ARSHAKA

ARSHAKA
mencintai



Baik Zyana dan Zara sama-sama terkejut dengan penuturan Vano. Cinta pertama?.


"Zea teman sekampus dan sekelas saya, saya menyukai dan menganggumi Zea sejak pertama masuk kuliah, Saat itu saya belum tau jika Zara sudah menikah, saat Zea ketahuan sudah menikah dan sedang mengandung, saya sangat terpukul sekali".


"Papa mencintai ibunya Zyana? ".tanya Zara.


" Iya, Zar--".


"Mau Papa apa sih? Papa menikah dengan mama tanpa cinta? lalu memberikan nama anak Papa sendiri sama seperti wanita yang papa cintai? Jadi selama ini dari awal bukan kesalahan.Mama? tapi Papa juga! Papa egois, pasti mama merasakan sakit hati sampai akhirnya selingkuh! ".


" Ya Tuhan kenapa Zara ga menyadari selama ini? ".


" Zara kira mama sangat menjijikkan karena berani-beraninya selingkuh, tapi ternyata papa lebih jauh menjijikkan ".


Zara berlalu dari hadapan Vano, meninggalkan Zyana yang masih mencerna penuturan Zara dan Vano, Zyana menatap Vano.


" Om".


Vano mematung dan tersadar akan pekikan Zyana dan menoleh kearah Zyana.


"Mohon maaf Om, sebaiknya sekarang jangan muncul dihadapan Zara dulu, biar Zara menenangkan diri, saya yang akan menjaga Zara, Saya permisi Om, Assalamualaikum".


" Walaikumsalam ".lirih Vano.


Zyana berlalu mengejar Zara yang entah pergi kemana, ia keluar rumah sakit melihat Zara menangis, Zyana pun menghampiri Zara.


"Zar".


" Zy, jangan dekat-dekat aku, kamu pasti jijik sama aku, kamu pasti mikir kalau aku sengaja masuk kedalam kehidupan kalian, kamu past--".


"Engga zar. aku tau kamu juga ga tau semua ini kamu ga tau ternyata papa kamu adalah teman Umma ku kamu gak tau alasan Papa kami memberikan kamu nama itu kan? ".


Zara terisak menangis" ya Tuhan, Zy aku ga tau gimana perasaan mama yang menyembunyikan ini semua dari awal pernikahan mereka sampai akhirnya Mama ga kuat dan selingkuh ".


" Zara".zyana memeluk Zara.


"Kamu ga perlu sedih pikirin kesehatan kamu, zar kamu baru pulih lebih baik kita pulang".


Ddrttt... drttt..


Ponsel Zyana bergetar membuat zyana mengambil nya, Kintta yang menelpon.


" Assalamu'alaikum, Bu? ".


" Walaikumsalam Mba Zyana apa sedang bersama Zara? kenapa ponselnya ga aktif ya? ".tanya Kintta di sambungan telpon.


" Iya saya lagi sama Zara, ponselnya gak aktif karena Zara udah ga pegang ponsel, Bu Kintta ada perlu dengan Zara? ".


"Tolong mba Zyana sampaikan pada Zara saya tidak bisa ke Indonesia karena masih menjalankan terapi".


" Apa yang ingin Bu Kintta sampaikan? ".


" Mba Halda, ibunya Zara meninggal dunia".


"Inalilahi wainalilahi rojiun".


...----------------...


"Mama".


Tubuh Zara gemetaran kedua kakinya lemas menatap jenazah wanita dihadapannya.


" Mama".


kedua matanya sudah sebam dan menanak sungai, ia mengusap wajah Ibu nya yang sudah memucat.


"Kenapa Ma? kenapa Mama melakukan ini? pasti karena Zara, Ma? ".


" Maafin Zara, Ma Zara udah membunuh mama".


Zara meletakkan kepalanya disebelah kepala Halda tangannya memeluk erat tubuh sang Ibu.


"Pasti mama frustasi karena Zara ga mau ketemu dan bicara sama mama, ya? sampai akhirnya mama bunuh diri".


"Ternyata mama selama ini menyimpan banyak kesakitan, Zara pikir mama adalah penyebab semua ini, papa yang dari awal memberikan luka untuk mama".


" Zara udah ada disini, Ma. maafkan anakmu ini".


"Tuhan pasti marah sama Zara karena udah membuat wanita cantik ini bunuh diri, maafin Zara, Ma".


Zara terisak menangis mengusap wajah ibunya dan mencium keningnya.


...----------------...


Sore hari setelah Arshaka melayat dan kini ia kembali ke Pesantren setelah dirinya berbincang dengan Zidan untuk membicarakan perkembangan Pesantren, pria itu berjalan di Koridor dengan wajah dingin tak menunjukkan keramahan sedikitpun.


"Gus Arsha".


Arshaka menoleh pada Maba Rita yg menghampiri nya dengan kepala menunduk" ya? ".


" Saya ingin menyampaikan jika seminggu lagi adalah hari milad Pesantren Darussalam apa Gus Arsha tidak membuat acara? Apalagi tahun ini adalah tahun pertama Gus Arsha memimpin Pesantren ".


Arshaka menghela napas dan tersenyum tipis" Maaf, sepertinya akhir-akhir ini banyak sekali beban dipikiran saya sampai lupa milad Pesantren, tapi terimakasih kamu sudah mengingat kan saya".


"Sama-sama Gus".


" Kalau gitu boleh ikut keruangan saya? kita bicarakan diruangan saya".


...----------------...


Hayo Arshaka mau ngapain ya???


Dukung terus ya🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻