ARSHAKA

ARSHAKA
Kaka



Seorang anak pasti membutuhkan kasih sayang orangtuanya bukan? Gus Arsha merasa kasihan pada putra-putri nya tapi ia bersyukur meskipun tanpa kasih sayang seorang Ibu Arka dan Zura bahagia dengan orang-orang sekitar.


"Ante, jangan kejal-kejalan huh... Rara cape".ucap Zura cadel.


Nazwa dan Arka tertawa" Uhhh.. payah, Rara ".saut Arka.


Nazwa menarik tubuh Zura dan mendudukkan dipangkuan nya aroma tubuh bayi melekat pada Zura membuat Nazwa suka jika dekat-dekat Zura atapun Arka. " Assalamualaikum ".


Ketiga beralih menatap Arshaka yang baru saja datang, mata Nazwa tak berkedip melihat ketampanan Arshaka yang sangat tampan.


" Assalamu'alaikum ".salam Arshaka lagi.


" Walaikumsalam, Gus".jawab Nazwa membuyarkan lamunannya.


"Kalau ada orang salam itu dijawab Nazwa! kamu tau kan hukum nya menjawab salam itu wajib? ".


Nazwa tersenyum kikuk" Afwan, Gus, Nazwa tau".


"Jelaskan kembali apa yang saya jelaskan waktu itu".


" Maaf Gus Nazwa lupa, hehehe ".


" Menjawab salam adalah wajib, jadi kalau ada yang menjawab salah kamu jawab jangan bengong kaya tadi, Nazwa kamu mengerti? ".


"Mengerti Gus".Nazwa mengangguk dan tersenyum.


Arshaka bersekedap dada sambil memperhatikan Nazwa yang sedang menundukkan kepala.


" Coba jujur, apa yang sedang kamu liat tadi, Nazwa? ".


" Ante, jangan takut ada Rara, ".ucap Zura.


" Nazwa, sedang melihat salah satu ciptaan Tuhan y6 indah Gus".


"Siapa yang kamu maksud? ".


" Liat Gus, adem banget".


"Astaghfirullah, ciptaan Tuhan yang kamu liat itu saya, Nazwa kamu jangan seperti itu namanya Zina mata".


" Dan janganlah kamu mendekati zina, itu sungguh suatu perbuatan dosa dan suatu jalan buruk".


"Ma'am Gus maaf".


" Nanti Umi dan Abi kamu datang, jangan diulangi lagi".


"Iya Gus".


" Baba, kaka mau cama Ante Awa boleh? ".


Arka dan Zura mengangguk dan menurut ikut dengan Arshaka.


...----------------...


Nazwa menunggu kedua orang tuanya,saat ini mereka sudah sampai di nDalem.


" Assalamualaikum ".salam Umi dan Abah nya.


" Walaikumsalam, Umi, Abi".


"Nazwa kangen ".


" Sama sayang kita juga kangen ".


" Buat masalah lagi Naz? ".tanya Abi.


Gus Arsha dan Arka, Zura berjalan menghampiri mereka semua, kedua orang tua Nazwa memang sudah saling kenal mereka adalah Ilyas dan Nara, siapa yang tak kenal Ilyas dia kakak kelas Zea Umma Arshaka sedangkan Nara adalah teman baik Zea sejak SMA, ya mungkin tidak seperti Cika Nara yang cenderung pendiam, tidak seperti Zea ataupun Cika.


"Assalamualaikum".


" Walaikumsalam ".


" Masyallah Gus Arsha, Arka dan Zura gimana kabarnya? ".tanya Nara pada Arshaka.


" Alhamdulillah kami baik Umi, bagaimana dengan kabar kalian? ".


" Alhamdulillah kita juga baik Gus".


"Mari ke nDalem".


mereka semua masuk langsung duduk diruang tamu, setelah bersalaman mereka lanjut mengobrol karena disana juga ada Zidan dan Fahri, mereka juga ingin membahas tentang bisnis dan Pesantren.


Arshaka, Fahri, Zidan, Ilyas duduk bersama, sedangkan dia anak Arshaka sedang duduk bersama Nazwa dengan Nara memangku Zura.


"Naz, ini cantik banget".ucap Nara menoel pipi Zura.


"Kaka, ngantuk, ya? ".tanya Nazwa.


Arka mengangguk" kaka mau bobo, Nda".jawab Arka.


Apa Nda, Arka memanggil dirinya Nda atau Bunda? membuat Nazwa terkejut "Yaudah Kaka, nanti bobok disini setelah itu dipindah ke kamar".


Arka mengerti ia memejamkan matanya dan tidur dipangkuan Nazwa.


...****************...


Maaf ya para pembaca setia, akun Author baru bisa dibenerin soalnya baru ganti ponsel, maaf ya telat Up. saya janji setelah beberapa episode giveaway yang saya janjikan saya kasih🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻😊😊😊😊😊