
"Pinternya anaknya Umma".saut Cika.
mereka terkekeh mendengar nya tetapi Cika menyadari sesuatu ada yang kurang.
" Zyana mana? ".
" Zyzy bilang lagi ada urusan, Tan. Nanti juga di nyusul kesini".
"Oh gitu! ".
" Yaudah masuk yuk, kita ke ruang makan".ajak Fahri.
...----------------...
Zyzy mengangkat panggil masuk dari Arayyan lagi, pria itu bertanya dimana Zyana berada agar segera mengusulkan.
"Iya, Bang. ini Zyzy lagi dijalan ke rumah Om Fahri".Jawab Zyzy.
Panggilan berakhir, Zyzy kembali menyimpan ponselnya, 5 menit kemudian mobilnya tiba-tiba saja mogok, alhasil Zyana harus keluar mengecek mobilnya.
Tetapi gadis itu tak mengerti, ia hendak mengambil ponselnya yang berada di dasbor mobil tiba-tiba dirinya ditodong oleh seseorang.
" Jangan bergerak! ".
Tubuh Zyana terkunci oleh pria tersebut, membuat Zyana tak bisa bergerak.
" Siapa kamu? ".
" Cepat serahkan semua barang-barang lo! ".
" Tolong... tolong rampok! ".teriak Zyana.
membuat pria tersebut mengeluarkan pisau dan mengarahkan ke lehernya.
" Bisa diem ga lo? atau mau gue tusuk!! cepet serahin barang-barang lo! ".
Zyana memberontak membuat pria itu semakin mengeratkan kuncinya di leher Zyana, tetapi pria itu justru menemukan sesuatu di leher Zyana.
Menarik paksa kalung ya dikenakan Zyana dan mendorong Zyana hingga jatuh di sebelah mobilnya.
Pria itu tersenyum licik menatap kalung Zyana yang ia genggam" bagus juga nih ".
" Jangan! Jangan ambil kalung itu! Tolong ada rampok!! ".
Pria itu hendak kabur seorang gadis datang, seketika menendang tubuh perampok itu membuat ia terjatuh tersungkur.
" Balikin kalung nya!! ".
" Siapa lo? mau jadi pahlawan? ".
Pria itu bangkit , hendak menusuk gadis itu namun segera gadis itu menghindari dan menjatuhkan pisau tersebut.
" Jangan beraninya pakai senjata! ".
" Bocah sialan".umpat perampok
Pria itu mengambil kembali pisau, ia memukul tengkuk gadis itu dengan keras hingga terjatuh.
"Polisi! Polisi! ".pekik Zyana.
Pria itu panik ia mendekat pada gadis itu ingin merebut kembali kalung yang digenggam gadis itu namun tangannya terkepal kuat membuat pria itu tak bisa mengambil nya, alhasil pria itu menyayat di pergelangan tangan gadis itu dengan pisau.
Sedangkan Arayyan yg berada di rumah Fahri dan Cika merasakan sesuatu, ia hendak mengambil gelas tetapi seketika sakit yang luar biasa di dadanya, membuat Arayyan meringis kesakitan memegangi dadanya.
"Arayyan? Kamu kenapa? ".
" Yan, Ada apa? ".tanya Arshaka.
" Ishhhh, sakit Bang".pekik Arayyan.
"Astaghfirullah, Arayyan kamu kenapa? ".tanya Cika.
Arayyan menggeleng seraya meringis " dada Arayyan sakit banget ".
" Zyana.. Bang, telpon dia sekarang Bang".lirihnya.
Arshaka segera mengeluarkan ponselnya segera menghubungi Zyana.
"Assalamualaikum, Zy kamu dimana? ".
" Abang tolong ".
" Zy, kamu dimana? kamu ga apa-apa kan? serlock".
Arshaka mematikan sambungan telepon nya beranjak berdiri.
"Arsha? kamu mau kemana? ".
" Maaf sebelumnya, Zyana butuh pertolongan, Arayyan, Abizan kalian tunggu disini dulu ".
Arshaka beralari menuju mobilnya dan mengendarai dengan kecepatan penuh, Arshaka mengecek serlock yang diberikan Zyana. ia sudah sampai di lokasi tetapi Arshaka terkejut melihat seorang gadis yg tergeletak dan disebelahnya Zyana memegangi tangan gadis tersebut yang sudah berlumuran darah.
"Astaghfirullah, Zy, ini kenapa? ".
" Abang.. tolong bawa kerumah sakit sekarang ".pinta Zyana dengan deraian air mata.
Akhirnya Arshaka merobek ujung kemeja putih ia kenakan lalu kembali menutupi luka sayatan di pergelangan tangan gadis tersebut agar darahnya tak semakin banyak yang keluar.
...----------------...
Hayo siapa? Ya kira-kira gadis itu??? π
ikuti terus ya.. ada sesuatu yg mengejutkan Arshaka loh???
Dukung terus ya like and komenππ»ππ»ππ»ππ»ππ»πππ