ARSHAKA

ARSHAKA
Aqila



"Saya merasa gak pantes bersanding sama Gus Arshaka! ".jawab Zara.


" Kenapa? sebelumnya kamu ga menolak saya, ini kenapa tiba-tiba kamu merasa ga pantas? ".


" Ibu Gus memiliki sahabat baik Tante Cika, dan juga memiliki anak yang cantik seperti Aqila, Gus Arshaka lebih cocok sama Aqila daripada sama saya, saya ini ga ada apa-apanya dibandingkan Aqila, Gus? ".


" Aqila? ".


" Iya, Gus Arshaka lebih pantesan sama Aqila saya gak pantes bersanding dengan Gus Arshaka ".


" Kenapa jadi Aqila? saya ingin menikahi kamu bukan aqila? Aqila saya anggap seperti adik saya sendiri ".


"Tapi Aqila beranggapan lain, dia menyukai Gus Arshaka bahkan mencintai Gus Arshaka, sedangkan saya belum tau apa saya mencintai Gus Arshaka atau gak? ".


Arshaka menghela napas " Tetapi saya tidak mencintai Aqila, apa Aqila baru aja bicara sama kamu? Apa yang kalian bicarakan? ".


Zara menarik napas" udah malem saya ngantuk mau kekamar, kalau dilihat orang ga--".


"Saya tidak peduli dilihat orang atau tidak Zara! Jawab jujur apa yang kalian bicarakan? ".


Zara menggeleng" jangan paksa saya Gus".


"Kamu Jawab atau saya yang tanya sendiri pada Aqila? ".


Zara masih terdiam tak kunjung menjawab membuat Arshaka mengangguk" oke saya tanya sendiri ke Aqila ".


" Jangan ".pekik Zara.


" Jangan? ".


" Gus saya minta maaf sekarang belum terlambat untuk membatalkan pernikahan kita, saya gak mau nyakitin hati orang lain".


"Nyakitin hati siapa? Kita sama-sama mau pernikahan ini, Zara. Siapa kamu maksud menyakiti hati orang lain, siapa? ".


" Aqila ".


" Sebenarnya apa yang udah membuat kamu berubah, dan apa yang kalian bicarakan? Jujur sama saya, Zara. kamu tau dalam rumah tangga harus saling keterbukaan dan jujur ".


Arshaka terdiam sekejap, ia mengangkat kedua alisnya" dan kamu harus nurut begitu aja? ".


" Mak--".


"Dengar Zara ketika akan menikah pasti akan ada ujian kamu gak seharusnya menurut dengan Aqila yang meminta kamu untuk melepaskan saya, kamu harus memiliki prinsip jangan biarkan orang lain merusak kebahagiaan kamu".


Arshaka menghembuskan napasnya " sekalipun kamu ingin melepaskan saya, tapi saya tidak akan pernah melepaskan kamu".


"Kamu kembali kekamar istirahat kita akan bertemu lagi lusa, assalamu'alaikum".


Arshaka berlalu dari hadapan Zara yg terdiam mematung mendengar penjelasan Arshaka.


...----------------...


Hari dimana Zara tak boleh berkeliaran keluar pesantren, ia benar-benar dipingit, bahkan makannya pun diantar ke pengurus pesantren. ia terus kepikiran perkataan Arshaka semalam, juga tangisan Aqila yang memohon, tentu dirinya bahagia menikah dengan Arshaka tetapi ia tak bisa bahagia di atas penderitaan Aqila ".


" Ya Tuhan hamba harus apa? ".


Pagi berganti siang, siang berganti sore dan sore berganti malam tak terasa esok pagi adalah akad pernikahan Arshaka dan Zara akan berlangsung.


Adik-adik Arshaka juga menginap di pesantren mereka tinggal di nDalem bersama Arshaka sedangkan kerabat lainnya baru datang esok hari.


" Zara udah jam 10 malem. kamu ga tidur? ".tanya Cia menatap Zara yang masih duduk dimeja belajar.


" Gak bisa tidur, Ci".


"Zara, jangan gitu kamu harus istirahat supaya besok fress besok hari bahagia kamu, Zara".


Benarkah? besok adalah hari bahagia nya?.


" Tidur yuk, jam 3pagi ada Qiyamul lail, katanya sih Gus Arshaka yg jadi imam, tapi karena kamu gak boleh keluar kamu Qiyamul lail sendiri dikamar, semua warga pesantren akan mendoakan akad nikah kamu dan Gus Arshaka agar berjalan lancar".


Zara tersenyum "hm makasih, cia".


" Sama-sama ayo tidur, zara".