
Setelah kepergian istri tercintanya Zara, Arshaka memilih fokus mengurus pesantren dan kedua anaknya Arka dan Zura, 2 tahun kepergian Zara, ia tidak mempersalahkan hatinya untuk mencari ibu pengganti Arka dan Zura, ia tidak berpikiran ke sana namun kedua anak-anaknya menemukan sosok gadis ia kenal dipesantren.
Dibelakang pesantren Darussalam tiga orang santriwati kini sedang berada dibawah pohon mangga padahal jam pelajaran tapi ketiga nya tidak masuk kelas, alias bolos.
Ya mereka Adalah Nazwa, Firda dan Ita, mereka sahabat sejak SMP kedua mata Nazwa berbinar melihat pohon mangga berbuah lebat, ia mengangkat ujung gamisnya dan berinisiatif memanjatnya sedangkan kedua sahabatnya hanya mengawasinya agar tidak ketahuan oleh orang pesantren.
"Gimana? Aman gak, bestie? ".tanya Nazwa.
Firda mengangguk" Aman".
"Kalau ribet pake galah aja".saut Ita.
" Gak bakal ribet, kan Nazwa rajanya monkey, pasti jago ".ledek Firda.
"Eh, njirr kalian ini dasar temen laknat".ketus Nazwa.
" Lo aja sana yang manjat, harus gue mulu, enakan dikalian".
"Ah.. kan lo doang yg pinter manjat bismillah aja Nazwa.Semoga mangga nya banyak".kekeh Firda.
Mata Nazwa memicing saat melihat anak laki-laki yang berjalan ke arah tempat pembuangan sampah apalagi saat ini tempat itu sedang di bakar, dengan langkah cepat Nazwa turun dan berlari untuk menghampiri anak kecil itu, dia adalah Arka putra Gus Arsha anak pemimpin pesantren Darussalam.
"Astaghfirullah, Arka! ".pekik Nazwa, membuat Firda dan Ita melirik kearah Nazwa yang berlari tergesa-gesa mereka berdua juga sangat kaget.
" Woy cepetan cegah ".teriak Firda.
" Ya Alloh cepetan Nazwa, kasihan anak orang".pekik Ita.
Sedangkan Arshaka dan Zura kini sedang berkeliling mencari keberadaan Arka. sudah hampir 5 menit Arshaka dan Zura mencarinya.
"Kaka! kamu dimana? ".rengek Zura.
" Tenang sayang, kita cari kakak bareng-bareng".
" Astaghfirullah Arka, jangan buat Baba khawatir sayang".teriak Gus Arshaka.
Saat ia mencoba mencari Arka kebelakang pesantren matanya membulat sempurna saat melihat Arka sedang berjalan kearah kobaran api ia berlari secepat mungkin menyelamatkan putranya, namun langkah nya terhenti kala melihat seorang gadis kini menghentikan pergerakan Arka Arshaka bisa bernafas lega.
"Arka ganteng, kamu ngapain? ".tanya Nazwa.
" Biar ante Antar Arka ketemu Baba? ".Nazwa mengangkat tubuh mungil Arka, saat Nazwa menggendong Arka ia menghentikan langkahnya saat melihat Gus Arsha ada dihadapan nya sedang menggandeng Zura.
" Kaka, Ya Alloh Baba khawatir ".lirih Arshaka.
" Assalamu'alaikum Gus, afwan Arka tadi bersama saya".ucap Nazwa menundukkan kepala.
"Walaikumsalam, tidak apa-apa syukron sudah menyelamatkan Arka".ucap Arshaka.
" Na'am Gus. Arka, Baba kamu nyariin kamu, ayo turun ya sayang ".kekeh Nazwa.
Arshaka memperhatikan keduanya bibirnya melengkung keatas, biasanya Arka atau pun Zura tidak mau digendong oleh orang lain tapi saat bertemu Nazwa berbeda lagi cerita nya.
" Kamu bolos lagi, Nazwa? ".tanya Gus Arsha dengan tatapan mengintimidasi.
Nazwa membelalakan matanya menelan ludah dengan kasar" ampun Gus, jangan di hukum, hehe".
" Baik kali ini saya beri keringanan kepada kamu, sebagai tanda terimakasih saya karena kamu udah menyelamatkan anak saya".
"Makasih, Gus, tapi ini semua atas izin Alloh, terimakasih ke Alloh aja jangan ke saya, hehe".
"iya saya tau, Arka sayang sini sama Baba sayang".ucap Gus Arsha.
Arka menggeleng kepala" Gak mau Ba, Kaka mau sama ante ini, boleh? ".
"Ba, Rara boleh ikut Kaka? Boleh ya Ba".ucap Zura mengedipkan matanya.
"Gak boleh sayang, ante nya mau belajar Arka dan Zura mainan sama Baba aja".ucap Arshaka.
" Kaka cama ante ini, ante mau kan temenin kaka main mobil-mobilan ".
Nazwa tidak tau harus menjawab apa ia saat Ini canggung berhadapan dengan Gus Arsha, jika ditanya ingin apa, Nazwa ingin lari dari situasi ini.
...----------------...
Boleh gak nihhh Arshaka nikah lagi, tapi Arshaka udah berjanji sama Zara untuk tidak menikah dan mencari ibu pengganti, tapi kita tunggu ya bagaimana alasan Arshaka apakah ia akan menikah atau tidak... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤔🤔🤔🤔