
Setelah mendapatkan hukuman Zara membersihkan diri lalu mengemasi barang-barangnya ia telah dikeluarkan dari Pesantren Darussalam.Zara melangkah keluar dari gerbang Pesantren sekilas menatap bangunan itu dan menoleh"terimakasih sudah menjadi tempat lelahku, terimakasih sudah menjadikan aku seperti Zara yang sekarang, tempat ini hanya bisa Zara kenang, Selamat tinggal".lirih Zara seraya mengusap jejak air matanya.
Zara kini menaiki angkot umum menuju malam sang Nenek, sesampainya ia berjongkok dipinggir makam sang nenek.
Air matanya kembali tumpah menatap nisan yang ada di hadapan nya mengusap lembut.
"Nenek".
" Maafin zara. Nek, Zara gagal menjadi cucu yang membanggakan untuk nenek, zara juga gagal meraih cita-cita zara. Sekarang zara dikelurin dari Pesantren dan dicabut beasiswa dari Universitas Darussalam, tapi zara beneran ga melakukan itu, nek. Zara ga tau apa-apa, Zara difitnah seperti itu, Sekarang Zara udah ga punya siapa-siapa, papa dan mama udah bercerai, Mama entah ga tau dimana? Papa udah bahagia sama keluarga barunya, sedangkan nenek udah pergi ninggalin Zara, Zara sendiri, Nek".
"Nek, dulu nenek selalu bilang kalau Zara anak kuat, tapi sekarang Zara ga kuat nek, Zara mau ikut sama nenek".
Zara menangis terisak, memeluk nisan sang Nenek, meluapkan semua yang ia rasakan.
" Maafin Zara, Nek, Zara kangen Nenek ".
...----------------...
Zara menghitung uang hasil ia dapatkan dari menjual ponselnya, ia akan mencari kontrakan yang murah untuk ia huni, karena tak mungkin ia mengabari Tante Kintta jika dirinya dikeluarkan dari Pesantren, sedangkan rumah nenek nya sudah ia kontrakan ke orang sejak kepergian nenek nya.
" Zara harus cari pekerjaan untuk bayar kontrakan setiap bulannya ".zara menyemangati dirinya.
Seharian penuh Zara berkeliling mencari kontrakan kosong yang murah sejak pagi hingga pukul 8 malam ia baru mendapatkan kontrakan tiga petak dengan harga 700 ribu perbulan.
" Gapapa Zara, waktunya istirahat besok mulai cari kerja".
...----------------...
Sedangkan Arshaka berusaha membujuk adinya agar mau berbicara padanya tetapi ia tak pernah berhasil.
3 hari berlalu sejak Zara di keluarkan dari Pesantren setiap kali dirinya bertemu dengan Arshaka, Abizan akan menghindar ia tak mau berbicara dengan Arshaka atapun bertemu.
"Kak Zara apa kabar? Sekarang lagi ngapain? Kak Zara tinggal dimana? Kak Zara baikbaik aja kan? ".Gumam Abizan.
" Maafin aku Kak aku ga bisa lindungin kak Zara ".
Abizan menatap lapangan tempat dimana pertama kali ia bertemu dengan Zara mengingat itu membuat Abizan terasa sakit, ia benar-benar merasa kehilangan.
"Abizan".
" Kok ga dibales pelukan kakak? Kamu ga kangen sama kakak? Udah seminggu loh kita ga ketemu ".
" Kangen kok, ".
" Ih kamu kenapa sih? kok kayaknya ga semangat gitu? lagi sedih kenapa, ayo cerita sama kakak? ".
Kedua mata Abizan berkaca-kaca menatap Zyana.
" Kak".
"Iya kenapa, Dek".
" Kak Zara di keluarkan dari Pesantren ".
Zyana terkejut" Di kularin? Kok bisa? dia kan santri berprestasi? ".
" Kak Zara difitnah berzina, Kak. tapi Bizan yakin itu fitnah, kak Zara gak melakukan itu".
"Kapan kejadiannya? ".
" 3 hari yang lalu, Kak. Kejadiannya dini hari kak Zara dan seorang santriawan berada di gudang, mereka diduga melakukan zina, di CCTV ter rekam kalau santriawan itu gendong kak Zara ke gudang, tapi Bizan yakin kak Zara dalam kondisi tak sadar karena dia sama sekali ga berontak, pasti ada yang jebak kak Zara ".
" Astaghfirullah, Bang shaka mana? ".
" Bizan ga tau".
"Ayo cari Bang Shaka, biar kakak Zyzy omong sama Abang".
" Percuma kak. Bizan udah memohon Bang Shaka percaya,dia tetap gak percaya,Bizan udah minta Bang Shaka untuk percaya sama kak Zara tapi ga dipeduliin ke Bang Shaka.Bizan ga mau ketemu sama Bang Shaka ".
Zyana menghela napas,ia kembali memeluk Adiknya mengusap lembut.
...----------------...
Mohon dukungannya ya like dan komen, biar tambah semangat dikasih bintang atau hadiah yaβΊβΊβΊππ»ππ»π€