ARSHAKA

ARSHAKA
Baba



"Baba".


Arshaka tersadar dari lamunannya" Hei, sayang".ucap Arshaka memangku Arka dan Zura.


"Baba kenapa? ".walaupun mereka belum genap berusia 5 tahun tetapi Arka sudah fasih berbicara anak itu terlihat antusias mendengar nya"celius, Ba? ".


Arshaka terkekeh dan mengangguk" dua rius, mau liat lagi foto Bubu kalian? ".mereka mengangguk sebagai jawabannya, Arshaka mengeluarkan ponselnya membuka galeri fotonya dan mencari foto mereka berempat" ini Baba dan Bubu, yang digendong Baba Adek dan yang digendong Bubu ini Kakak".


"Wah!! Bubu cantik banget".


" Iya Bubu memang sangat cantik. "


"Pinjem, Ba".arshaka membiarkan Arka dan Zura mengeser-geser layar ponselnya untuk melihat foto-foto Zara, senyum Arshaka terbit mengusap kepala Arka dan Zura mengecupu pipi Arka dan Zura.


"Ra, terimakasih telah melahirkan Arka dan Zura, aku akan menjaga dan merawat mereka sampai tiba saat nya aku harus melepaskan mereka pada perempuan dan laki-laki pilihan mereka nanti, Arka dan Zura adalah bukti cinta kita yang abadi. "


Zyana menghampiri mereka "ayo masuk hidangan sudah siap, Kaka, Rara. " ucap Zyana.


Segera Arka berlari masuk duluan dan Zura pun berlari mengikuti Arka.


"Abang, ayo. " Zyana menggandeng Arshaka masuk, terlihat Arayyan sudah menyajikan menu makanan bersama Abizan"Om Yayan, baunya halum. "ucap Zura cadel.


" Tentu, Rara,Om Byby yg masak sama Ante Zyzy. "


Setelah mereka menyantap hidangan, Mereka semua pulang namun Arayyan mendapatkan notif dari salah satu agency Arayyan terpilih menjadi salah satu peserta acara seminar dijombang Jawa Timur.


Arshaka menidurkan Arka dan Zura selesai ia keluar dan berpapasan dengan Arayyan.


"Bang,besok Arayyan pamit mau keluar kota untuk beberapa hari. "


"Kemana, Yan? ".


" Arayyan harus hadirin seminar ke Jombang,Bang Arayyan jadi wakil agency Arayyan . "


"Yasudah hati-hati, jaga kesehatan kamu, jangan lupa sholat. "


"Gak pamit tuh, sama Kak Lara? "sahut Zyzy.


Arayyan menatap Zyzy tajam" apa-apa sih, Zy. dia lagi sibuk. "


"Cepetan dihalalin ntr ditingkung orang lho. "


Arayyan tak menjawab ia berlalu dari Zyzy dan Arshaka menuju kamarnya.


Zyzy tersenyum dan masuk kamarnya, sedangkan Arshaka melihat foto yang terpampang didinding foto Abba dan Umma, juga foto Zara.


...****************...


Arshaka kembali dengan aktifitas nya ke pondok pesantren membawa kedua anak-anaknya. Sesampainya di nDalem Arshaka menitipkan kedua anak-anaknya pada Bibi Dira istri dari Ustadz Faruk karena Dira masih belum memiliki anak sehingga Dira bisa mengasuh Arka dan Zura.


Arshaka mendapatkan laporan jika donatur yang membantu Ponpes Darusalam ingin bertemu dengan pemimpin Pesantren Darussalam.


"Gus Arsha. "sapa ustadz Faruk.


"Ada apa ustadz Faruq. "


"Mohon maaf Gus, tadi donatur tersebut menelpon untuk ingin bertemu sama Gus arsha. "


"Dimana saya harus menemuinya. "


"Nanti saya antar Gus Arsha"


Arshaka menganggukkan kepala sebagai jawabannya.


Arshaka sudah menunggu di restoran bersama ustadz Faruq menunggu donatur yg ingin bertemu dengan nya.


langkah kaki terdengar seorang pria pria paruh baya tersenyum pada Arshaka dan Ustadz Faruk, Ya Donatur yang ditunggu Arshaka adalah Ilyas kalian masih ingat dengan ilyas??


Dibelakang Ilyas ada seorang gadis mengenakan piyama bergambar keroppi melayang kan pandangannya pada sosok Arshaka.


Gadis tomboy.


"Assalamualaikum."sapa Arshaka dan Ustadz Faruq.


"Walaikumsalam, maaf menunggu lama, Gus Arsha dan Ustadz Faruq"


"Tidak masalah Pak, silahkan duduk"


Ilyas dan gadis tersebut duduk bersebelahan dan gadis itu hanya menatap acuh pada Arshaka dan Ustadz Faruk.


"Saya kemari hanya ingin bertemu dengan Gus Arsha selalu pemimpin ponpes, "


Arshaka mengangguk mengerti namun sekilas memandang gadis tersebut karena gadis itu sedari tadi memandangi Arshaka, namun saat Arshaka membalas menatap nya ia langsung memalingkan muka.


Selama obrolan membuat sang gadis bosan ia ingin sekali pergi dari situasi seperti itu"sungguh membosankan ".batin nya.


Ilyas menceritakan dirinya adalah salah satu kakak kelas Zea Nacita Salika, Umma dari Arshaka.