
Zara membuka pintu kamar Arshaka dengan perlahan, ia melihat Arshaka yang duduk ditepi ranjang.
Pria itu menepuk sisi ranjangnya,meminta Zara untuk duduk disana,gadis itu menurut segera mendekat dan duduk disebelah Arshaka.
"Maaf atas sikap Arayyan, Ra. Anak itu semakin lama semakin kurang ajar, harus diberi pelajaran".
Zara menggeleng kecil dan tersenyum" jangan, dia adik kamu, Mas".
"Tapi kamu istri aku, gak seharusnya dia berkata seperti itu didepan aku".
" Mungkin dia emang masih belum bisa menerima aku di keluarga ini, tapi aku gapapa kok, suatu hari nanti pasti Arayyan bisa menerima kehadiran aku".
Arshaka menghela napas, ia mengusap pipi Zara yang terasa dingin"maaf, Ra".
"Gapapa, Mas. mending sekarang kita tidur besok kan masih ada resepsi".
" Kamu ga ingin buka mukena kamu? ".
" Tapi--".
"Ra, kamu tau gak? setiap helai rambut kamu yang kamu perlihatkan ke suami kamu, akan menjadi ladang pahala untuk kamu. Jangan biarkan rasa takutmu menghalangi pahala itu".
" Tapi aku belum siap, Mas".
"Aku gak akan memaksa kamu untuk memberikan hak aku sekarang, Ra. aku cuma mau lihat rambut kamu, kalau untuk melakukan itu, aku akan menunggu kamu sampai kamu bersedia tanpa aku memaksa kamu".
" Nunggu? ".
Arshaka mengangguk" Iya aku akan menunggu ".
" Sampai kapanpun akan menunggu? ".Tanya Zara memastikan yang dijawab anggukan kepala oleh Arshaka.
Melihat itu Zara menghela napas lega " terus tadi kamu mau ngapain deket-deket gitu kayak mau nyium? ".
" Tadi aku mau bersihin debu di mukena kamu, kenapa kamu mikirnya aku mau nyium kamu? ".
" Ya.. lagian kenapa ga omong aja sih, kalau ada debu? ".
" Gimana mau bilang kamu motong perkataan aku terus ".
" Hehehe.. iya juga, Ya".
Arshaka mengusap kepala Zara "aku buka ya mukena nya".
" Takut ".
" Takut kenapa? ".
"Takut kamu ga suka lihatnya".
Arshaka tekekeh, ia membuka mukena Zara, sedangkan Zara memejamkan mata, tak ingin melihat ekspresi Arshaka, mukena terlepas tak ada suara apapun selama 20 detik sampai akhirnya terdengar helaan Arshaka.
" Did I marry two different girls".
Zara membuka mata ia mengernyit bingung"what do you mean? ".
Arshaka tersenyum tangannya mengusap rambut Zara dengan lembut" you look so beautifull how lucky i am, Masyallah ".
...----------------...
Saat Zara membuka mata merasakan adanya sapuan tangan lembut diwajah nya ternyata Arshaka yang tengah memasang senyum manisnya.
" Good morning, Wife ".
" Hmm. pagi jam berapa sekarang? ".
" Jam 4 kurang, kamu bangun mandi sebentar lagi adzan subuh ".
"Kamu udah mandi? ".
"Aku shalat disini aja deh, ".
" Kenapa? kamu takut sama Arayyan? ".
" Bukan gitu".
"Ra, kamu ga perlu takut karena kamu ga ada salah sama Arayyan kamu memiliki hak dirumah ini, dia seharusnya hormat sama kamu karena kamu adalah istriku, jadi kamu gak perlu berkecil hati".
" Tapi? ".
" Gak ada tapi tapian cepet mandi, aku tunggu dibawah ".
Arshaka mengecup kening Zara beranjak kekamar mandi meninggalkan Zara yang mas bergeming diranjang.
Selesai subuh berjamaah, Zara menuju dapur untuk memasaknya sarapan dan diperbolehkan walaupun pada awalnya Arshaka melarang nya da mengatakan pesan makanan saja, tetapi Zara tetap kekeh ingin memasak. Zara mengecek bahan-bahan makanan, saat sedang memasak Zyzy datang membantu Zara merangkul bahu Zara dengan akrab.
" Hey pengantin baru, kok malah masak? Harusnya kamu istirahat kan nanti siang resepsi pasti capek banget entar ".
"Gak ada salahnya memasak, Zy lagian resepsi nya masih nanti siang aku punya waktu banyak pagi ini jadi ya masak sarapan aja".
" Hmmm, kelihatan kamu masih canggung sama Bang Shaka gimana malam
pertama? kamu sama Bang Shaka? ".
" Zy, kok jadi nanya gitu? ".
" Ya aku pengen tau aja kalian udah--? ".
" Zy".
Zyzy terkekeh "aku duga pasti belum, ya? Yaampun kasihan banget Abang ku".
Zyzy tertawa.
Zara menghela napas" aku belum siap, Zy. Mas Caka juga bilang bakal nunggu kok ".
" Jangan kelamaan, Zara. gak baik menunda-nunda, nanti keburu, Expert ".
Zyana tertawa lagi lalu meninggalkan Zara untuk menemui Abangnya, kali ini dirinya akan menggoda Arshaka setelah dirinya berhasil menggoda Zara
Sedangkan Zara terdiam kembali teringat pada kejadian semalam, disaat dirinya dan Arshaka tidur berdua.
Flashback.
Arshaka dan Zara berbaring diranjang masing-masing melafalkan doa dan tidur dan memejamkan mata dan mengubah posisi nya miring ke kanan menghadap Zara.
Zara ikut miring ke kanan membelakangi Arshaka, ia mencoba untuk tertidur tetapi tiba-tiba saja sebuah tangan memeluknya membuat jantung Zara merasa ingin lompat karena saking terkejutnya.
"Aduh kenapa begini? ".batin Zara.
Terdengar suara napas Arshaka yang tenang pria itu sudah tertidur mengapa cepat sekali?
Zara berusaha menjauhkan tangan Arshaka dari tubuhnya malah Arshaka justru semakin erat merapatkan tubuh nya ke tubuh Zara. bahkan Zara tidak bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri ya ampun.
"Tidur, Ra".
Zara terkejut Arshaka ternyata belum tertidur? Dan sekarang pria itu memeluknya dengan erat dari belakang kalau seperti ini Zara tidak bisa tidur melainkan pingsan.
Flas on.
Zara menghela napas teringat kejadian semalam membuat nya merinding.
...----------------...
Tukan cuma debu?? kenapa harus kejar-kejaran sih.?? kayak Drama India aja kuch kuch Hotahe aja?? 🤭🤔🤔🤔