ARSHAKA

ARSHAKA
Penyebab



Arshaka berusaha mencerna perkataan Zyzy, ia kembali menuju kamarnya, dilihat Zara yang tengah tidur meringkuk terdapat jejak air matanya, wanita yang tengah mengandung anaknya, darah dagingnya, Arshaka tersentak baru saja membuat wanita itu menangis dan sakit hati. Arshaka menghampiri Zara duduk disebelahnya, memberanikan diri mengusap wajahnya dan menghapus jejak air matanya sampai wanita itu sesenggukan dalam tidurnya.


"Stts, hey".Arshaka mengusap lembut Zara mencoba menenangkan Zara yang masih menangis.


"Sayang, tenang".


" Mas".


Zara mengerjap menatap Arshaka yang berada dihadapan nya.


"Sayang, maafin aku, ya".


Zara kembali menangis merubah posisinya menjadi duduk, memeluk Arshaka dengan erat, pria itu membalas pelukkan Zara dan mengusap kepala hingga punggung Zara.


" Maaf, aku sayang ".bisik Arshaka seraya mengecup pucuk kepalanya.


" Kamu jahat, Mas".


"Iya aku emang jahat, aku minta maaf, maafkan aku, ya".


Zara mengangguk tetapi tetap menangis.


" Takut".


"Takut kenapa? ".


" Takut kamu marah lagi".


Arshaka menggeleng melepaskan pelukkan nya lalu menangkup wajah Zara.


"Denger, aku janji gak akan marah lagi seperti tadi, aku minta maaf karena udah bentak kamu, tadi aku diluar kendali aku gak bisa mengontrol emosiku, aku takut kehilangan kamu, tapi aku menyesal sudah membuat kamu menangis, aku gak bermaksud ingin kamu takut sama aku, aku minta maaf, sayang".ucapnya tulus.


" Kamu nerima kehamilan aku? ".


Arshaka tersenyum" besok kita cek ke Dokter ya,? Aku akan menerima dia kalaupun tidak membahayakan nyawa kamu ".


...****************...


Saat ini Arshaka dan Zara memasuki ruangan Dokter, seusai diperiksa mereka duduk menghadap Dokter.


" Bu Zara, benar. Biar kita tahu berapa usia kandungan nya dan bagaimana kandungan Bu Zara, ini harus melakukan USG".


"Lakukan apa yang terbaik untuk istri saya".ucap Arshaka.


Dokter mengangguk, ia menyiapkan alat USG nya lalu meminta Zara kembali berbaring di ranjang Priksa seraya dokter tersebut sedikit mengangkat blouse yang Zara kenakan, memberi gel pada perut Zara sebelum menempatkan alat USG , tentunya Zara gugup dalam hati berdoa tak henti-hentinya Zara ucap.


"Pak, Bu. Ternyata usianya sudah hampir 4 minggu, terhitung dari hari pertama haid terakhir".


" Janinnya gimana, Dok? ".


" Alhamdulillah, Sehat".


Zara menghela napas lega, melirik Arshaka yang tengah mengamati layar monitor.


"Sebentar, Pak, Bu".


Dokter tersebut menggeser alat USG pada perut Zara" kenapa Dok? ".


" Terdapat dua kantung janin, Pak, Bu. Anaknya kembar".Dokter menujukan layar monitor yang terpampang dua titik hitam.


Zara dan Arshaka sama-sama terkejut, Dokter menyudahi kegiatannya mengelap perut Zara yang penuh gel lalu menutup kembali.


"Kembar, Dok? ".tanya Arshaka.


" Benar, Pak, Bu. Anaknya sepertinya kembar tidak identik, bisa jadi nantinya jenis kelamin Bapak dan Ibu berbeda, perempuan dan laki-laki ".


" Tapi semuanya bakal baik-baik aja kan, Dok? istri saya juga baik-baik aja? ".tanya Arshaka.


Dokter tersenyum dan mengangguk" untuk saat ini Bu Zara baik-baik aja, seperti pada umumnya di trimester pertama, Ibu hamil tidak boleh terlalu capek dan stress karen berpengaruh pada janinnyajaninnya".


"Maksud saya, tumornya tidak akan muncul lagi, Dok? ".


" Saya tidak bisa menentukan, tapi besar kemungkinan tidak asalkan Bu Zara terus menerapi hidup sehat, janinnya juga harus sehat dan kuat, agar tumor itu tidak kembali tumbuh ".


" Memang masih sangat rentan karena Bu Zara baru saja pulih, tapi InsyaAllah Bu Zara baik-baik saja ".


"Terimakasih Dok".


Keduanya mengangguk lalu berpamitan pulang.


Sesampainya dirumah, adik-adiknya sudah menunggu mereka tampak bingung melihat Arshaka dan Zara tapi terlihat kekhawatiran Arshaka pada Zara.


"Zara, gimana kandungan kamu? ".tanya Zyana berani membuka suara.


" Alhamdulillah kandungan nya baik-baik aja, Zy".


"Berapa usua kandungan nya? ".


" Udah masuk 4 minggu ".


" 4 minggu? ".


" Iya".


Zyana tersenyum senang mendengar nya"akhirnya aku punya keponakan ".


" Aku juga senang mendengar nya, Bang Arayyan senang juga kan? ".tanya Abizan.


Arayyan tak merespon pria itu malah berlalu menuju kamarnya, Arshaka pun mengikuti kepergian Arayyan sedangkan Abizan dan Zyana mendekati Zara.


" Kamu sama Abizan dan Zyana dulu ya"ucap Arshaka pada Zara yang dibalas anggukan.


Arshaka menuju kamar Arayyan mengetuk pintu kamarnya, tak lama Arayyan membuka nya.


"Ada apa Bang? ".


" Boleh Abang masuk? ".


Arayyan mengangguk mempersilahkan Arshaka masuk lalu keduanya duduk di tepi ranjang.


" Mau bicara apa? ".


" Sekarang Zara sedang hamil".


"Terus? ".


"Abang mohon, dia gak boleh stres gak boleh lelah dan gak boleh


sakit fisik ataupun banyak pikiran".


" Lalu? ".


" Gak ada yg membuat Zara


banyak pikiran kecuali kamu, Yang! ".


Arayyan menghela napas" Arayyan,? kenapa jadi Arayyan, Bang? ".


" Karena kamu satu-satunya orang yang tidak menyukai Zara".


Arayyan terkejut pikiran nya kembali tertuju pada Aqila ia terdiam, Arshaka bilang kalau durinya yang tak menyukai Zara.


"Terus kenapa kalau cuma Arayyan yang gak suka istri Bang Shaka? ".


" Kamu tau, Zara baru saja puluh dan sekarang lagi hamil, jangan sampai kamu membuat Zara sakit hati dengan perkataan dan kelakuan kamu, yang membuat beban pikiran Zara dan akhirnya berpengaruh pada kesehatan dan janinnya ".


" Abang mohon, minta sama kamu untuk bisa menerima Zara, walaupun kamu masih belum bisa menerima nya, tetapi jangan pernah menyakiti hati Zara lagi ".


" Karena kalau sampai Zara stress, hanya kamu penyebab utama nya".


Arayyan terdiam mematung, Sedangkan Arshaka berlalu dari hadapan Arayyan.


...----------------...


Aduh aduh kok jadi riweh sih??


Semoga kandungan Zara baik-baik aja ya😊😊😊


Nanti Arayyan akan sadar dan Arayyan akan menemukan cinta , dipertemukan tanpa sengajaπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Tunggu kelanjutannya yaπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»