ARSHAKA

ARSHAKA
Sadar



"Arayyan".Arshaka mengisyaratkan Arayyan agar mengurus itu semua.


...****************...


" Mas, aku udah melahirkan hampir 24 jam tapi kok belum ngeliat anak-anakku? ".


" Mereka masih mendapatkan perawatan khusus, sayang, kalau memang udah dibolehin nanti suster yang bawa mereka kesini ".


" Sayang, ada yang mau aku bicarakan tapi kamu harus janji gak boleh sedih ya? ".


" Apa? ".


"Kamu gak akan bisa hamil lagi, karena rahim kamu udah gak berfungsi dengan baik".


Zara terdiam mencerna perkataan Arshaka, menatapnya lekat-lekat pada Arshaka.


"Kamu sih, waktu itu minta aku gak menolak kamu selama setahun full".


" Zara aku serius ".


" Dua rius? ".


Arshaka menghela napas" Ra, dengerin baik-baik, aku gak becanda aku serius ".


Kekeh Zara berubah menjadi isak tangis, Arshaka segera beranjak mendekati Zara, menarik istrinya kedalam pelukkan nya.


" Sayang jangan sedih kita udah punya Arka dan Zara".


"Arka dan Zura? ".


Arshaka mengangguk ia mengecup pucuk kepala Zara" Hm.. Arka Dzuhairi Malik dan Zura Shamira Malik anak kita kembar ".


" Apa itu artinya, Mas? ".


" Arka penerang dalam keluarga. Dzuhairi artinya cerdas, baik dan beruntung, sedangkan Malik diambil dari nama besar keluarga ku, nama itu jika digabungkan seorang anak baik, cerdas dan beruntung".


"Zura artinya hidup, Shamira artinya kuat pemberani, dan Malik juga nama besar keluargku, kalau digabungkan seorang anak yang kuat pemberani dan hidup dari keluarga Malik ".


Zara tersenyum bangga mendengar nama-nama anaknya mempunyai arti yang baik dan makna tersendiri.


" Aku bersyukur karena Alloh udah menitipkan malaikat-malaikat kecil, walaupun kita gak akan memiliki anak lagi, dan Alloh masih memberikan kesempatan untuk bersama kamu dan kedua anak anak kita".


Air mata Zara menetes merentangkan kedua tangannya meminta Arshaka memeluknya pelukan suaminya yang ia rindukan beberapa hari ini.


"Mad, terimakasih, aku bersyukur karena memiliki kamu".


"Terimakasih karena sudah bersedia mengandung Arka dan Zura, Ra".ucap Arshaka mengecup keningnya.


tok... tok.. tok..


" Assalamualaikum ".


Arshaka melepaskan pelukan nya pada Zara keduanya menoleh diambang pintu.


" Zara!! ".


Zyana berlari kearah Zara memeluknya dengan erat"alhamdulillah kamu udah sadar, aku seneng banget selamat ya menjadi ibu, Zara".


" Terimakasih, Zy".


Pintu kembali terbuka seorang suster datang dengan mendorong sebuah boks bayi dibelakang suster terdapat Arayyan.


"Permisi Bu, Pak, Anaknya sudah boleh digendong dan diberi ASI, alat-alat bantu pernapasan juga sudah dilepas, tetapi nanti malam akan dikembalikan ke inkubator untuk mendapatkan perawatan, ya".


" Terimakasih, Sus".


Zyana melirik Arayyan yang tak biasa ia merasakan ada sesuatu yang Arayyan sembunyikan entah Zyana tau apa yang dirasa oleh kembarannya "Ekhm".dehem an Zyana membuat Arayyan dan suster tersebut memutuskan pandangannya.


" Saya permisi, Pak, Bu".


Suster tersebut keluar dan menutup pintu pandangan Zara tertuju boks yang berisi kedua bayinya, tangannya terkepal erat ia belum. melihat wajah anaknya, Bahkan atas books tersebut tertutup kain.


"Mas".


" Siap sayang".


Arshaka membuka penutup boks tersebut membiarkan Zara melihat kedua bayi nya air matanya menetes Arka tengah tertidur, sedangkan mata Zura terbuka bertemu dengan mata Zara.



Mereka semua sangat menggemaskan sekali, "Aaa, keponakan Zyzy, mau ante gendong".ucap Zyana mendekati Arka dan Zura tetapi Arayyan segera menahan tubuh Zyana.


" Kasih waktu untuk Bang Shaka dan Zara, Zy".


Arshaka menggendong tubuh Zura, benar-benar mungil, berat tubuh Arka dan Zura hanya 2100grm, itu usia nya baru 7 bulan belum waktunya melahirkan sehingga berat keduanya belum normal seperti bayi lainnya.


"Hey, bidadari kecil Baba".


Arshaka mengusap lembut pipi putri kecilnya" Bubu mau gendong? ".Arshaka beralih menatap Zara.


Zara mengangguk mengulurkan tangannya dan Arshaka pun menyerahkan tubuh mungil Zura pada Zara, saat ini Zura dalam gendongan Zara mata bayi itu mengerjap-ngerjap.


" Cantiknya ".


Arshaka menghapus jejak air mata Zara lalu mengecup pucuk kepala Zara dengan lembut.


" Terimakasih, sayang ".suara tangisan dari Arka terdengar dengan cepat Arshaka menggendong Arka untuk menenangkan di dalam dekapan nya.


" Kayaknya Arka haus, Mas".


"Zy, kamu tolong gendong Zura dulu, ya".ucap Arshaka yang langsung dibalas Zyana.


...****************...


Hmmm..cantik dan ganteng ya, semoga soleh dan solehah 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻