
Arshaka benar-benar sakit mendengar nya, ia memejamkan mata dan menghela napa panjang.
" Saya setuju, Untuk melakukan tindakan operasi pada istri saya, Tolong lakukan yang terbaik".
...****************...
Setelah menandatangani surat persetujuan tindakan operasi, Arshaka menuju musola Rumah sakit, Hari ini jumat, pukul 5 sore, Arshaka tahu ada satu waktu mustajab dihari Jumat yaitu diantara waktu Ashar hingga menjelang Magrib, itu adalah waktu terbaik untuk berdoa meminta pada penguasa semesta karena doa yang dipanjatkan tidak akan ditolak.
Seperti sabda Rasullulah SWT. "Pada hari jumat terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan pada Allah, kecuali Allah akan mengabulkan" (HR, Bukhari dan muslim).
Arshaka mengambil air wudhu lalu melakukan shalat di mushola, saat memulai shalat, kedua matanya memanas dan ketika Arshaka bersujud airmatanya menetes.
Arshaka sudah berusaha menahan air matanya namun tidak bisa, saat selesai dan sedang berdzikir barulah Arshaka menangis.
"Ya rabb" Kata pertama yang Arshaka ucap membuat hatinya berdesir.
"Ya Rabb, selamat kan kedua orang yang hamba sayangi, istri dan kedua anak kami, lancarkan operasi istri hamba, keselamatan Zara dan kedua bayi hamba, berikan keajaiban untuk istri hamba, Ya rabb".
Tanpa Arshaka sadari terdapat Arayyan yang berdiri diambang pintu musola, melihat dan mendengar nya doa dan permohonan Arshaka pada Tuhan, membuat Arayyan meneteskan air mata. Baru kali ini Arayyan melihat Arshaka serapuh ini.
Setelah melihat Arshaka selesai berdo'a dan beranjak, Arayyan bersembunyi dibalik dinding tembok, menunggu Arshaka lewat, saat sudah tak ada siapapun Arayyan memasuki musola, dirinya belum sempat Shalat Ashar, karena saat dirinya pulang pukul setengah 4,melihat Zara yang sudah pendarahan alhasil langsung membawa nya ke rumah sakit, selain itu Arayyan mengganti pakaian nya dahulu dengan membeli baju ditoko baju sebelah rumah sakit, pakaian yang ia pakai terkena darah Zara.
Selesai shalat ia kembali ke depan ruang operasi disana terdapat Arshaka, Zyana, Abizan dan keluarga Fahri.
Tentu saja keluarga Fahri masih disana tak mungkin mereka pulang disaat kondisi Zara masih kritis. Arayyan baru saja ingin mendekati Arshaka yang tengah berdzikir tetapi lampu ruangan operasi sudah mati itu artinya operasi sudah berhasil, tetapi mengapa tidak terdengar suara bayi yg terdengar?
Pintu ruangan operasi terbuka lebar, seorang Dokter keluar dengan helaan napas berat.
"Dok, gimana istri dan anak-anak saya? ".
" Pak, kami mohon maaf sekali, istri dan kedua anak Bapak tidak bisa kami selamat kan, Ketiganya tidak bisa terselamatkan ".
Deg...
Mereka semua tentu terkejut Arshaka segera menerobos masuk kedalam ruangan operasi, Sedangkan Abizan dan Zyana sudah menangis histeris.
Arayyan membeku ditempat matanya kembali meneteskan airmata dadanya terasa sakit, Arayyan tak kuat menahan beban tubuhnya ia terduduk kakinya terasa lemas tak berotot, dan suara isak tangis nya terdengar, ia telah gagal menyelamatkan kakak ipar nya, ia kehilangan Kakak iparnya dan kedua keponakannya.
"Maafin saya, Zara".
...----------------...
"Bang.. Bang Arayyan? ".
" Bang... Bangun!! ".
" Arayyan! ".
" Abang kenapa? ".tanya Zyana.
Arayyan membuka matanya, melihat sekelilingnya dan melirik lampu operasi yang masih menyala lalu melihat satu persatu keluarga nya.
" Abang? ".panggil Zyana.
Arayyan menatap Zyana, dirinya bingung sangat bingung.
" Zy, operasi nya belum selesai? ".
Zyana menggeleng menghapus air mata diwajah Arayyan" Bang Arayyan kenapa? ".
Arayyan menghela napas lega, Oh ternyata itu hanya mimpi dan ilusi Arayyan sendiri.
"Maafin Abang, Zy".ucap nya memeluk Zyana dengan erat memejamkan matanya sesekali mengecup kepala Zyana.
" Abang? ".
Arayyan melepaskan peluk kan nya, ia berdiri dan membantu Zyana untuk ikut berdiri setelah itu Arayyan mendekati Arshaka kembali merendahkan tubuhnya di hadapan Arshaka yang terduduk dikursi.
" Abang".
Arayyan menggenggam tangan Arshaka yang tengah berdzikir memegang tasbih milik sang Abba, Arayyan tahu itu.
"Arayyan minta maaf, maaf atas segala kesalahan Arayyan, maafin Arayyan pernah berniat jahat dengan rumah tangga Bang Shaka dan Zara, maaf Arayyan pernah menyakiti hati Zara dan Bang shaka, Arayyan udah menjadi adik yang tidak tau diri, maaf Arayyan telat menyadari kalau kalian memang ditakdirkan bersama, Maafin Arayyan, Bang".
Arayyan menundukkan kepala membuat Arshaka menepuk pucuk kepalanya" maaf Arayyan telat menolong Zara, Bang".
"Arayyan".
Arshaka menarik Arayyan kedalam peluk kan nya mendekap erat tubuh Arayyan dengan tulus, menepuk bahu Arayyan berkali-kali untuk menenangkan adiknya itu, Arshaka tahu arayyan telah menyesalinya.
"Abang sudah memaafkan kamu, dan Abang yakin Zara juga sudah memafkan kamu".
Arshaka menangkup wajah Arayyan lalu mengecup kening Arayyan memang terlihat aneh, tapi dia pria dewasa yang saling memeluk dan memberi kecupan itu tidak aneh bagi keluarga Malik, sebesar apapun usianya sang kakak selalu menyayangi adik-adiknya tidak pernah berkurang sedikitpun, suara tangis bayi terdengar membuat mereka semua menoleh ke pintu ruang operasi, lampu operasi masih menyala, tetapi suara tangisan bayi sudah terdengar.
...****************...
Hahaha kena prank kan kalianπ€£π€£π€£π€£ππ»ππ»
Biar nambah gereget yaπ€π€π€π€
Dukung terus Arshaka ππ»ππ»ππ»ππ»