ARSHAKA

ARSHAKA
Milad



"Bang ada yang Arayyan bicarakan".


Zyana pun tau maksud Arayyan apakah saudara kembarnya sudah memiliki pelabuhan hati?


Arshaka mengikuti Arayyan keluar mereka menuju halaman belakang dan duduk dimeja taman.


"Bang, Arayyan mau bicara serius".


" Apa, Yan? ".


" Setelah lulus dan advokat Arayyan mau melamar seseorang ".


Arshaka mengangguk" apa sudah ada calonnya? ".


" InsyaAllah ada ".


" Siapa gadis yang membuatmu jatuh hati? ".


" Nanti kalau udah saatnya Arayyan bakal kenalin ke Abang dan lainnya ".


" Yan, kamu sudah dewasa dan cukup matang untuk membina rumah tangga, Abang akan dukung kamu apapun pilihan kamu".


"Terimakasih, Bang".


Zyana tersenyum bahagia dibalik tembok mendengar percakapan keduanya karena Arayyan sudah bisa melupakan Aqila dan membuka hati untuk gadis lain.


...----------------...


Suara tangis bayi terdengar Arayyan baru saja pulang pukul 2 malam, Ia mendengar tangisan bayi dari kamar Arshaka dan Zara apakah Arshaka dan Zara tidak mendengar tangisan kedua anaknya?.


Perlahan Arayyan membuka pintu kamar, syukurlah Arayyan melihat Zara tertidur dengan memakai mukena sepertinya wanita ini baru saja melaksanakan shalat malam, tapi dimana Arshaka?.


Arayyan mendekati kasur bayi, melihat keduanya menangis.


"Sttt.. Cup-cup".


Arayyan mengangkat kedua bayi itu, membawanya keluar disofa mengurungkan dengan bantal sofa agar Arka dan Zura tak bergelincir ke lantai.


Arayyan menuju dapur untuk menyiapkan ASI Zara yang memang memiliki stok ASI di kulkas, Arayyan mengambilnya dua kantung ASI lalu ia rendam dengan air hangat kemudian menuangnya ke botol, dirinya memang sudah ahli menyiapkan susu untuk kedua keponakannya, karena ketika Arshaka sedang berada di pesantren dan Zara sedang melakukan pekerjaan rumah, Arayyan membantu menjaga kedua keponakannya yang saat ini sudah berusia 4 bulan. Arayyan kembali dengan membawa dia botol susu memberikan pada Arka dan Zura, setelah minum susu keduanya tak tertidur Arayyan mengajar bersendagurau.


"Arka... Zura? ".pekik Zara menuruni tangga, langkah kakinya melangkah cepat wanita itu baru terbangun karena merasa Arka dan Zura tak ada dikamar.


" Arka, Zura? ".


" Ar----------------".


Ucapan Zara terhenti ketika melihat Arayyan yang tengah mengaja kedua anak-anaknya berbicara.


"Arayyan? ".


Arayyan menoleh " Hey".


Zara menghela napas lega"aku kira Arka dan Zura hilang. Kenapa mereka bisa sama kamu? ".


" Tadi gak sengaja denger mereka nangis, eh taunya mereka haus, kamu tidur, kelihatannya kelelahan akhirnya saya bawa mereka keluar dan kasih susu dikulkas, kemana Bang Shaka? ".


"Mas Caka, ada acara di bandung kemarin sore baru berangkat, mungkin nanti pagi sampai rumah, Arayyan maaf ya aku udah ngerepotin kamu".


" No, it's okay, Zar. kebetulan juga saya baru pulang ".


" Aku baru tidur jam 12 tadi habis bikin kue buat Mas Caka".


Arayyan tampak berpikir lalu ia mengingat "oh iya, hari ini Bang Shaka ulang tahun kan? ".


Zara mengangguk sebagai jawaban.


" Gimana kalo kita buat kejutan untuk Bang Shaka?.


"Kejutan apa? ".


...****************...


"Ra, sebenarnya kita mau kemana? ".


" Ikut aja".


Tak lama mereka menghentikan langkah nya"kamu tunggu disini, jangan dibuka dulu sampai aku kembali lagi, okey! ".


" Hmm".


Zara sedikit berlari mengambil kue, lalu kembali berdiri dihadapan Arshaka "sekarang boleh dibuka".


Arshaka menurutinya ia membuka kain penutup matanya, seketika melihat wajah cantik Zara yang tengah memasang senyum manis.


" Selamat hari milad, Mas Caka".


Arshaka mengedarkan pandangannya saat ini mereka tengah berada didermaga ketiga adiknya dan kedua putra-putri nya berada didepan rumah kayu tengah memandang ke arah mereka. "Sayang, kamu ".


" Sebenarnya ini bukan ideku, tapi ini ide Arayyan membuat kejutan disini, aku cuma bikin kue ini Mas, Zyzy dan Abizan juga membantu Arayyan mendekor rumah kayu".


Arshaka terkekeh mengecup kening Zara dengan lembut"terimakasih, Zaujati".


"Kamu tiup lilinnya, Mas".


Arshaka meniup lilinya kemudian memotong kue tersebut menyuapi Zara dengan sepotong kue kecil lalu mencicipi kue buatan Zara.


" Enak kuenya, kamu selalu masak enak".


Zara tersenyum memandang air dihadapan nya"empat bulan ini aku benar-benar merasakan kehangatan keluarga ini, Mas, kehangatan keluarga yang sebelumnya aku gak pernah rasakan, itu semua karena kamu, adik-adik mu, dan kehadiran kedua anak-anak kita, Aku bersyukur karena udah menjadi bagian dari keluarga Malik".


"Umma dan Abba juga pasti senang karena memiliki menantu tercantik, termanis, terbaik, teristimewa ".ucap Arshaka.


Zara menatap Arshaka yang tengah menatapnya" menurut kamu, Apa Umma dan Abba menerima kehadiran aku untuk keluarga Malik? ".


" Tentu, sayang, Kalau Umma dan Abba disini mereka pasti akan menjadi mertua paling beruntung ".


Zara terkekeh perkataan Arshaka selalu bisa membuat hatinya senang" Ra? ".


Tangan Arshaka mengusap lembut pipi Zara" terimakasih karena udah menjadi santriwati yang nakal, membangkang, dan melawan pemimpin pesantren Darussalam yang akhirnya membuat si pemimpin jatuh cinta sama kamu".


"Mas, terimakasih juga karena udah menjadi pemimpin pesantren yang menyakini santriwati nya kalau pernikahan itu tidak seburuk yang aku pikirkan, tetapi suatu hal indah yang ada didunia".


" Terimakasih juga karena udah menerima kehadiran aku di keluarga ini, keluarga yang diimpikan semua orang, keluarga yang harmonis, penuh cinta kasih, saling mengasihi dan menyayangi, saling mendukung dan mencintai ".


Arshaka tersenyum" I love you till jannah, Ra".


"I love you too, My Gus".


Arshaka mendekatkan wajahnya pada Zara menangkup wajah Zara dan mencium nya keduanya memejamkan mata dan larut dalam ciuman mereka.


" Ow.. owww".Abizan menutup kedua matanya dengan tangan.


Sedangkan Arayyan dan Zyana mendadak salting apakah Arshaka dan Zara tidak melihat keberadaan mereka?.


"Ekhem! Okey, hold on, bro. I'm starving! ".ucap Arayyan dengan keras setelah itu masuk kedalam rumah kayu dengan menggendong Arka, Zyana ikut menyusul Arayyan kedalam dengan membawa Zura, Abizan masih berdiri di tempat dengan menutup wajahnya, keduanya terkekeh melihat Abizan Arshaka dan Zara menjauhkan wajah mereka lalu Arshaka mengulurkan tangannya pada ZaraZara.


"Come on, Princess".


Zara mengambil kue itu dan bangkit Arshaka pun merangkul pinggangnya dan keduanya berjalan mendekati Abizan " Hey".ucap Arshaka menepuk kepala Abizan. ia terkejut membuka mata karena Arshaka dan Zara sudah berada dihadapan nya, segera ia berlari masuk kedalam rumah kayu.


Arshaka dan Zara terkekeh melihatnya, pria itu mengecup singkat bibir Zara dan mereka ikut kedalam rumah kayu.


...----------------...


Hay... beberapa Bab Lagi Arshaka dan Zara Tamat ya... lanjut nya kisah Arayyan dan perawat cantik.


Tunggu giveaway di penghujung cerita ARSHAKA ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻😁😁😁😁😁😁


Maaf Author ya... banyak bolong-bolong karena lagi sibuk🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤❤❤❤