
Pak Vano tersenyum dan menatap Arshaka dengan tatapan bahagia "terimakasih, Nak. Kamu sangat mirip dengan Ayah kamu. Tulus sekali".
Arshaka tersenyum mendengar nya, ia mengangguk "InsyaAllah saya sanggup. Terimakasih, Pak".
...----------------...
Zara dan Zyana selesai makan malam dengan makanan yang mereka masak.
" Zar. maaf aku harus pulang sekarang soalnya udah janji sama Bang Shaka bakal pulang jam delapan, kalau lambat pasti pulang nya dimarahin Bang Arayyan, seb aku".keluh Zyana.
"Iya gapapa, Zy. kamu hati-hati bawa mobilnya".
Zyana mengangguk kalau ada apa-apa bilang sama aku aja bakal aku bantu kamu".
" Ga usah Zy besok aku mau cari kerjaan lagi dech".
"Ih.. kamu kan belum pulih Zara, jangan cari kerjaan dulu belum kering luka nya".
" Ya ga mungkin aku ngerepotin kamu terus".
"Aku ga ngerasa direpotkan sama kamu, udah deh ga usah bawel dan ga usah nolak".
" Iya-iya terserah kamu".
"Yaudah kalau gitu aku pamit pulang assalamu'alaikum".
" Walaikumsalam ".zara menghantarkan Zyana sampai ke depan setelah mobilnya meninggalkan perkarangan kontrakan Zara menutup pintu dan kembali menguncinya kemudian kekamar mandi.
saat selesai dari kamar mandi pintu kembali terketuk, Zara mengerinyit bingung, Zyana kenapa?.
" Sebentar, Kenapa Zy? Ada yang ketinggal--".
Zara membelalakkan matanya saat melihat seseorang dihadapannya "Gus Arsha? ".
" Assalamualaikum, Zara".
"Walaikumsalam, kok bisa kesini, Gus? ".
" Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan kamu, apa saya mengganggu waktu kamu? ".
Zara menggeleng" tidak, silakan duduk Gus, Saya tinggal kedalam sebentar ".
Zara masuk kedalam untuk membuatkan minuman, dan selang berapa lama Zara kembali membawa nampan berisikan satu cangkir teh dan cemilan, ia meletakkan dimeja dan bersandar berdiri ditembok untuk menjaga jarak antara dirinya dan Arshaka.
" Silakan diminum Gus".
"Terimakasih".
" Ada apa Gus Arsha menemui saya? ".
Arshaka mengambil teh dan meminumnya sedikit, setelah itu diletakkan kembali, ia menatap Zara yang berada dihadapan nya.
"Sebelumnya saya minta maaf karena sudah mengeluarkan kamu dari Pesantren dan kampus, saya sudah menemukan bukti jika kamu tidak bersalah, Mba Rita lah yang sudah membuat Fitnah itu, maafkan saya Zara".
"Benar dan sekarang Mba Rita sudah tidak ada di pesantren, kemarin saya sudah memecatnya, sekali lagi saya minta maaf sama kamu, Zara".
" Ga apa-apa Gus, lagipula itu udah berlalu say ikhlas ".
" Saya ingin berterimakasih karena kamu sudah menolong Zyana, kamu sudah menyelamatkan Zyana dan kalungnya, kalung itu berharga bagi Zyana karen pemberian dari Ibu saya.Maaf karena membuat kamu terluka ".
Zara Menganggukan kepala" gak masalah, Gus Zyana udah banyak bantuin saya, sudah seharusnya saya juga membalas kebaikan Zyzy".
Arshaka mengangguk"saya juga ingin menyampaikan duka cita atas meninggalnya Ibu kamu, saya tau tidak mudah untuk kamu, tapi seperti yang pernah saya bilang jika kamu adalah gadis 19 tahun yang dipilih Allah karena Allah tau kamu wanita kuat, Saya turut berdukacita semoga amal shaleh Ibu mu diterima disisi Allah ".
" Amin, Gus terimakasih".
Arshaka menatap Zara, ia menarik napas dalam-dalam sebelum kembali melanjutkan perkataan nya.
"Terakhir ada hal yang terpenting yang ingin saya katakan pada kamu".
" Silakan Gus".
"Saya ingin menikahi kamu. Menikahlah dengan saya. Zara! ".
Deg..
Deg
Bagaikan tersambar petir Zara terkejut mendongak dan membelalakkan matanya menatap Arshaka.
"Maksudnya?
" Saya ingin mengkhitbah kamu".
"Maaf sepertinya Gus bercanda? ".
" Apa wajah saya terlihat sedang bercanda? ".tanya Shaka dengan wajah serius nya.
Zara menelan salvinanya dengan kasar tenggorokan nya terasa tercekat.
" Tapi---tap? ".
"Tapi kenapa? Kamu ga ingin menikah dengan saya? ".
...----------------...
Hayo apakah Zara mau menerima pinangan Arshaka??
Tunggu kelanjutannya 🙏🏻🙏🏻
Author udah pertemukan,ya.. Arshaka dan Zara apakah bakalan menikah?
Dan apakah Arayyan akan setuju??
Menurut kalian Arayyan kenapa sebegitu bencinya terhadap Zara. Apakah Arayyan berusaha menutupi kejanggalan pada seseorang??