
"Iya".ucap Arshaka hanya mengiyakan pada Abizan.
...----------------...
Hari ini waktu yang ditunggu-tunggu Arshaka dan Zara mereka akan melakukan ibadah Umroh seperti yang kita tahu tentang rukun Umroh, Arshaka dan Zara menjalankan rukun islam kegiatan mereka lakukan bersama rombongan Umroh yang terdiri dari 20 orang termasuk mereka.
Ketika sedang melakukan ibadah Umroh keduanya bersungguh-sungguh Zara bisa melihat betapa seriusnya, hingga mereka tiba disekitar Ka'bah Zara ingin sekali mendekati Ka'bah dan menyentuh hajar Aswad, tetapi melihat banyak orang membuat Zara tidak mungkin bisa berada disana.
"Kamu mau menyentuh Ka'bah? Ayo kita ke sana".
"Gak mungkin, Mas. itu rame banget bisa-bisa aku keinjek injek orang-orang besar-besar itu".
" Ayo".ajal Arshaka mengulurkan tangannya membuat Zara menggenggam tangan Arshaka, keduanya mulai mendekati Ka'bah berdesak-desakan dengan jutaan orang-orang yang sedang menuju Ka'bah juga.
Zara memejamkan mata saat merasakan tubuhnya terombang-ambing Namun Arshaka mendekapnya dengan erat, melindunginya dari dorongan yang berdesakan.
"Terus berdzikir, sayang".
Zara berdzikir dalam hatin menahan tubuhnya agar tak terjatuh, Arshaka terus mencoba membawa Zara menuju Ka'bah hingga mereka sampai didepan Hajar Aswad.
" Buka mata kamu".
Zara membuka perlahan matanya seketika air matanya terjun begitu saja, dihadapan nya terdapat Hajar Aswad, Zara mencoba menyentuh batu-batu itu seketika tangisnya pecah.
"Mas".
"Ayo kita Sholat".ucap Arshaka.
" Shalat disini? Gimana caranya? Mas? kita berdiri aja susah? ".
Arshaka melepaskan rengkuhannya pada tubuh Zara, maju dua langkah Zara memegangi kain yang melilit dipinggang Arshaka, jika tidak ia bisa terpisah dari Arshaka. Zara memperhatikan suaminya yang memulai shalat, Zara sangat terkejut melihat Arshaka yang melakukan shalat tanpa kesulitan, hingga Arshaka menyudahi shalat dua rakaatnya menoleh ke arah Zara.
"Shalat sayang. Aku akan jaga kamu".
Zara terdiam lalu mengangguk, mencoba menjernihkan pikirannya fokus dan memulai shalatnya. Kali ini Zara benar-benar merasakan tidak ada dorongan dari siapapun seperti sebelumnya, ia shalat khusyuk saat tiba di salam, Arshaka langsung merengkuh tubuhnya dan seketika dirinya merasakan dorongan orang-orang lagi.
"Berdiri, sayang".
Arshaka membantu istrinya untuk berdiri, keduanya kembali berdiri di depan Ka'bah, Arshaka mengangkat tangannya memejamkan mata berdo'a dalam hati, sedangkan Zara terus memperhatikan Arshaka hingga dirinya melihat air mata Arshaka yang keluar dari pelupuk matanya. Arshaka berdoa.
"Ya Rabb, ya Allah.. engkau yang maha pengasih, Engkau Maha Penyayang, Engkau pemilik semesta ini, semua kenikmatan ini adalah karunia-Mu. Hamba memohon , Ampunan-Mu atas segala dosa yang istri Hamba perbuatan, Hamba memohon atas Ridho-Mu dan Izin-Mu, Hamba yakin ibadah pernikahan Hamba dan istri Hamba akan selalu baik-baik saja, Engkau yang maha menyembuhkan segala penyakit, angkatlah penyakit yang diderita istri Hamba, Ya Rabb, berkahilah di atas jalan-Mu ".
seusai berdoa dalam hati, Arshaka mengusap tangannya ke wajah, ia menoleh menatap Zara yang terdiam membeku.
" Ingi berdoa, sayang? ".tanya Arshaka.
Zara mengangguk" iya".menatap Ka'bah dihadapan nya seraya memejamkan mata.
"Ya Allah, ya Tuhaku, Engkau yang maha mendengar isi hati Hamba-Mu. Hamba tidak tahu apa yang suami Hamba minta, apa yang suami Hamba panjatkan, tetapi Hamba hanya bisa berdoa, kabulkanlah apapun yang suami Hamba panjatkan, Ya Rabb, dan berikanlah kami keturunan".
Zara mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya "terimakasih, Mas Caka".zara tersenyum menatap Arshaka.
...****************...
kita Aminkan ya... reads semoga doa-doa yang mereka minta dikabulkan oleh Allah SWT... 🤲🤲🤲🤲🙏🏻
Dukung Zara ya biar diangkat penyakitnya 🤲🤲🤲🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻😊😊❤