
"Ra, jangan pergi, Aku butuh kamu, aku butuh kamu, aku butuh kamu, Ra".
Zara menarik tubuh Arshaka dengan erat mengecup pucuk kepala Arshaka cukup lama" raga ku memang pergi, tapi hatiku selalu ada dihati kamu, cinta ku selalu untuk kamu, dan kenangan kita akan selalu tersimpan dimemori kamu ataupun aku".
"Ra.. ".Arshaka membalas pelukan Zara dengan erat keduanya menangis terisak.
"Terimakasih sudah mencintaiku sedalam ini, Mas Caka, Aku akan membawa cinta kita sampai surga".
Setelah Arshaka mengetahui Zara sakit, ia terus merawat Zara bahkan ia meminta tolong pada Zyzy untuk menjaga kedua anaknya, ia juga meminta tolong Arayyan untuk menangani Pesantren.
...----------------...
Arshaka merawat Zara dengan telaten, ia juga mengantarkan Zara kemoterapi setiap 2 minggu selalu namun disayang kan kemoterapi hanya mengulur waktu Zara, ia hanya bertahan 6 bulan, ia pergi meninggalkan mereka semua, meninggalkan duka yang begitu dalam, Arshaka terlihat sangat kacau, tubuhnya mengurus, tak ingin berbicara dan Arshaka terjatuh sakit, hampir sebulan Arshaka terpuruk, sampai akhirnya Arka dan Zura menyadarkan Arshaka, kedua anaknya itu membuat Arshaka kembali bangkit dari keterpurukan.
Semangat nya mulai bangkit, karena jika ia terpuruk maka siapa yang akan merawat anak-anak nya.
Flas On.
Arshaka mengusap nisan Zara dengan lembut "Assalamu'alaikum, Selamat hari ulang tahun pernikahan kita yang ke-5 tahun, sayang".
" Ra, anak-anak kita semakin tumbuh besar, semakin tampan dan cantik, mereka juga merindukan kamu, kita udah melewati rintangan, ujian, cobaan, kita hadapi itu bersama-sama, kamu adalah santriwati nakal yang sering melanggar aturan, sampai akhirnya berhasil membuat pemimpin Pesantren jatuh hati sama kami dan cinta mati dengan kamu".
"Zara, aku rindu kamu, dan selamanya akan terus mencintai kamu, Aku titip salam ke Umma dan Abba ya, Aku akan menyusul kalian suatu saat nanti".
" Arka dan Zura gak membutuhkan Ibu pengganti lagi, karena sampai kapanpun, kamu gak akan pernah bisa tergantikan, Ra. Kamu selalu terkenang dihati aku dan anak-anak ".
Setelah itu, Arshaka berdo'a untuk Zara lalu menaburkan bunga, ia mengecup nisan Zara sebelum beranjak mendekati adik-adiknya yang sudah menunggu.
Memang jika mereka berziarah ke makam Zara setelah berdoa mereka akan sedikit menjauh karena pasti Arshaka ingin berbincang hanya berdua bersama makam Zara.
" Kemana kita setelah ini? ".tanya Zyana berusaha mencairkan suasana.
"Sama Om Byby yuk".Abizan mengulurkan tangan nya untuk Zura lalu Abizan menggendong Zura dan menyusul Arayyan tersisa Arshaka dan Zyana gadis itu pun menggandeng tangan Arshaka ia tentu tau jika suasana hati Arshaka sedang sedi. " Ayo kita susul mereka, Bang! ".
Sesampainya dirumah kayu, Arayyan, Zyana dan Abizan menyiapkan makan siang sedangkan Arshaka hanya duduk didermaga.
Bayangan Zara seperti masih terulang, seperti syair lagu Dermaga saksi biru saat ku kecup keningmu, Ah! kok jadi nyelneh sih, hehehe maaf🙏🏻.
"Kaka, Rara, sini".ucap Zyana memanggilnya membuat keduanya menoleh dan menghentikan permainan nya, mereka segera mendekati Zara.
" Ante, Apa? ".
" Kalian samperin Baba, ya? ".Zyana menujuk pada Arshaka.
Arka dan Zura mengangguk keduanya berlari kearah Arshaka menuju dermaga, lalu memeluk leher Arshaka dari belakang.
"Baba".
Arshaka tersadar dari lamunanya" Hei, sayang".ucap Arshaka memangku Arka dan Zura.
"Baba kenapa? ".walaupun mereka belum genap berusia 5 tahun tetapi Arka sudah fasih berbicara.
" Baba gapapa sayang, Baba cuma lagi inget sama Bubu, senyum Bubu persis seperti Kakak, dan mata Bubu persis seperti Adek".
Keduanya terlihat antusias mendengar perkataan Arshaka"celius, Ba? ".tanya Zura yang masih cadel.
...----------------...
Dilanjutkan nanti ya, Author juga mau omong ini belum tamat Ya, masih 3 bab lagi, tapi sambil nerusin cerita Arayyan dan Lara ya😊😊😊