
Setelah menyantap nasi goreng Zara membersihkan piring kotornya dan membersihkan diri mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, sedangkan Arshaka yang duduk di ranjang. Zara segera mendekati Arshaka.
"Sayang".Arshaka meletakkan ponselnya beralih menatap Zara.
" Hm? ".
" Aku minta maaf, karena waktu itu udah percaya sama fitnah itu, entah kenapa aku marah banget sama kamu, apalagi melihat kamu tertidur disebelah Pandu, Rasanya... ".tambah Arshaka.
Zara tersenyum mengusap bahu Arshaka" gapapa, Aku maklum itu kamu pemimpin Pesantren, pasti kamu marah ngeliat santri kamu dalam kondisi seperti itu".
"Iya aku marah tapi entah kenapa rasanya marahnya berkali-kali lipat karena tau orang itu kamu. terlebih CCTV memperkuat bukti maka dari itu aku mengambil tindakan begitu aja".
" CCTV yg kamu liat itu gak bener, Mas.Pandu kan mukul aku sampai aku pingsan terus pas aku bangun udah ramai".
"Iya, sayang. Aku tau, Tante Cika yang memberikan CCTV itu ke aku, rekaman yang udah dipotong Mba Rita".
" Tapi kamu ga melakukan apa-apa kan di gudang?".
"Aku gak inget, karena aku pingsan tapi dia bener-bener terpaksa melakukan itu, melihat sikap Pandu tadi kayaknya gak mungkin dia berani menyentuh aku, Mas. kalaupun menyentuh aku dalam kondisi gak sadar dia juga gak membuka pakaian aku, cuma sedikit membuat pakaian aku berantakan dan membuka pakaiannya sendiri supaya terlihat bener-bener berzina".
Arshaka menghembuskan napas gusar" Kenapa, Mas? ".tanya Zara.
"Kalau dia bener-bener menyentuh kamu, mungkin aku akan sedikit menunju wajah Pandu tadi".
" Kok gitu? gak boleh loh, main kekerasan, kamu yang bilang ke Abi kan kalau gak boleh pakai kekerasan karena rasullullah gak pernah mengajarkan kita menjadi pendendam dan main kekerasan ".
" Abizan? Abizan bilang ke kamu? ".
" Hooh, Abi cerita kalau sebelum masuk ke Pesantren dia sering dapat masalah disekolah,masalah yang membuat dia emosi terus menunjukkan bibir temennya, dan kamu menasehati dia udah tidak main kekerasan, tapi kenapa kamu emosi sama Pandu sampai mau tinju wajahnya? ".
Arshaka mengaruk kepalanya yang tak gatal, lalu merubah posisi nya menjadi berbaring" tidur udah malam, besok kita jalan-jalan ".
" Loh, Mas kita belum selesai ngobrol? ".
" Udah selesai kita tidur ".
" Kenapa kamu marah? kamu cemburu? kalau gitu aku boleh cemburu ya sama Mba Rita yang udah berani nyentuh nyentuh kamu? ".
" Kamu tau darimana? ".
" Dari Dewan pesantren, bener kan, dia nyentuh kamu? ".
" Yang tau hal itu hanya 3 Dewan Pesantren sedangkan lainnya dan seluruh warga Pesantren hanya tau kalau Mba Rita dipecat siapa yang bilang ini ke kamu? ".
" Gak penting lah bilang siapa, sekarang kamu kesel sama Pandu, aku juga lebih kesel sama kamu ".
"Niatnya aku mau memberikan surat PHK dan gaji Mba Rita, eh tapi dia malah nyerang aku".
" Nyerang? ".
" Iya, dia membuka pakaian nya didepan aku, tapi aku berusaha menutup mata ku seperti ini agar tak melihat dia menggoda aku".Arshaka mempraktikkan apa yang ia lakukan saat itu dengan memejamkan mata.
"Bener, tutup mata? ".
"Oke tapi aku tetep kesel karena kamu udah disentuh sentuh sama dia sebelum disentuh aku".
"Sayang dia emang udah menyentuh aku, tapi aku gak menyentuh dia, aku cuma menyentuh kamu".
Zara menghela napas berat merubah posisi menjadi membelakangi Arshaka.
" Sayang ".
" Udah ah, aku ngantuk mau tidur".
"Sayang kamu marah? ".
Zara tak menjawab ia sudah memejamkan mata
" Zara".
Arshaka mengusap bahu Zara, memaksa agar menghadap ke arahnya, membuat Zara berdecak sebaliknya.
"Apa sih? Aku mau tidur? ".
" Jangan marah gitu, aku gak menyentuh dia, sayang".
Zara mengerucut bibinya "tetep ga ikhlas".
" Ya Allah, Ra".
"Kok kamu sering panggil aku, Ra. bukan Zara atau Zara atau siapa gitu".
" Aku suka panggil kamu Ra, biar beda dan lebih enak didengar ".
" Ah, kalau gitu ma mending panggil Anggel aja biar jadi malaikat kamu".
"Anggel biar apa? ".
" Biar jadi malaikat maut kamu, biar kamu selalu inget aku terus! ".
" Gak perlu, Zara aja cantik panggilannya Ra, gak perlu ganti nama Anggel, karena kamu udah menjadi bidadari ku".
Pipi Zara memerah Arshaka menariknya kedalam pelukan tetapi seperdetik kemudian Zara kembali sadar ia memukul Arshaka.
"Kenapa sih? gak usah cemburu lagi sama Mba Rita toh cuma menyentuh bahu, wajah, dan dada ku yang dilapisi baju, kala kamu menyentuh semuanya tanpa baju".
" Mas! ".
Arshaka terkekeh, ia memejamkan matanya" good night and sweet dream, wife".seraya mengecup kepala Zara.
...----------------...
Caka... Caka mau cemburu tapi malah Zara yang jadi cemburu 🤭😁😁😁😁😁
Dukung terus ya Caka dan Zara 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻