
Pukul 12 malam Arshaka baru tiba di Pesantren, keadaan pria itu cukup kacau. Bajunya tampak kotor dan wajahnya terlihat sangat kelelahan, ia membuka pintu rumah ndalem dengan hati-hati, Arshaka tau jika istrinya sudah tertidur, Zara terkejut saat melihat Zara tertidur disofa ruang tamu, wanita itu tertidur dengan posisi meringkuk, segera saja Arshaka menghampiri nya.
"Sayang kenapa tidur disini? ".Arshaka mengusap wajah Zara dengan lembut.
Zara mengerjap kan matanya segera memeluk Arshaka dengan erat.
" Mas Cakap".
"Kenapa sayang? Kamu kenapa? ".
"Mas caka baik-baik aja kan? ".
" Iya aku baik-baik aja, Ra".
"Kenapa nomor kamu gak bisa dihubungi? Kenapa baru pulang? ".
Arshaka menghela napas mengusap punggung Zara dengan lembut.
" Maaf, tadi mobilnya mogok dijalan, terus gak ada sinyal disana, akhirnya aku dan 2 Dewan Pesantren mendorong mobil sampai ketemu bengkel jam 10 kita baru ketemu bengkel, aku ingin kabarin kamu eh, malah HPnya lowbat dan jam 12 kita baru bisa pulang ke Pesantren aku kira kamu udah tidur".
"Kamu dorong mobil sejauh mana? Ya ampun mas, kok bisa mogok? ". dan cuma bertiga maka dari itu cukup memakan waktu".
" Ya mungkin 4 kilo dan cuma bertiga maka dari itu cukup lama memakan waktu".
" Kamu pasti cepek banget? Aku pijit ya, sebentar aku buatin kamu teh anget dulu sekalian air hangat untuk mandi".
"Gak usah sayang, gak perlu lelah ku hilang setelah melihat istriku yang sangat cantik ini, Masyallah".
" Ih.. Mas! ".
Zara mengerucut lalu memeluk Arshaka" aku takut kamu kenapa-napa Mas".
"Aku gak kenapa-napa, Sayang".
" Mas, mau cium".
"Eh? ".
" Mau cium, Mas!! ".rengek Zara.
" Cium pipi atau kening? ".ledek Arshaka.
" Ih!! ".
Arshaka tertawa menangkup wajah Zara, menatap mata Zara yang berbinar dengan cantik.
" Istriku mau cium, sini sayangku ".
Zara mengangguk lalu mendekati Arshaka.
Arshaka tersenyum"mau berapa lama? ".tanya Arshaka lagi.
" Sampai aku bosen, tapi kayaknya gak bosen deh, ".saut Zara.
Zara memulai mencium Arshaka akhirnya Zara yang memulai duluan menggerakkan bibirnya seraya memejamkan mata, membuat Arshaka tersenyum dan membalas ciuman Zara.
Saat tangan Arshaka membuka kancing piyama Zara ia segera menjauhkan kepala Arshaka dari lehernya.
" Kenapa, sayang? ".tanya Arshaka dengan suara serak.
"Mas, kata Dokter aku belum boleh melakukan itu sampai usia kandunganku 4 bulan keatas".
Arshaka terdiam beberapa saat, sorot matanya terlihat dirinya sangat membutuhkan itu sekarang, tetapi ternyata Zara tak dibolehkan melakukannya kemudian Arshaka menghela napas berat" aku mandi aja".ucap nya.
Membuat Zara menahan tawanya.
"Aku siapin air hangat, ya? ".
Arshaka menggeleng" aku lebih butuh mandi air dingin ".
Arshaka berlalu berjalan membuat Zara iba dan pasti suaminya saat ini sangat tertekan.
" Mas".
Arshaka menghentikan langkahnya.
"Apa? ".
"Aku bantu, ya? ".
Arshaka pun mengangguk, karena Zara menawarkan bantuan pada dirinya, Zara mengekor Arshaka ke kamar mandi.
...----------------...
Udah ah pasti kalian udah pada tau mereka ngapain? 🤣🤣🤣🤭
Dibantu yaa.. bimsalabim jadi apa prok.. prok.. hehehehe.
Zara mulai agak-agak, biasa bawaan bumil🤭🙏🏻
Harus kah aku membuat Arayyan segera tersadar? Atau kah gak usah sadar sama sekali??
Arayyan bakal bertemu cinta nya sebentar lagi dan saat itu Arayyan mulai memiliki hubungan baik dengan Arshaka dan Zara.
Nantikan ya?? staytune terus, moho