
"Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, karena dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selam waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun".Arayyan menyebutkan isi pasal tersebut.
...----------------...
Seorang perawat keluar dari ruangan Zara.
"Gimana keadaan istri saya, Sus? ".
" Kondisi Bu Zara sudah mulai stabil tekanan darah dan jantungnya sudah kembali normal, mungkin sebentar lagi siuman, Pak".
"Terimakasih Sus".
" Sama-sama, saya permisi, Pak".
Arshaka mengangguk sebagai jawabannya, ia masuk kedalam ruangan Zara mengetahui kondisinya membaik ia senang mengecup keningnya "selamat pagi sayang, Pagi ini suster bilang kamu udah stabil, cepet buka mata kamu, ya aku rindu, kamu gak pengen lihat anak-anak kita".
Arshaka duduk dikursi memperhatikan wajah Zara menunggu nya semalam Arshaka baru bisa tidur 2 jam, dan kingdom matanya terasa berat, hingga akhirnya pukul 6 pagi ia ketiduran dengan posisi duduk bersender dipinggir Banjar bahkan tangannya tak ia lepas menggenggam tangan Zara, pukul 8 pagi pintu terketuk, karena tidak ada satuan dari dalam, Arayyan masuk kedalam ia menghela napas ketika melihat Arshaka tertidur diseperti itu, ia menaruh paper bag yang ia bawa lalu mendekati Arshaka "Bang... Bang Shaka, bangun".Arayyan menepuk bahu Arshaka beberapa kali Alhasil Arshaka terbangun mengusap wajahnya" astaghfirullah, Eh, Yang. kapan datang? ".
" Baru aja, Bang, oh iya Arayyan bawain baju ganti dan sarapan untuk Bang Shaka tuh disana".Arayyan menunjukkan paper bag yang berada di sofa.
"Terimakasih kamu mau kemana? ".
"Ngurus kasus Aqila, Arayyan memakai temen Arayyan untuk menjadi pengacara pihak Zara semoga Aqila dapat hukuman yang setimpal".
" Keluarga Om Fahri benar-benar bersedia? ".
" Hm, Abang belum menemui anak Bang Shaka? ".tanya Arayyan mengalihkan perhatian Arshaka.
"Belum, nanti kalau sudah boleh menggendong, setelah Zara siuman ".
"Maafkan Arayyan Bang, telat nolong Zara".
" Abang yang harusnya berterimakasih karena kamu sudah membawa Zara kerumah sakit dengan cepat, terimakasih ".
" Enggh.. ".
Keduanya menoleh ke sumber suara Zara terlihat mengerjapkan mata dan menggerakkan jari-jarinya dengan cepat Arshaka mencondongkan tubuhnya pada Zara.
" Alhamdulillah, Sayang? Hey, how are you? Feel food? ".
" Mas? aku dimana? ".
" Kamu dirumah sakit".
"Mas, anak kita dimana , Mas? ".seraya mengusap perutnya mengingat apa yang terjadi sebelumnya seketika panik merasakan perutnya rata.
Arshaka tersenyum" kamu sudah melahirkan sayang, Mereka di inkubator, sehat, tampan dan cantik ".
Zara terdiam dirinya hanya mengingat Arayyan membopong nya sebelum dirinya pingsan dan fakta yang baru ia tahu dirinya sudah melahirkan.
" Mereka masih 7 bulan, Mas, Gimana bisa? ".
" Dokter menyarankan agar mereka segera dioperasi, Ra. solusi terbaik aku bersyukur kamu udah sadar, Alhamdulillah ".Arshaka mengecup kening Zara.
Arayyan rasa jika Arshaka dan Zara membutuhkan waktu berdua, ia akhirnya undur diri, baru saja Arayyan membalikkan tubuh, Zara memanggilnya.
" Arayyan ".
" Terimakasih ".Zara tersenyum pada Arayyan.
Arayyan mengangguk setelah itu ia keluar ruangan meninggalkan Zara dan Arshaka berdua, Arshaka kembali mengecup kening Zara, lalu memencet tombol panggilan untuk memanggil perawat memberitahu jika Zara sudah siluman.
Sedangkan Arayyan menuju ruang bayi, ia berdiri diambang pintu menatap seorang perawat sedang menggantikan popok memperhatikan kedua keponakannya perlahan senyum Arayyan mengembang"Hai".
Perawat tersebut terkejut melihat keberadaan Arayyan.
" Silahkan ".seraya memberikan bayi ke Arayyan dan tak disengaja keduanya saling bertatapan.
Membuat Arayyan tak berkedip, sehingga suster tersebut memutuskan pandangannya.
" Maaf".ucap Arayyan.
Segera suster beralih ke bayi perempuan menggendongnya lalu menggantikan pokoknya.
Drtdrt.... D rt...
Ponsel Arayyan bergetar ia mengambil dengan tangan sebelah kanan nya ternyata Fahri menelponnya. ia menjawab telpon Fahri dan menutup nya, ia kembali menidurkan bayi laki-laki itu ke inkubator, dan keluar menuju kamar inap Zara, ia ingin menemui Arshaka.
"Maaf Arayyan sedikit mengganggu, Arayyan cuma mau kasih tau kasus Aqila udah masuk ke pengadilan, Bang".
" Aqila? ".Zara masih ingat betul Aqila yang mendorong nya.
" Arayyan, Aqila ditahan? ".tanya Zara dibalas anggukan Arayyan.
" Kenapa? Mas, kenapa Aqila ditahan? ".
" Kamu tanya kenapa? Dia udah berencana membunuh kamu, Ra".
"Tapi aku gak meninggal, Mas? Aku masih hidup anak kita juga masih hidup. kita semua baik-baik aja".
Arshaka menghela napas" Ra".
"Mas, Aqila gak perlu ditahan, dia masih terlalu kecil, untuk--".
" Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatan nya,agar dia jera".Jawab Arayyan.
"Tapi, Yan".
" Sekali aja kamu gak berbaik hati dengan seseorang yang sudah jahatin kamu, bisa? ".ucap Arayyan membuat Zara mengernyit.
Bukannya selama ini Arayyan juga tidak menyukai Zara?.
" Kalau emang hukuman ini bertujuan untuk membuat dia jera, aku mau hukuman Aqila diringankan ".ucap Zara.
" Zara, kami--".
"Mas, aku mohon, aku gak mau jahat sama siapapun, kalaupun aku gak boleh membatalkan hukuman Aqila izinkan aku untuk meringankan hukuman nya".
" Kenapa Zara? ".tanya Arshaka.
"Karena Aqila berharga untuk keluarga kalian, untuk kedua orang tuanya untuk orang-orang yang sayang sama dia, selain itu Aqila anka Tante Cika orang yang sudah dipercaya oleh Umma dan membantu aku mencari bukti kalau aku difitnah pada saat itu".
Arshaka dan Arayyan terdiam, keduanya bingung tentu saja bingung mengapa Zara masih bisa berpikiran seperti itu disaat nyawa nya hampir melayang hanya karena Aqila?
"Kamu yakin? ".
"Iya, Mas, aku yakin kalau emang hukuman ini bermaksud untuk buat Aqila jera, aku setuju asalkan hukumnya diringankan".
" Arayyan ".Arshaka mengisyaratkan Arayyan agar mengurus itu semua.
Arayyan mengangguk sebagi jawabannya.
...----------------...
Zara kamu terlalu baik, seharusnya Aqila biar tau rasanya menerima hukumannya.
Dukung Arshaka ya maaf kan author ya karena author terlalu sibuk di dunia nyataππππππ»ππ»ππ»ππ»ππ»