
"Disaat saya sudah jahat dengan dia, dia masih berbaik hati dengan saya".batin Arayyan.
...----------------...
Pukul 8 malam semua berkumpul sedang menyantap makan malam mereka, tetapi ponsel Arayyan berdering saat tengah makan bersama, Arayyan tak menghiraukan panggilan itu, karena memang jika tengah makan, mereka semua hanya fokus makan kecuali ada hal yang penting, dering ponsel Arayyan tak henti-hentinya.
Semua menatap Arayyan membuatnya tak enak Arayyan melirik Arshaka meminta izin mengangkat panggilan tersebut.
"Om Fahri".ucap Arayyan melihat panggilan di ponselnya.
" Angkat".lanjut Arshaka.
"Iya, Walaikumsalam, Om".jawab Arayyan.
"Bisa kamu dan Arsha kerumah sakit? ".
" Siapa yang sakit, Om? ".
" Aqila masuk rumah sakit".
"Baik, Om, Arayyan ke sana".
Panggilan terputus Arayyan beberapa saat terdiam, membuat mereka semua menatap Arayyan menunggu penjelasan Arayyan.
" Siapa yang saki, Bang? ".tanya Zyana.
" Aqila ".
"Sakit apa Aqila? ".
Arayyan menggeleng" Om Fahri minta Bang Shaka ke sana".
"Kenapa? ".tanya Arshaka.
" Sepertinya Aqila ingin bertemu Bang Shaka ".
" Abang gak mau ".
" Mas, gapapa kamu kerumah sakit aja".ucap Zara.
Arshaka menatap Zara"Gak bisa, sayang".
"Mas, Aqila sakit".
Arshaka menghela napas" kamu juga harus ikut".putus Arshaka.
Zara menganggukan kepala.
Sesampainya dirumah sakit menuju ruang rawat inap Aqila.
"Bang Shaka".lirih Aqila yang baru melihat Arshaka.
" Kenapa kamu gak mau makan Aqila? ".
" Aku mau disuapin Abang ".
" Aqila, Abang gak bisa".
Aqila mengerucut dan bersedih "kenapa? Abang gak sayang Aqila".
Zara menghela napas "Mas, aku izin ke toilet sebentar aja".bisik Zara pada Arshaka.
Arshaka mengangguk, segera Zara berlalu keluar menuju toilet, Arshaka yang tidak tega bila Zara sendirian di toilet ia ingin menyusul namun ditahan oleh Aqila" Bang Aqila mohon".
"Maaf Qila, kamu bisa minta disuapin Zyzy".
" Tapi Aqila mau nya Bang Shaka, bukan Kak Zyzy".
"Abang gak bisa menyakiti hati istri Abang, Qila. Jadi tolong pengertian nya".
Setelah mengucapkan itu Arshaka keluar mencari keberadaan Zara sedangkan Aqila menangis membuat Arayyan tak tega melihat nya.
"Aqila, biar Bang Arayyan yang suapin kamu? ".
Aqila menggeleng" Aqila gak mau makan".
"Kamu gak kasihan sama Mama dan Papa kamu? Aqila kamu harus makan ya".ucqp Zyzy.
Sedangkan diluar Zara berbohong ia tak pergi ke toilet melainkan duduk diruang tunggu menutup wajahnya dengan kedua tangan dan menangis tanpa suara.
Arshaka menemukan istrinya yang tengah duduk seorang diri, ia duduk disebelahnya mengusap lembut bahu Zara, membuat nya terkejut kehadiran Arshaka.
"Don't cry, Ra ".
" Aku gak mau istriku menangis seperti ini".
"Mas, kenapa kamu disini? Aqila butuh kamu dia harus ma--".
" Zyzy yang suapin Aqila, aku gak mungkin menyakiti kamu".pot Arshaka.
"Mas".
" Jangan khawatir, aku gak akan menyakiti hati kamu".
Zara memeluk Arshaka membenamkan wajahnya didada bidang Arshaka "kita pulang ya? istri ku perlu istrahat gak boleh capek, nanti anak-anaknya Baba juga capek".
Zara tersenyum mendengarnya.
...****************...
Setelah Aqila berhasil makn malam disuapin Zyana Arayyan dan Zyana pamit pulang, karena besok ia harus kuliah pagi, sesampainya dirumah Zyana langsung kekamar nya untuk beristirahat, sedangkan Arayyan berdiam diri diruang keluarga. Arayyan menyanyangi Aqila tak bisa dipungkiri jika ia tak tega melihat Zara yang menangis, Ya setelah Arshaka keluar ruangan, Arayyan ikut keluar melihat Arshaka dan Zara yang tengah berbincang melihat itu Arshaka begitu sayangnya pada Zara yang menangis dipelukan Arshaka.
Akhirnya ia beranjak menuju kamarnya, melewati kamar Arshaka dan Zara yang terbuka.
Arayyan melihat Arshaka dan Zara yang tengah duduk di tepi ranjang sedang tertawa memperhatikan album foto keduanya memakai sarung dan mukenah, sepertinya baru saja selesai sholat bersama.
"Kalau ini foto kita saat pergi ke taman kota disini Arayyan nangis karena gak dibeliin mainan sama Abba, mainannya udah banyak, dan Umma cuma liatin Arayyan yang nangis sambil makan es krim sama Zyana".Arshaka menjelaskan kejadian pada salah satu album foto yang mereka lihat.
Zara tertawa wajah Arayyan yang tengah menangis sangat lucu ditambah giginya tak ada, anak berusia 4 tahun yang menggemaskan.
Arayyan tersenyum kecil melihat keduanya bahagia walaupun hanya melihat album foto. Arayyan setelah itu kembali melanjutkan menuju kamarnya.
...----------------...
Hayo bingung kan Arayyan diantara Aqila atau Zara?