
Zara mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya "terimakasih, Mas Caka".zara tersenyum menatap Arshaka.
...----------------...
Pukul 2 dini hari Zara merasa tak ada Arshaka disebelahnya, ia terbangun pandangannya tertuju pada Arshaka yang tengah melakukan shalat.
Zara hanya memperhatikan Arshaka, sampai Arshaka selesai dan memanjatkan do'a, tak bersuara tetapi bibirnya bergerak, Zara bisa sedikit membaca gerak bibir Arshaka.
"Amin".
" Mas? ".panggil Zara.
Arshaka terkejut mengetahui Zara yang terbangun melipat sajadah dan menghampiri Zara.
"Sahur masih 1 jam lagi, kenapa bangun? ".
" Kamu abis tahajjud? ".
" Hmm".
"Kamu do'a apa? ".
" Pengen tau? ".
" Ingin tempe".ledek Zara yang membuat Arshaka terkekeh, Arshaka mengusap lembut pipi Zara "Hari ini hari lahir Umma'.
Zara mengangguk" oh.. aku lupa, ya ampun, Maaf Umma".
"Aku mau shalat tahajud terus berdoa juga untuk Umma".
" Abis itu kita sahur".
Setelah selesai sholat tahajjud Zara saat ini tengah sahur, Arshaka dan Zara tak banyak berbicara, ingin cepat menyelesaikan makan sahur sebelum Imsak, akan melanjutkan shalat di masjid berjamaah.
"Mas, boleh tanya sedikit aku? ".
" Apa? ".
" Kamu pernah bilang, Ummat dan Abba nikah karena perjodohan? lalu apa itu artinya keluarga kamu memiliki prinsip perjodohan? ".
" Sepertinya engga, kenapa kamu nanya gitu? ".
" Aku bingung aja, ya kenapa kamu gak dijodohin sama Aqila? ".
"Sebenarnya pernah dulu om Fahri bilang sama Abba, saat Abba belum meninggal dan Aqila baru umur 1 tahun, Om Fahri menawarkan perjodohan antara aku dan Aqila tapi dengan tegasnya Abba menolak".
" Kenapa? ".
" Karena Abba gak ingin kalau aku atau Aqila tertekan atas perjodohan itu, Abba bilang biarkan mereka menemukan jodoh yang tertulis di Lauhul mahfudz masing-masing, dan biarkan mereka tumbuh ".
" Tapi Abba dan Umma juga nikah karena perjodohan? ".
" Benar, mereka menikah karena dijodohkan, tadinya Abba ingin menikahi Tante Lea, karena takdir mengatakan bahwa Umma Zea yg tertulis Lauhul mahfudz Abba, jadilah Abba ditakdirkan untuk Umma".
"Kita ditakdirkan gak? ".
" Menurut mu? ".
" Mas, aku serius nanya? ".
" Kamu tau? Jodoh itu bisa berubah, sekalipun tadinya kita gak berjodoh, aku akan terus membujuk sang pemilik hati agar menyatukan kita dan mentakdirkan kita terus bersama ".
" Atas izin Allah saat ini kita sudah terikat di sebuah ibadah untuk selamanya, yaitu pernikahan".
...----------------...
15 hari Arshaka dan Zara melakukan ibadah Umroh saat ini mereka sudah berada di bandara Sukarno-Hatta dan Zyana senang tiasa menjemput kedatangan mereka berdua. Zyana dengan sabar berdiri diruang tunggu dan membawa spanduk bertuliskan Bang Shaka dan Zara I miss you.
Zara tertuju dengan tulisan spanduk langsung menghampiri Zyzy.
"Zy".
" Zara".seraya memeluknya sambil berjingkrak ria.
Arshaka hanya bisa menatap diam2 perempuan yang sangat ia sayangi.
"Zy, Abang gak dipeluk? ".
" Eh.. iya".
Zyana beralih memeluk Arshaka.
"Ayo kita pulang".ajak Zyana.
Zara menahan Arshaka"Mas, kita pulang kemana?".
" Untuk semalam kita pulang ke rumah dulu nanti kita balik ke Pesantren ".
Sesampainya dirumah keadaan nya memang sepi karena Arayyan belum pulang dari kuliah tambahan.
Pagi ini Arshaka dan Adik-adiknya ingin pergi ke makam.
Arayyan menatap jengah Arshaka dan Zara" gak jadi ke makam Umma? ".
" Kalian aja, Abang menunggu Zara membaik dulu".
"Zara, Zara dan Zara terus, Bang! Sadar gak sih, Abang jadi berubah semenjak kehadiran dia. Abang lebih mementingkan dia ".ucap Arayyan.
" Yan! Sekarang Abang suami Zara, punya tanggung jawab untuk istrinya, jadi tidak ada salahnya Abang merawat istri Abang ".
"Abang kelewatan, Masa mengorbankan Umma cuma karena ingin merawat istri Abang? ".
Arshaka menggeleng" Mengorbankan apa maksud kamu? ".
" Mas Caka, Udah".lerai Zara mengusap bahu Arshaka.
"Besok kalau kondisi aku udah membaik kita ke makam Umma dan Abba. Kamu pergi dulu ke makam sama adik-adikmu, aku di sini aja".ucap Zara.
" Tapi--".
"Mas, aku baik-baik aja kok, Adik-adik kamu udah nunggu, kamu pergi gih".
" Besok kita checkup ke Dokter, ya? ".
Zara tersenyum dan mengangguk, mengecup punggung tangan Arshaka membuat Arshaka segera mengecup keningnya.
" Aku berangkat, Ra".
"Hati-hati, Mas".
" Kak Zara ditinggal sebentar ya".pamit Abizan.
"Kalian hati-hati".
" Assalamualaikum ".
" Walaikumsalam ".
Setelah kepergian mereka ber 4,kini Zara segera menuju kamar mandi kembali muntah, ia sudah tidak bisa menahan mual nya lagi.
...----------------...
Yang pertama mereka datangi makam Ahmad dan Maya, lalu berlanjut ke makam Zaid dan Sarah. setelah nya ke makam Abiyan dan Zea.
Mereka berdoa sesekali Abizan bercerita pada makam kedua orang tuanya, hingga akhirnya mereka beranjak ke makam Lea yang tak jauh dari blom makam Abiyan dan Zea.
" Zy, Ayo".ajak Arshaka karena zyana yang tak beranjak.
"Zuzy masih mau disini ngobrol sama umma kalian duluan aja ke makam Tante Lea, Zyana masih mau curhat khusus perempuan".jawab Zyana disertai senyum.
Arshaka mengangguk, berlalu lebih dulu menuju makam Lea, diikuti Arayyan dan Abizan, Zyana kembali menatap makam Abiyan dan Zea.
"Umma, Abba".ucap Zyzy menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya tangisan Zyana terdengar.
" Umma, Zyzy sedih sekali, Sekarang keluarga kita gak baik-baik aja, gak seh harmonis dulu. Bang Shaka dan Bang Arayyan selalu berantem, Zyzy gak tau harus gimana? Umma, Zyzy kasihan sama Zara, dia selalu dibenci Bang Arayyan ".
" Umma, Abba, sekarang Zara lagi sakit, Bang Shaka mencoba untuk menyembuhkan Zara, tapi Bang Arayyan selalu membuat ulah hingga Zara bertambah sakit".
"Abba, coba kalau Abba masih disini, Abba pasti bakal kecewa sama Bang Arayyan, Abba pasti bakal marah sama sikap Bang Arayyan ke Zara, Abba bakal menasehati Bang Arayyan".
" Umma, Abba, Zyzy satu-satunya anak perempuan di keluarga ini, Zyzy seneng punya saudara perempuan tapi.. tapi Zyzy juga gak tega liat Zara disakiti Bang Arayyan, Emang bukan secara fisik? Tapi tetap aja Sikap Bang Arayyan ke Zara buat sakit, apalagi setiap perkataan yang terlontar dari mulut Bang Arayyan pasti melukai hati Zara ".
" Semoga Bang Arayyan sadar, semoga Bang Arayyan bisa menerima kehadiran Zara, Zyzy tau Umma dan Abba gak pergi meninggalkan kita, kalian selalu mendampingi kita, kalian selalu ada bersama kami, Zyzy sampai saat ini masih kuat menghadapi keributan keributan yang terjadi di keluarga ini".
"Umma, Abba, do'akan menantu kalian ya, Agar Allah mengangkat penyakitnya dia lagi sakit. Dan kalian segera diberikan cucu yang lucu juga ngegemesin".ucap Zyzy panjang kali lebar bercerita keluh kesahnya di makam Abiyan dan Zea.
Zyzy beranjak meninggalkan kedua makam orang tuanya menghampiri ke 3 saudaranya yang berada di makam tante Lea.
Arshaka menatap Zyzy yang berada di samping nya"udah, Zy? ".
" Udah, Bang".
"Yaudah kita berdoa sama-sama buat tante Lea".
Zyana mengangguk sebagai jawabannya.
...----------------...
Semoga Arayyan cepet sadar ya, readsππ»ππ»ππ»
Mohon dukungannya like dan komen!! πππππβ€