ARSHAKA

ARSHAKA
Amplop surat



"Kenapa bahas Aqila? ".


" Ya gapapa aku cuma mau tanya aja. Kamu ada perasaan lebih gak untuk Aqila? '.


"No, just like brother and sister, just it".


" Tapi Aqila menyukai kamu".


"Tetapi aku engga".


Arshaka menarik napas" Ra, dengar !dari awal aku hanya menganggap Aqila seperti adikku karena memang hampir 7 tahun kita bareng aku memperhatikan dia seperti aku memperhatikan Arayyan, Zyzy dan Abizan, tapi memang bedanya, sejak dia baliq aku udah gak berani bersentuhan lagi dengan dia, apalagi memeluk. Cuma sekedar memberikan perhatian seperti seorang kakak pada Adiknya ".


" Kamu sadar gak kalau perhatian kamu justru membuat dia suka dan sayang sama kamu? ".


"Pikiran ku gak sampai ke sana, Ra. Dia terbawa perasaan mungkin karena memang dasarnya dia anak tunggal, Tiba-tiba mendapatkan perhatian. Tapi perhatianku dan perhatian Arayyan pada Aqila itu sama kok. kenapa dia cuma suka sama aku, kenapa gak sama Arayyan? ".


" Ya mana aku tau! ".


Arshaka tersenyum kecil melihat wajah jutek Zara, sangat menggemaskan, ia mencubit pipi Zara dengan gemas.


" Merajuk, kah? ".


" Engga, siapa yang ngambek? ".


"Itu, wajahnya cemberut gitu, gak boleh loh pasang wajah gitu didepan suami".


"Ih!".Zara memukul bahu Arshaka membuat Arshaka tertawa.


" Aku ingin peluk kamu, boleh? ".izin Arshaka.


Seketika Zara salah tingkah " nga--ngapain pake izin segala sih? Meluk tinggal meluk aja".


"Boleh nih? ".


" Mas! ".


"Jangan ditolak ya, masak aku harus diem-diem peluk kamu pas lagi tidur aja? Aku juga mau memeluk kamu dalam kondisi sadar".


" Biar apa? '.


"Biar lebih terasa nyamannya".


Arshaka menarik Zara kedalam dekapan nya, memeluknya dengan hangat, membuat Zara merasa nyaman dengan menyandarkan kepalanya di dada Arshaka, Diam-diam Zara mengulum senyumnya.


"Rambut kamu wangi banget, pakai shampo berapa banyak? ".tanya Arshaka seraya menghirup aroma harum rambut Zara.


" Satu liter".


"Beneran? ".


" Hm? ".


" Kalau udah siap, bilang ya".


...****************...


Hari berikutnya Arshaka kembali kr Pesantren, Zara juga ikut bersamanya, karena dirinya tak ingin dirumah seorang diri, Abizan sudah kembali ke Pesantren sedangkan Zyzy dan Arayyan kuliah, sejak pagi Zara hanya duduk disofa ruangan pimpinan Pesantren. Menatap Arshaka yang sedang fokus bekerja, entah apa yang dilakukan pria itu, Zara juga tak paham.


"Mas, aku boleh keluar gak? Mau keliling Pesantren".izin Zara.


Arshaka menoleh, ia menggerakkan tangannya meminta Zara untuk mendekat kearah nya, Zara pun mendekat, dan Arshaka langsung menarik pinggang nya, menundukkan Zara diatas pangkuan nya.


" M--mas".


"Untuk apa keliling Pesantren? Kan udah sering, Lebih baik temani suamimu yg lagi kerja".ucap Arshaka.


Zara menghela napas, ia menatap layar laptop yang sedang Arshaka gunakan, jujur saat dirinya tak paham apa yang Arshaka lakukan, ia pikir selama ini tugas Arshaka menjadi pemimpin hanya mengawasi Pesantren saja, tapi ternyata salah, Arshaka kembali fokus mengerjakan pekerjaan nya, membuat Zara merasa bosen, ia membuka laci meja seketika terkejut menemukan banyak sekali amplop surat warna-warni.


Zara mengambil satu amplop surat berwarna pink, dan membuka nya, ia membaca surat yang berada didalam amplop tersebut.


From:Aqila


Assalamu'alaikum, halo Bang Shaka apa kabar? Hari i ini hari ke 362 Aqila di Singapura, hampir satu tahun, Aqila kangen Indonesia, kangen Bang Shaka, Bang Arayyan, Kak Zyzy, dan Bizan. Ini surat ke 12 yang Aqila kirim buat Bang Shaka semoga Bang Shaka gak bosen dapet surat ini dari Aqila setiap bulan. Karena papa ga ngebolehin Aqila pegang ponsel selain untuk belajar. Bang Shaka baik-baik ya, see you soon!.


Zara kembali menaruh surat itu, lalu mengambil amplop surat warna biru muda.


From Aqila


To:Bang Shaka.


Hai, Bang Shaka! Apa kabar? Gimana kado dari Aqila? Bang Shaka suka? Bagus gak? Abang suka kan lukisan dari Aqila? Lukisan kaligrafi itu Aqila yang buat sendiri loh. 3Hari, hihihihi jangan lupa dipajang didinding kamar Bang Shaka ya. Sebentar lagi Aqila akan pulang ke Indonesia, see you Abang".


Zara kembali menaruh amplop itu ke dalam laci meja, sedangkan Arshaka tak menyadari jika Zara baru saja membaca surat-surat dari Aqila.


Gadis itu beranjak dari pangkuan Arshaka membuat Arshaka beralih menatap nya.


"Kenapa? ".


" Gapapa, kayaknya aku mau keliling Pesantren aja nyari angin segar panas banget disini. Nanti kalau udah adem, aku balik kesini, Deh, Mas. Assalamu'alaikum ".


Zara mengecup punggung tangan Arshaka dan segera keluar dari ruangan membuat Arshaka mengernyit bingung" Walaikumsalam, Panas? Loh ruangan ini kan pakai AC? Apanya yang panas? ".cuit Arshaka.


...----------------...


Hehehehe,, Apanya yang panas ya kira-kira??


Btw sepertinya next chapter adalah chapter yang ditunggu-tunggu kalian nich!! 😁😁😁😊😊😊