ARSHAKA

ARSHAKA
Munafik



Arshaka berlalu dari hadapan Arayyan lebih baik dirinya menemani Zara.


saat ini Arshaka sudah berada di kamar mereka, dilihat Zara sedang duduk dipinggir ranjang.


"Jangan menyerah, sayang. Aku yakin kamu pasti sembuh, Kita lewati ujian ini sama-sama, ya? ".


" Kamu ingin anak kan, Mas? ".


Arshaka terdiam tak menjawab.


"Mas, aku gak bisa kasih kamu anak".dengan suara tercekat.


" Hey gak boleh seperti itu, kita bukan Tuhan, kita ga bisa menentukan takdir. Anak adalah titipan yang Tuhan kasih ketika Tuhan tau kita udah mampu menjaga dan merawat amanah-Nya".


"Tapi Mas--".


" Zara Zeavananidya, gak ada tapi tapian aku akan lebih sering dirumah untuk merawat kamu, untuk Pondok akan sedikit ditangani Arayyan kamu fokus sama kesehatan kamu, ya".


"Aki akan terus menguatkan kamu sampai kamu sembuh dan jangan merasa takut, sayang. kamu gak sendirian, ada aku".


Zara tak bisa menahan air matanya ia menangis dalam dekapan Arshaka membenamkan wajahnya didada Arshaka.


...----------------...


3 hari setelahnya Zara mulai melakukan terapi mungkin karena baru pertama melakukan terapi dirinya muntah-muntah berkepanjangan.


Arshaka sangat tidak tega melihatnya, hanya bisa berdiri disebelah Zara dengan memberikan kekuatan untuk nya.


" Ibu, Bapak, sering berhubungan? Terakhir berhubungan kapan, Pak, Bu? ".


" 6 hari yang lalu Dok. Sebelum kita tau istri saya sakit ".


Dokter tersenyum" saya mengerti Pak jika membutuhkan itu, tetapi untuk saat ini kondisi Ibu Zara sedang lemah. Saya sarankan agar lebih aman, Ibu Zara memasang KB terlebih dulu. Karena terdapat tumor jinak, akan berbahaya jika nanti terdapat janin di rahim Bu Zara yang saat ini sedang tidak baik-baik aja ".


" KB, Dok".


"Betul, Bu, Pak. Ini mencegah kehamilan. Saya sarankan KB karena jika menggunakan alat kontrasepsi lain khawatir nya Bapak dan Ibu akan kelupaan, KB yang paling aman".


Arshaka tahu, dalam islam tak di perkenalan memakai alat kontrasepsi jenis apapun, tetapi demi keselamatan Zara dan demi masa pemulihan Zara akhirnya Arshaka menyetujui nya.


Sebulan penuh Arshaka merawat Zara kondisi Zara mulai membaik terdapat perubahan juga pada Zara tubuhnya mulai berisi tak sekurus sebelumnya, Arshaka selalu menyiapkan makanan 4 sehat 5 sempurna untuk Zara ketelatenan Arshaka merawat dan menemani Zara mengajaknya berbincang hal lucu sehingga Zara menghilangkan stress nya.


"Saya ada sesuatu untuk kamu".


" Apa Mas? ".


Arshaka menyerahkan sebuah kotak pada Zara membuat Arayyan dan Zyzy ikut memperhatikan apa isi kotak tersebut.


Zara membuka kota itu, ia membacanya dengan seksama seketika Zara membelak terkejut.


"Mas... UMROH? ".


Arshaka menganggukan kepala membuat Zara reflek memeluk Arshaka dengan erat.


" Makasih, Mas aku gak tau harus bilang apa? ".ucapnya dengan suara tercekat.


" Selamat hari milad, istri ku, Barakallah fi umrik, Zaujati".ucap Arshaka seraya mengusap kepala Zara.


Zyana tak bisa menahan tangis terharu melihat nya, sedangkan Arayyan acuh tak tertarik melainkan memainkan ponselnya daripada melihat kemesraan Arshaka dan Zara.


Satu bulan lagi Arshaka dan Zara akan melakukan ibadah Umrah satu keinginan Zara telah diwujudkan Arshaka.


Hari-hari Kondisi Zara semakin membaik dirinya memutuskan untuk membuat sarapan pagi karena selama satu bulan ini dirinya tak pernah memasak Arshaka melarang nya.


Senyum Zara terus mengembangkan mengingat kemarin adalah hari lahirnya dan Arshaka memberikan kado spesial yaitu kado umroh. ditambah semalam Arshaka memanjakannya, rasanya Zara ingin menghentikan waktu itu.


"Ekhem!! ".


Zara menoleh pada Arayyan yang berdiri dibelakangnya ia tersenyum pada Arayyan.


"Masih lama? saya lapar? ".


" Sebentar lagi selesai, kok".


"Kenapa senyum-senyum? puas udah bisa mengendalikan Bang Shaka? Puas bisa merasakan harta keluarga ini".


" Maksudnya apa? ".tanya Zara seraya mematikan kompor nya.


" Saya tau, Zara. Niat dari awal kamu nikah sama Bang Shaka hanya ingin hartanya kan? Seharusnya kamu bilang dari awal kalau kamu ingin harta? saya bisa kasih kamu asalkan kamu gak nikah sama Bang Shaka! Mau berapa? 500juta? 1M? 2M? atau 100M?Kamu sama aja matre".


"Arayyan! Mulut kamu jahat banget".tegas Zara.


Arayyan tekekeh tersenyum sinis" lebih baik bicara terang-terangan daripada munafik seperti kamu, Zara! ".


" Munafik? Siapa yang munafik? saya gak pernah punya niat untuk meninginkan harta Mas Caka! saya juga gak meminta uang, semua Mas Caka kasih itu bukan permintaan saya ".


...----------------...


Author udah gedek sama Arayyan!! 🤣🤣🤣


Like dan komen ya lanjut nya bakalan masih ada perdebatan yg sengit!!! 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻