
Hari ini zara dan Arshaka akan mengunjungi makam Abiyan dan Zea, sesampainya Arshaka dan Zara berdo'a.
"Assalamu'alaikum, Abba, Umma".ucap Arshaka.
" Abba, barakallah fi umrik, tepat hari ini Abba dan Shaka lahir, Abba ijinkan Shaka meminta doa untuk menjalani rumah tangga ini, semoga keluarga yang Shaka bina Sakinah mawadah warohmah ".
Selesai berucap dan berdoa mereka melanjutkan tempat yang Arshaka maksud menggunakan motor yang dikendarai Arshaka, selama perjalanan zara memeluk erat Arshaka, ia benar-benar takut naik motor.
Mereka tiba di tempat yang Arshaka maksud, pria itu memarkirkan motornya lalu turun membantu zara turun dari motor.
" Ini tempat apa, Mas? ".
" Tempat ini adalah tempat paling bersejarah bagi keluarga Malik, Rumah kayu buatan Abba untuk Umma, ditempat ini banyak kenangan keluarga kita khususnya Dermaga itu ".
Arshaka menaruh tas rasanya menuju dermaga.
" Disini lah keluarga kecilku menghabiskan banyak waktu? kebersamaan yang menjadi kenangan indah, semua memori itu masih tersusun rapi diingatan ku".
"Dari Umma mengandung aku, Arayyan dan Zyzy, sampai mengandung Abizan. kenangan itu terekam indah ditempat ini".
" Sekarang kamu istriku, bagian dari keluarga Malik, kamu harus tau tempat ini, dulu aku, Abba dan Umma sering main hujan disini, sampai akhirnya bergantian menjadi aku, Umma dan Adik-adik ku".
"Kamu mau melakukan juga bersama aku, main hujan? ".
" Tapi aku takut hujan? ".
" Kamu gak perlu takut hujan, Ra karena kamu memiliki aku, aku yang akan menjaga dan melindungi kamu".
Arshaka memeluk tubuh zara berharap hujan segera turun.
Darrrr. .... dar..
Suara petir menggelegar tanda hujan akan turun tak selang lama air pun jatuh Arshaka menarik Zara ke tengah derasnya air hujan mereka basah kuyup hujan semakin deras, keduanya masuk kedalam rumah kayu dengan tubuh basah kuyup walaupun hujan belum berhenti mereka memilih menyudahinya, Arshaka khawatir Zara akan sakit jika berlama-lama bermain hujan, Arshaka mengerikan tubuh Zara dengan handuk bibir gadis itu mulai gemetar menggigil kedinginan.
"Aku buatin teh hangat ya? ".
Zara mendekati Arshaka melingkari leher Arshaka lalu berjinjit untuk mencium b***r Arshaka, Arshaka tak membalasnya.
" Ra, kamu lagi kedinginan, kan? ".
Zara mengangguk kembali mencium Arshaka" Mas, aku butuh kehangatan dari kamu".
Karena Zara memberi rambu-rambu untuk memulai permainan Akhirnya Arshaka mengikuti ke kemauan nya, ciuman mereka semakin intens keduanya terbawa suasana Arshaka mulai membawa Zara menuju ranjang keduanya saling menghangatkan tubuh ditengah guyuran hujan yang turun keadaan ruangan yang sunyi dan hanya terdengar suara hujan keduanya semakin melakukannya semakin dalam.
Hingga akhirnya telah selesai, Arshaka berbaring disebelah Zara menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka, Arshaka kelelahan menghadapi Zara yang sangat berbeda kali ini.
Arshaka terlelap dengan memeluk Zara dari belakang diam-diam Zara tersenyum senang, ia membalas pelukkan Arshaka menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.
"Semoga kamu cepat tumbuh, anakku".batin Zara.
...****************...
Saat ini mereka sedang bersiap-siap kembali ke pesantren setelah menginap 2 minggu dirumah ini.
" Abang kenapa gak tinggal disini aja sih? ".tanya Zyzy pada Arshaka.
" Belum bisa, Zy".jawab Arshaka.
"Sampai kapan? ".
" Sampai Arayyan menerima Zara di keluarga ini, Abang gak mau Arayyan menyakiti Zara walaupun Arayyan adik kandung Abang gak bisa mentoleransi sebuah penghinaan ".
" Tapi pas lebaran kemarin udah maaf maafan? ".
" Memang tapi gak tau apa luka dihati Zara udah sembuh belum? daripada Abang dan Zara tinggal disini lebih baik kami tinggal di pesantren jauh tenteram ".
" Bang rumah jiddy Zaid ada? kenapa Abang gak disana aja? ".
" Rumah jiddy Zaid itu milik Arayyan, Zy. Untuk sementara rumah itu dikontrakan sebelum Arayyan menikah, Abang lebih baik di pesantren karena gampang mengurus Pesantren dan Zara".
Zyzy mengangguk "zyzy boleh ikut tinggal di pesantren aja gak? ".tanya Zyzy.
" Zyzy kuliah jarak kampus Zyzy lebih deket dari rumah daripada dari Pesantren ".
"Zyzy kesepian, disini cuma berdua sama Bang Arayyan".
" Zyzy boleh main ke Pesantren kapanpun Abang dan Zara pamit ya, tapi Zyzy gak boleh tinggalkan rumah ini, ya".
"Kenapa? ".
" Ini rumah Abba dan Umma cuma tersisa Zyzy dan Arayyan yang tinggal kalau Zyzy ikut keluar rumah ini akan semakin sepi, nanti Umma dan Abba sedih".
"Iya Bang, hati-hati".
" Assalamualaikum ".
" Walaikumsalam ".
...----------------...
Sudah lebih dari seminggu mereka tinggal di pesantren tetapi Zara belum juga mendapatkan kabar baik yang sudah ia tunggu! , Apakah hampir 2 minggu ini usahanya gagal? atau usahanya belum membuahkan hasil, hampir seminggu dirumah dan lebih dari seminggu di pesantren namun belum berhasil juga?
...****************...
Apa ya kira-kira kabar yang ditunggu Zara????
Dukung terus Arshaka dan Zara mohon maaf author up nya lama dikarenakan sibuk🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻