ARSHAKA

ARSHAKA
Iloveyou



"Terimakasih Ustadz Faruk".


...----------------...


Pukul 9 malam Zyana masih setia menemani Zara, mengikuti proses pemakaman Halda,ia tak mungkin meninggalkan Zara karena gadis itu tak memiliki kerabat lain.


Ponsel Zyana kembali berdering sudah 15 kali Arayyan menelponnya tetapi ia tak mengangkat telpon Arayyan tak mungkin Zyana mengatakan sedang membantu Zara pada Arayyan,mengingat Arayyan tidak menyukai Zara.


"Zy, kayaknya kamu harus pulang aku ga apa-apa kok".


Zyana menggeleng" aku gak mungkin ninggalin kamu sendiri disini, zar".


"Besok kamu kuliah Zy".


"Besok subuh aku pulang kerumah untuk siap-siap kuliah".ponselnya kembali bergetar dari Arshaka kali ini Zyana mengangkatnya.


" Assalamualaikum, Zy kamu dimana? baik-baik aja kan? kenapa ditelpon Arayyan ga diangkat".


"Walaikumsalam, Zyzy lagi sama Zara, Bang".


" Dirumahnya? ".


" Bukan masih ditempat ibunya zara, kenapa Bang? Zyzy mau ijin temenin zara Bang? ".


" Biar Abang jemput ya? ".


" Gak usah Bang Shaka, zara harus istirahat dulu seharian dia ngurus pemakaman ibunya ".


" Tapi zy? ".


"Zyzy boleh kan nginep disini? besok Zyzy pulang kasihan ninggalin zara sendirian".


" Yaudah.. tap--, Zy pulang sekarang! ".


Zyana mengernyit suara Arayyan tiba-tiba terdengar memotong perkataan Arshaka.


" Tidak sopan merebut ponsel Abang, Arayyan! ".


" Tapi Zyzy ga boleh nginep rumah orang sembarangan, Bang! ".


Zyzy menghela napas mendengar keributan diseberang telpon" udah ya, Zyzy tutup telpon nya".


"Zyana Felisha, Pulang sekarang! ".Suara Arayyan.


" Apaan, sih Bang Arayyan? Zara temen Zyzy lagi berduka, Zyzy cuma mau bantuin aja, emangnya salah? ".


" Salah, sudah cukup kamu membantu dia, sekarang pulang atau kamu gak usah pulang sekalian! ".


Sambungan telepon terputus oleh Arayyan membuat Zyzy menghela napas tersenyum kecil.


"Zy.mending kamu pulang aja, aku gapapa kok ".


" Engga,Zar.biarin aja Ban Arayyan marah, aneh banget sih dia kenapa dia gak suka banget sama kamu? padahal kamu ga ada salah sama dia ".


" Zy, dia Abang kamu kembaran kamu satu rahim sama kamu, udah bareng kamu sejak dikandungan, dia sayang kamu, pasti dia ga mau kamu kenapa-napa ".


" Tapi Zar? ".


" Gapapa, Zyzy. kamu harus ikutin perkataan Abang kamu, aku disini cuma semaleman aja, besok aku balik ke kontrakan lagi".


" Aku bisa sendiri Zy, ga usah kamu kan kuliah aku gak mau ganggu waktu kamu".


"kamu kuat banget zar baik-baik ya, besok setelah pulang kuliah aku ke kontrakan mu, Boleh minta alamatnya? ".


" Jalan melatih nomor 23 ada 4 petak kontrak kan dan kontrakan ku paling ujung ".


...----------------...


Zyana terpaksa pulang akan tetapi ia berjanji akan ke kontrakan zara esok hari setelah pulang kuliah. sedangkan zara mengunci pintu dan masuk ke kamar ibunya kamar dimana Halda ditemukan tewas. Tidak ada perasaan takut dalam diri zara ia tak henti-hentinya menyalahkan dirinya penyebab kematian Halda adalah zara.


Zara membuka laci disana terdapat buku catatan dan sarung tangan bayi, ia mengernyit bingung dan mengambil benda tersebut.


"Sarung tangan bayi punya siapa? ".gumam Zara.


Zara membuka buku tersebut ternyata diary milik ibunya.


" Hari ini tepat Zara Zeavananidya berusia 1 bulan, bayi mungil yang sangat cantik tumbuh besar anakku".


"6 bulan bayi mungil tumbuh gemuk sudah bisa tengkurap dan suka tertawa, Zara kamu malaikat Mama".


" Tepat 1 tahun Zara hadir di kehidupan Mama, kita merayakan ulang tahun pertama Zara bersama Papa dan Nenek, Mama sayang Zara".


"Di usia Zara yang ke 6 tahun bayi mungil bertumbuh menjadi gadis kecil, anak gadisku yang sekarang tumbuh menjadi gadis kuat".


" Hari ini Zara berusia 10 tahun pertama, tahun pertama Ulang tahun Zara tanpa adanya perayaan, Maafin Mama terpaksa Mama menyembunyikan ini dari kamu tapi Mama berharap kelak kamu tidak membenci Mama".


"Gadis kecil yang sekarang sudah menjadi remaja 15 tahun sudah berubah menjadi gadis pendiam kamu membenci Mama? maafkan Mama yang sudah melakukan ini, Mama hanya kesepian, Semoga Zara selalu baik-baik aja sama Nenek".


Zara menahan napasnya dadanya sesak, ia membuka lembaran kertas berikut nya.


" Selamat Ulang tahun yang ke 17 tahun anak gadis ku. ditahun ini ingin sekali Mama menceritakan sesuatu hal yang sebenarnya terjadi, Mama pikir sudah seharusnya kamu mengetahui semua ini".


"Terakhir kita tertawa bersama saat ulang tahun kamu yang ke 9 tahun tapi sebenarnya Mama menyimpan banyak kesedihan Papa selama ini menikahi Mama karena terpaksa, dia tidak mencintai Mama, dia masih mencintai seseorang Dokter spesialis jantung terbaik, wajahnya cantik, Keperibadian baik memiliki anak anak yang luar biasa, Wanita itu teman Papa sekelas, sekampus, dan Sejurusan, namun sekarang sudah meninggal dunia Nama nya Zea Nacita Salika. Mama tersadar jika semua yang ada didalam diri Zea tidak ada dalam diri Mama tapi itu semua ada didalam diri kamu Zara".


"Awalnya Mama tidak tau alasan Papa kamu memberikan kamu nama Zara Zeavananidya ternyata setahun setelah kelahiran kamu Mama sadar jika Papa kamu sengaja memberikan nama kamu karena belum bisa melupakan wanita yang dicintainya, Zea Nacita Salika".


" Selama ini Mama cukup diam dengan Papa kamu, Mama tidak bisa cemburu karena Mama tau Zea adalah wanita baik, Zea tidak salah, yang salah Papa kamu dia mencintai istri orang yang sudah mempunyai suami, Papa kamu tidak pernah memperhatikan Mama, dia hanya memperhatikan kamu karena kamu mirip dengan Zea sampai Mama khilaf, Mama butuh seseorang yang mengerti Mama, Mama selingkuh dengan teman Mama, Papa kamu marah dan ikut selingkuh dengan wanita lain dan akhirnya memiliki seorang anak dari wanita lain. Sudah lama Mama ingin bercerai tapi Mama masih mikirin kamu Sayang. Mama gak mau kamu bertambah sedih karena kedua orang tuanya bercerai akhirnya Mama tidak sanggup menahan sakit ini Mama dan papa pun bercerai ".


" Hari pemakaman Nenek kamu, Mama ingin sekali bertemu kamu, tapi kamu ga ingin menemui Mama, kamu membenci Mama, sakit rasanya, Nak. melihat anak Mama sendiri membenci Mama nya".


"Tapi di sana Mama juga bertemu dengan pemuda tampan, ternyata dia anak sulung dari Zae, Arshaka. Awalnya Mama terkejut dan inilah takdir Mama bisa melihat betapa pedulinya dia dengan kamu, Zara".


" Zara jika kamu ditakdirkan dengan Arshaka Mama hanya ingin berpesan, Bersungguh-sungguh lah kamu dalam menjalani bahtera bersama dia, jika kamu mencintai dia Terima dia, jika kamu tidak mencintai dia jangan biarkan dia masuk kedalam kehidupan kamu. Jangan sampai kisah rumah tangga Mama dan Papa terulang kembali ke kamu. Mama tidak ingin putri kesayangan Mama tersakiti dan merasakan apa yang Mama rasakan, Zara walaupun kamu membenci Mama cinta Mama pada kamu tidak akan terputus Mama mencintai kamu sejak kamu didalam kandungan hingga hayat kamu".


Zara kembali membuka lembaran berikut nya.


"Zara Zeavananidya anak gadis Mama yg tumbuh dewasa sebentar lagi usia kamu 20 tahun rasanya sudah cukup untuk hidup tanpa Mama, maaf Mama harus melakukan ini, Mama pamit setelah ini Mama tidak bisa bertemu dengan Zara lagi tetapi samapi kapanpun Mama tetap mencintai kamu iloveyou, you are my love of my life my lovely daughter".Itulah tulisan terakhir Halda tak terasa air mata Zara menetes kembali menutup Cover buku diary Halda dan memeluk erat buku kedalam pelukan nya.


" Maafin Zara, Mama, I love you More than you know, Ma"❤.


...----------------...


Zyzy tiba dirumah pukul setengah sepuluh malam Arshaka dan Arayyan masih menunggu nya diruang keluarga melihat Zyzy pulang segera beranjak.


"Masih berteman dengan dia? ".


" Kenapa? Salah kalau Zyzy berteman sama Zara?".