ARSHAKA

ARSHAKA
Kompres



Sungguh zara sangat menyayangi Abizan layaknya adik kandungnya sendiri, karena hanya Abizan yang sangat mengerti perasaan Zara sejak dulu, sebelum Zara menikah dengan Arshaka.


...----------------...


"Bang Arayyan".pekikan seseorang membuat Arayyan terkejut ia menoleh melihat keberadaan Aqila diparkiran kampusnya, Aqila menghampiri Arayyan.


" Aqila? ".


" Bang".


"Kok ada disini mau ngapain? ".


" Mau nemuin Bang Arayyan ada yang mau Aqila omongin ".


" Mau omongin apa? ".


" Jangan disini, Dikafe yuk, kafe persimpangan aja gimana? ".


" Yaudah, ayo masuk mobil".


"Aqila juga bawa mobil sendiri".


" Sejak kapan kamu bawa mobil? ".tanya Arayyan bingung.


"Belum lama sih, baru dibeliin papa, kita ketemu dikafe ya".


" Ya,hati-hati kalau nyetir ".


" Ok".


Sesampainya dikafe Aqila dan Arayyan memesan minuman dan makanan sebelum berbincang.


"Ingin omongin apa? ".


Aqila mengeluarkan ponselnya memperlihatkan layar ponselnya pada Arayyan" Bang coba deh liat".


Arayyan sedikit terkejut melihat beberapa foto yang aqila perlihatkan.


"Zara selingkuh Bang. Selingkuh sama ustadz di pesantren ".


Arayyan mengernyit" Zara selingkuh? ".batin Arayyan.


" Foto-foto ini kamu dapat dari mana? ".


" Dari... dari emangnya penting, Bang? Gak penting dari mana Qila dapet, yanyang jelas Zara udah selingkuhin Bang Shaka, Zara udah menghianati Bang Shaka ".


" Dia gak selingkuh, Qila".


"Hah? ".


"Bang Shaka udah jelasin alasan mereka pindah ke rumah lagi karena ingin ngejauhin Zara sama Ustadz itu, kemarin mereka udah kembali ke rumah, karena ustadz itu suka sama Zara".


" Mereka kembali ke rumah? ".


" Iya sekarang mereka tinggal di rumah lagi, Bang Shaka kerja hanya sampai sore dan berkunjung ke Pesantren beberapa hari sekali".


"Tapi, Bang Arayyan yakin Zara? Bang Arayyan tau sendiri kan gimana Zara dulu? Dia cewek murahan mau disentuh sentuh cowok".


"Lalu mau kamu apa? ".


"Gak qila".


" Kenapa Bang? Waktu itu Abang udah janji mau bantuin Aqila? Abang lupa? ".


Arayyan menghela napas" Zara hamil, Bang Shaka sangat menyayangi Zara dan kandungan nya".


"Kalau gitu apa kita harus tunggu Zara lahiran? ".


" Maaf Abang gak bisa mengambil keputusan ".


"Abang gak sayang ama Qila? Abang kok gitu sih, Abang seneng Aqila menderita juga sedih? ".


Arayyan menggeleng mengusap pucul kepala Aqila" Abang sayang Aqila, Abang gak ingin adik Abang sedih jangan dipikirkan lagi ya, Ayo habisin makanan dan minuman kamu, setelah ini Abang ikutin mobil kamu sampai rumah ".


Aqila mengangguk dan menuruti perkataan Arayyan setelah menghabiskan makanan dan minuman yang mereka segera pulang namun Arayyan mengantarkan Aqila sampai rumah, setelah itu lanjut pulang ke rumah, namun Arayyan tak fokus menyetir kepalanya terasa pening, memikirkan skripsi yang akan ia buat karena tidak fokus membuat Arayyan tak melihat kucing yg sedang menyebrang didepan mobilnya seketika mobil secara mendadak mengerem. Dirinya tak memakai sabuk pengaman membuat wajahnya membentur stir mobilnya.


"Aws, ".ringis Arayyan saat merasakan tulang pipinya sakit.


Arayyan melihat kucing itu sudah menyebrang ia kembali melanjutkan perjalanannya pulang, namun ia melirik kaca spion mobil yang berada diatas kemudinya terlihat pipinya melebam.


Arayyan masuk kedalam rumah berpapasan dengan Zara yang hendak turun dari tangga ia menuruni tangga dengan hati-hati dan saat mendongak terkejut melihat kehadiran Arayyan.


"Udah pulang? Arayyan? ".


" Gak penting ".


Zara berdecak " itu kenapa harus dikompres, Arayyan, kalau gak nanti bisa tambah lebam".


"Gak perlu! ".


" Kamu tunggu sini sebentar, Aku ambilin kompres".


Zara menuju dapur mengambil kompres air dingin dan handuk kecil lalu kembali menghampiri Arayyan "sini duduk".


Mau tak mau Arayyan menuruti Zara, ia duduk disebelah nya dengan memberikan jarak yang cukup jauh, membuat Zara berdecak" ada yang ninju kamu? ".


" Saya bukan biang onar".


Zara menggela napas"kalau nanti malem belum baik, kamu kompres lagi".seraya menempelkan kain pada pipi Arayyan yang lebam.


"Kenapa kamu masih baik sama saya? ".


" Karena kamu adik suamiku".


Arayyan terdiam membuang pandangan nya.


"Kamu lanjut sendiri mengompresnya aku mau siapin makan malam".


Setelah berucap Zara bangkit menuju dapur untuk memasak.


" Disaat saya sudah jahat dengan dia, dia masih berbaik hati dengan saya? ".Batin Arayyan.


...----------------...


Hayo dukung terus ya, Biar Arayyan bisa luluh dan baik sama Zara.


Kebanyakan orang yang disakiti tidak akan membalas kejahatan, justru sebaliknya ia akan berbuat baik😊😊😊😊