerabat Arshaka datang, keluarga Fahri. pengajian berlangsung sejak bada isya hingga 9 malam Santriwati dan Dewan Pesantren perempuan kembali ke asrama putri tatapi Zara masih berada di pekarangan masjid dirinya masih berbincang dengan Zyzy, Cika dan Syahda.


"Besok seharian kamu ga boleh keluar asrama ya, Zara. apalagi ketemu Arshaka, kamu baru boleh bertemu Arshaka setelah akad".pesan Syahda.


" Iya tante, lagipula, Zara juga bingung kalau keluar mau ngapain, seminggu ini zara cuma di asrama putri aja".


"Yaudah lebih baik kamu istirahat sebelum ikhwan bubar dan kamu bertemu Arshaka".


Zara mengangguk pamit ke kamarnya saat sedang berada di Koridor dirinya melihat seorang perempuan yang ia kenali. Zara pun menghampiri nya.


" Hai, Aqila".


Aqila menoleh segera menghapus sir matanya, lalu menunduk.


"Kamu nangis? kenapa nangis? ".


Aqila menggeleng, Zara mengusap bahu Aqila " jangan nangis ".


" Rasanya sakit banget melihat seseorang yang kita cintai akan menikah sama perempuan lain".


Zara terkejut "maksudnya? ".


" Iya aku sayang sama Bang Shaka. kenapa Bang Shaka malah nikah sama kamu? Dari dulu aku pendam perasaan ku, selama ini aku selalu mencoba memberikan Bang Shaka hadiah-hadiah kecil, tapi kenapa Bang Shaka ga pernah peka? ".


" Tiba-tiba kamu datang dan akan menikahi kamu. Zara aku mohon sama kamu lepasin Bang Shaka, Aku cinta Bang Shaka, jauh sebelum kamu datang kehidupan Bang Shaka".


...----------------...


Zara kembali ke kamar suasana hatinya terasa hampa perkataan dan penuturan Aqila terus terniang di benaknya.


"Zara? ".


" Cia".


"Kamu kenapa kok sedih gitu? ".


Zara tersenyum tipis dan menggeleng kecil" gapapa, Ci aku cuma tiba-tiba kangen Mama ".


"Beberapa? ".


" Iya, Cia".Zara tau dirinya sudah membohongi Cia, tetapi ia tak mungkin menceritakan tentang Aqila.


"Iya ci, lebih baik sekarang aku tidur".


To:Caka


" Assalamu'alaikum, maaf Gus, Tiba-tiba saya merasa tidak bisa melanjutkan ini".


Pesan terkirim semenit setelah nya ponselnya bergetar karena Arshaka meneleponnya, namun Zara mematikan ponselnya dan kembali menyimpannya.


"Maaf Caka".


Baru saja Zara hendak masuk ke alam sadar, terdengar suara ketukan, Zara tau itu pasti Arshaka ia mencoba tak menghiraukan tetapi semakin lama ketukan itu semakin keras, Zara menatap teman-temannya sudah tertidur jika membiarkan Arshaka yang terus menerus mengetuk pintu bisa-bisa teman nya terganggu. Akhirnya Zara membuka pintu sebelumnya ia mengambil cardigan nya dan kerudung.


Cklek!.


"Maksudnya apa? ".


Zara terkesiap " Gus, saya--".


"Maksud kamu apa pesan itu, Zara Zeavananidya?".


Zara menunduk kepalanya, membuat Arshaka menghela napas kasar" ikut saya! ".


Zara mengekor Arshaka dari belakang, Arshaka menuju taman


" Gus, sekarang udah jam 11 malam".


"Disini lebih aman, tidak akan menggangu santri lain, Sekarang kamu katakan apa maksud kamu mengirim pesan seperti itu? ".


" Gus saya minta maaf--".


"Kamu ingin main-main? Zara, 2 hari lagi akad nikah kita".


" Saya tidak butuh maaf kamu, yang saya butuhkan penjelasan kamu cepat jelaskan pada saya! ".


" Saya merasa ga pantes bersanding sama Gus Arshaka! ".jawab Zara.


" Kenapa? sebelumnya kamu ga menolak saya, ini kenapa tiba-tiba kamu merasa ga pantas? ".


...----------------...


Sabar-sabar Arshaka jangan esmosi terus dong kasihan tuh si Zara🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


Dukung terus ya Caka sama Zara