
Pintu ruang operasi terbuka, 2 perawat mendorong 2 inkubator berisikan 2 bayi kembar anak Arshaka dan Zara, Arayyan, Zyana dan Abizan segera menghampiri 2 inkubator itu.
"Sus, tunggu, kita mau lihat sebentar boleh? ".
Kedua suster itu berhenti dan mengangguk lalu menyingkap sedikit kain yang menutupi inkubator memperlihatkan bayi kembar yang mungil.
" Halo Keponakan-keponakan Ante, Zy, ".sapa Zyana kedua mata nya sudah berkaca-kaca, kedua bayi mungil itu mengerjapkan mata, seolah merespon perkataan Zyana. " lucu nya".gumam Abizan.
Zyana terkekeh"cie, Om Abizan".
Arayyan melirik suster satunya yg menunduk saat Arayyan menatap nya"sepertinya aku pernah bertemu? ".batin Arayyan.
" Sudah selesai melihatnya? ".tanya suster yang satunya.
" Sudah, terimakasih Sus".
Kedua suster itu kembali melanjutkan mendorong menuju ruang bayi, sedangkan Zyana langsung menutup wajahnya ia menangis"Zy? ".ucap Arayyan menyandarkan kepala Zyzy dibahunya, memeluk Zyana untuk menenangkan Zyana.
Tak berselang lama kemudian 3 orang perawat laki-laki mendorong brankar yang terdapat Zara, wanita itu masih belum sadar, dan Arshaka berada dibelakang brankar.
"Abang".Abizan berlari kearahnya memeluk Arshaka dengan erat" Kak Zara belum bangun, Bang? ".
Arshaka tersenyum kecil mengusap kepala Abizan" belum mungkin beberapa jam lagi, kamu udah makan belum, Dek? ".
Abizan menggeleng" belum".
"Kamu makan dulu ya sama Bang Arayyan dan Kak Zyzy? setelah itu shalat maghrib nanti setelah itu kalian ke ruang kak Zara".
Arshaka beralih menatap Arayyan dan Zyana" Yang, Zy kalian makan dulu ajak Abizan setelah itu shalat, sebentar lagi Adzan do'akan Zara".
Arshaka mengecup pucuk kepala Abizan setelah itu mengikuti kepergian 3 perawat yang membawa Zara menuju ruang inap.
Arayyan, Zyana dan Abizan menuruti perkataan Arshaka mereka keluar menuju kantin rumah sakit untuk memesan makanan dan minuman setelah itu pergi ke musolla untuk melaksanakan shalat maghrib.
Saat ini Arshaka baru selesai shalat maghrib ia menghampiri ketiga adiknya yang tengah duduk disofa sekarang sudah pukul 19.40 tetapi Zara belum tersadar "Zy, bukannya kamu kuliah pulang malam, kok bisa tadi sore pulang? ".
Zyana menghela napas" Maaf, Bang, Zyzy kabur dari kelas ".
" Kabur? ".
" Iya, pas nugas Bang Arayyan ngabarin kalo Zara pendarahan masuk rumah sakit terus Zyzy langsung lari keluar kelas jemput Abizan setelah itu kerumah sakit, Bahkan buku sama alat tulis Zyzy masih di meja".
"Terus Dosen kamu gimana? ".
Zyana membuka ponsel nya terdapat notifikasi dilayar ponselnya,
15 missed call from Pak Danu
8 unread message from Pak Danu
4 missed call from Pak Jojo Dekan FKG
" Astaghfirullah ".sebut Arshaka.
" Sampai Dekan Fakultas loh, Zy? ".
Zyana kembali menghela napas" Zyzy khawatir sama Zara, Bang".
"Kamu bakal dihukum, Zy".ucap Arshaka.
" Gak tau tapi masih aman sih, Bang cuma Dekan fakultas aja, bukan Rektor ".ucap Zyana dengan menampilkan giginya.
Arshaka menggeleng" Kena SP? ".tanya Arshaka.
" Mungkin, gapapa, SP 1 ini, biar ada sejarahnya Zyzy kuliah kena SP".
"Nanti Arayyan yang bicara sama Dekan fakultas kamu langsung, Bang".
" Pengertian banget sih Abang Zyzy satu ini".
" Ish, iya-iya, sekali ini aja Zyzy begini".
Arshaka melirik Abizan yang hanya diam saja memandang Zara, ia menepuk bahu Abizan "lulus Mts, mau MA formal? ".tanya Arshaka mengalihkan perhatian Abizan agar tidak bersedih.
"Mau Bang".
" Nanti Abang carikan sekolah yang bagus anti bully ".
" Bizan janji gak akan meninju mulut orang lagi, tapi di timpuk batu aja gapapa kan, Bang? ".
" Abizan ".
Tol... tok.. tok..
Arayyan, Zyzy dan Abizan menghentikan tawanya ketika suara pintu terketuk sedangkan Arshaka terkekeh menoleh pintu terdapat Fahri,Cika dan Aqila.
" Assalamu'alaikum ".
" Walaikumsalam, silakan masuk, Om, Tante".ucap Arshaka.
Ketiganya masuk Arayyan dan Zyzy sudah menujukan ekspresi wajah tidak bersahabat sedangkan Abizan masih tidak peduli dengan keberadaan mereka terutama Aqila.
"Arshaka, Om dan Tante meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini maafkan keluarga om fahri".
" Gapapa, Om. yang terpenting sekarang Zara dan anak-anak kami sudah selamat ".
" Tapi Zara tidak bisa mengandung lagi, Arsha".ucap Cika.
"Mungkin ini yang terbaik menurut Alloh, Tante, Zara memang tidak bisa mengandung lagi tetapi Zara masih diberikan kehidupan oleh Alloh, Zara sudah memberikan dia anak kembar untuk Arshaka dan Arshaka bersyukur akan hal itu".
" Aqila".Fahri melirik Aqila gadis itu menatap satu-persatu Arshaka, Arayyan, Zyzy dan Abizan.
"Bang.. Bang Shaka Aqila minta maaf".
" Gapapa, Aqila, semoga kamu belajar lebih dewasa dari kesalahan kamu, jangan pernah diulang lagi".
"Kamu minta maaf gih, sama Zara".ucap Zyzy.
" Iya, Kak nanti kalau Zar--".
"Yang sopan! ".potong Zyana.
"Iya, kalau kak Zara udah sadar Aqila minta maaf".
Zyzy memutar kedua bola matanya dengan malas.
" Walaupun kalian sudah memaafkan kami, terlebih Aqila kami sebagai kedua orang tuanya akan bertindak pada Aqila".ucap cika.
"Aqila melakukan kesalahan, maka dia harus bertanggungjawab dan menerima hukuman, kami tidak bisa memanjakan dia terus-terusan".ucap Fahri.
" Aqila akan menyerahkan diri pada pihak yang berwajib dan Aqila akan menjalani hukuman sesuai pasal yang berlaku".tambah Fahri.
Tentu Arshaka, Arayyan, Zyana dan Abizan terkejut, Arayyan mengerti pasal apa yang akan Aqila dapatkan.
"Pasal 340 KUHP".lirih Arayyan.
" Apa Bang? ".tanya Abizan.
Arayyan menatap Arshaka lalu menatap Aqila yang juga tengah menatapnya.
"Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, karena dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selam waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun".Arayyan menyebutkan isi pasal tersebut.
...----------------...
Dukung Arshaka yaππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππππ
Ada giveaway ya jangan bosan-bosan menyimak , like juga komentππ»ππ»ππ»