
Arshaka dan Zara sudah sampai di Pondok pesantren,ia sekarang berada di kamar yang Arshaka gunakan sewaktu di pesantren.
"Ra".
" Hm? ".
" Maaf, ya Mas ngajak kesini".
"Gapapa, Mas. ini cukup bagi aku".
" Maaf, juga perkataan Arayyan membuat kamu sakit hati".
Zara menatap Arshaka menggeleng kepala"maaf, aku gak bisa kasih kamu anak, Mas".
"Sayang, jangan bicara seperti itu, Arayyan bukan Tuhan yang bisa menentukan takdir, apa yang dibilang Arayyan itu gak bener".
" Aku emang gak pantes bersanding kamu, Mas".
"Zara, didunia ini gak ada pantas atau gak pantas, kamu menjadi istriku karena hati aku memilih kamu, Coba sekali aja ikuti kata hatimu, gak usah pedulikan orang lain mau bilang gimana tentang kamu".
Arshaka menarik Zara kedalam dekapan membiarkan Zara meluapkan tangisnya didalam pelukkan nya.
" Jangan tinggalin aku, Mas".
Arshaka mengangguk, mengecup kening Zara"I'm here with you wife".
Efek pertengkaran yang terjadi di pagi itu membuat kondisi Zara kembali drop, seminggu ini ia hanya berbaring di ranjang, tentunya Arshaka marah besar pada Arayyan sampai dirinya enggan menemui adi kurang ajarnya, lebih baik merawat istrinya yang tengah sakit.
Zyana setiap harinya datang ke pesantren meminta Arshaka dan Zara kembali ke rumah, Arshaka tetap pada pendirian nya tidak ingin kembali ke rumah lagi, tepatnya tak ingin tinggal bersama Arayyan.
"Mas, kalau aku meninggal apa kamu mau menikah lagi? ".
" Hey, pertanyaan macam apa itu? Kamu bakal sembuh, jangan bicara aneh-aneh seperti itu, Zara. Aku gak suka kamu bicara seperti itu".
"Aku cuma nanya aja, Mas. mau tau jawaban kamu".
" Engga ,aku hanya menikah sekali seumur hidupku, Ra".
Zara tersenyum mendengarnya mengusap pipi Arshaka dengan lembut "terimakasih, Mas aku beruntung punya suami kayak kamu".
" Kalau gitu buang segala pikiran kamu tentang apapun yang menyakiti kamu? kamu harus kembali sehat, semangat, ceria dan menggemaskan lagi".ucap Arshaka seraya mengecup pucuk kepala Zara.
Zara mengangguk memeluk "cium pipi boleh, Mas? ".
Arshaka tersenyum seraya menangkup wajah Zara" Satu persatu impian ku terwujud, Mas dan semua itu karena kamu".lirih Zara.
"Bukan karena aku sayang, tapi berkat rahmat Allah, melewati perantara aku".ralat Arshaka.
" Alhamdulillah, iya".
"Aku bobok ya".
" Iya sayang, selamat tidur cantikku ".ucap Arshaka. Zara tersenyum mendengarnya kemudian memejamkan matanya.
...----------------...
Dan hari ini kondisi Zara sudah membaik biasanya dirinya kontrol 3 hari sekali, tetapi sekarang sudah bisa 1 minggu sekali, mereka akan Umroh bersama selama 15 hari dan seminggu lagi sudah memasuki bulan Ramadhan artinya selama 1 awal bulan Ramadhan mereka berada di Baitullah
Tadinya Abizan ingin ikut, tetapi kegiatan Pesantren sedang padat Abizan termasuk santri di pesantren jadi tidak bisa meliburkan diri sebelum pertengahan Ramadhan.
"Kak, jangan lupa foto didepan Ka'bah sama Bang Shaka, ya nanti di upload ke instagram".ucap Abizan.
" Aku gak punya instagram,Bi,Mas Caka punya?".
Arshaka menggeleng "apa itu instagram? ".
" Aduh, gini nih kalo Om-om, yang sabar kak Zara".ucap Abizan yang membuat Zara tertawa.
Walaupun dirinya di bilang Om-om tapi Arshaka senang, karena itu yang membuat Zara tertawa, sangat bucin.
"Abang sebentar lagi Mila Umma".ucap Abizan, Zara menghentikan tawanya.
"Abang ingat kok, nanti kita ke makam Umma setelah Abang pulang dari umroh, ya?
" Iya Bang, nanti Bizan bilang kak Zyzy sama Bang Arayyan ".
Ah iya Abizan tak mengetahui jika pertengkaran di pagi itu, jika tau dirinya akan membenci Arayyan yang telah menghina Zara sehingga membawa Zara ke pesantren.
" Iya".Arshaka hanya mengiyakan perkataan Abizan.
...----------------...
Dukung terus ya Arshaka dan Zara. chapter selanjutnya mereka akan Umroh dan ada kado spesial.