ARSHAKA

ARSHAKA
Gila



"Kalau gitu boleh ikut keruangan saya? kita bicarakan diruangan saya".


Arshaka berjalan lebih dulu meninggalkan Mba Rita yang terkejut, ia tak bisa menahan senyuman nya dan segera mengekori Arshaka menuju ruangan nya.


" Silakan duduk, Mba Rita ".


Mba Rita tersenyum lebar dan duduk di kursi berhadapan dengan Arshaka.


" Jadi bagaimana tadi? ".tanya Arshaka.


" Itu Gus, perihal Milad Pesantren? seminggu lagi saya ingin memberikan saran gimana kalau Pesantren mengadakan acara karena sebelumnya setiap tahunnya akan diadakan acara Milad? ".


" Mba Rita sudah hapal ternyata? ".


" Sudah Gus, jelas saya ga mungkin lupa kan saya sudah lama jadi pengurus Pesantren hampir 5 tahun sejak lulus SMA sampai saat ini".


Arshaka mengangguk, benar memang Mba Rita memang sudah menjadi pengurus Pesantren Darussalam sejak usia 19 tahun hingga sekarang beranjak 25 tahun, umurnya lebih diatas Arshaka maka dari itu Arshaka memanggilnya dengan sebutan Mba, agar terdengar sopan..


"Saya akan mengadakan acara Milad itu pasti, Tapi sepertinya mulai tahun ini Mba Rita tidak akan ikut diacara Milad tahun ini ".


" Maksudnya, Gus? ".


Arshaka membuka lacinya, mencari amplop berwarna putih, lalu menyerahkan pada Mba Rita.


"Silakan dibaca! ".


Mba Rita membaca amplop tersebut ia terkejut ketika mendapati uang dan juga secarik kertas di amplop tersebut.


" Gus Arsha? ".


" Terimakasih telah mengabdi selama hampir 5 tahun di pesantren Darussalam silakan Mba Rita berkemas barang-barang Mba Rita dan uang itu adalah gaji terakhir Mba Rita ".


Mba Rita menggeleng kecil menatap Arshaka" maksudnya apa, Gus? kenapa tiba-tiba saya dipecat? ".


" Tidak perlu bertanya lagi kenapa? jika Mba Rita sendiri yang membuat hal ini terjadi! ".


Arshaka mengeluarkan ponselnya meletakkan diatas meja memutar video Cctv yang ia dapatkan dari Cika.


" Mba Rita yang sudah menjebak Zara bersama santriawan agar mereka terlihat sedang berzina? karena 1 jam sebelum kejadian, Mba Rita menemui Pandu? ".


Mba Rita menelan salvina nya secara kasar" Gus.. itu gak benar! itu editan saya ga melakukan apa-apa ".


" Yang sebenarnya editan adalah Cctv yang saya lihat pertama kali, Cctv yang sudah mba Rita sabotase menjadi seolah Zara benar-benar melakukannya ".


"Astaghfirullah.. Mba Rita kenapa tega melakukan itu? apa maksudnya? memfitnah Zara seperti itu, Zara tidak bersalah tetapi saya menghukumnya saya mengeluarkan dia dari Pesantren dan kampusnya".


" Saya tanya sama Mba Rita kenapa melakukan ini pada Zara? ".


" Karena saya menyukai Anda, Gus".


Mba Rita mendongak kepala menatap Arshaka dalam-dalam.


"Saya mencintai kamu".


Arshaka terkejut mendengar nya tentu saja seorang pengurus Pesantren menyukai nya?.


" Saya tidak bermain-main, Mba Rita? ".


" Kamu pikir ini lelucon? saya benar-benar mencintai kamu! ".ucap Mba Rita dengan tatapan yang menusuk.


"Saya gak suka melihat Zara memiliki kesempatan berdekatan dengan kamu, dasar perempuan munafik, dia memanfaatkan adik-adik mu agar bisa mendekati kamu".


" Saya sudah memperingati Zara untuk menjauh dan tidak berdekat-dekat dengan kamu, Arshaka. Tapi ternyata dia ingin saya bertindak seperti sekarang ini, memangnya dia pikir dia siapa? Dia hanya santriwati baru, saya ga akan ngebiarin dia berani mendekati kamu karena kamu hanya milik saya".


Arshaka menggeleng "apa anda sakit jiwa? ".


"Jangan macam-macam, Mba Rita! ".


" Kalau saya tidak bisa menjadi milik kamu makan Zara juga tidak bisa menjadi milik kamu".


"Astagfirullahalazim Laahaula Walahuatabila, Istighfar, Mba Rita!! ".


Mba Rita tertawa semakin mendekati Arshaka memojokkan Arshaka ke dinding, menatap Arshaka dengan senyum miring.


" Ayolah Arshaka. Jangan munafik pasti kamu suka sama saya".


"Mba Rita menjauh dari saya! ".


" Arshaka.. ".


Arshaka memejamkan matanya rapat-rapat membuat mba Rita semakin mendekat dan memegang bahu Arshaka mengusap dengan lembut.


" Istighfar, Mba, jangan biarkan setan mengendalikan mba Rita! ".


"Persetan! Biarkan setan mengendalikan saya karena saya sudah cukup sabar dengan semua ini, tapi sekarang saya akan melakukan tindakan yang akan membuat kamu menikahi saya".


" Astagfirullahalazim, ya Allah lindungi lah hamba dari godaan saiton terkutuk".


"Tidak usah munafik Gus Arsha saya tau kamu menginginkan saya".


Arshaka menepis tangan Mba Rita yang berada di leher dan rahang nya, matanya masih terpejam sedangkan tangan yang lain mengambil ponselnya dan Arshaka menundukkan kepalanya membuka sedikit matanya untuk melihat layar ponselnya menelfon Dewan Pesantren.


"Cepat keruangan saya sekarang".


Melihat itu Rita mengambil paksa ponsel Arshaka dan melempar nya ke sembarangan tempat karena geram kedua tangannya mencengkeram bahu Arshaka.


" Arshaka kamu benar-benar ingin melihat saya marah? ".


" Mba Rita menjauh jangan sampai saya bertindak kasar! ".


Mba Rita membuka kancing bajunya mengusap Arshaka yang terasa dingin ia mendekati wajah Arshaka sampai tubuh nya sudah menempel pada Arshaka.


Brak!


" Astaghfirullah, inalillahi. Mba Rita! ".ucap Ustadzah Mila.


3 orang Dewan Pesantren berlari mendekati Arshaka dan menarik Rita agar menjauh dari Arshaka. mereka terkejut saat melihat kancing baju Rita terbuka langsung seorang Dewan Pesantren melepaskan jas nya untuk menutupi tubuh Rita, dan membawa keluar dari ruangan Arshak yg masih memejamkan matanya.


" Sudah Gus, ".


Arshaka memberanikan membuka matanya, meminta pelipisnya yang terasa pening.


"Astaghfirullah, ustdz Faruk dia gila! ".


"Kenapa bisa Mba Rita bertindak seperti itu pada Gus? ".


" Dia yang sudah memfitnah Zara. niat saya membawa kesini untuk menyerah kan surat pemecatan dan gaji terakhirnya tapi dia justru menyerah saya, dia melakukan hal gila itu".


"Memfitnah Zara?.


Arshaka mengangguk ia mengambil ponselnya yang dilempar oleh Mba Rita yang masih menyala terapi layar nya sedikit retak.


" Terimakasih ustadz faruk".


...----------------...


Dipenghujung cerita bakal ada giveaway dari author ya simak dari awal hingga akhir ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤑🤑🤑❤